Site icon nuga.co

Tak Ada Lagi Rivalitas Hamilton-Rosberg

Rivalitas Lewis Hamilton versus Nico Rosberg?

“Tidak ada lagi. Sudah tutup buku,” ujar Lewis Hamilton tentang kemungkinan ulangan “pertarungannya” di trek di musim ini, 2015.

“Sudah berakhir,” kata Hamilton menepis tentang bakal terjadinya lagi rivalitas sengit yang pernah terjadi sepanjang musim Formula One atau F1 2014.

Hamilton mengakui bahwa dirinya tak ingin menghadirkan rivalitas sengit dengan rekan satu timnya di Mercedes, Nico Rosberg.

Dengan alasan, ia lebih menyukai berjuang mengemas gelar juara dunia Formula One 2015 dengan melawan sejumlah driver tim lain.

Seperti dikatahui, dominasi tim Mercedes digelaran balapan F1 musim lalu memang begitu mengesankan. Namun di balik keperkasaan itu, terselip satu cerita menarik ketika Hamilton dan Rosberg berusaha saling sikut untuk dinobatkan sebagai jawara.

Rosberg telah berjuang begitu keras untuk menggusur sang rekan dari puncak klasemen F1 musim 2014. Bahkan hingga memasuki seri penentuan di Gran Prix (GP) Abu Dhabi, pembalap asal Jerman itu tak segan-segan membuntuti Hamilton.

Namun sayang, dominasi The Boss -julukan Hamilton- di lintasan balap tak mampu dibendungnya. Alhasil, Rosberg harus puas menempati di urutan kedua pada klasemen akhir F1 2014, tepat di bawah rekannya tersebut.

Menjelang seri pembuka gelaran F1 musim baru di Sikuit Albert Park, Australia pada 15 Maret 2015, Hamilton mencoba memberikan pandangannya.

Kali ini, driver berdarah Inggris itu lebih fokus untuk melawan pemalap tim lain ketimbang rekannya sendiri.

“Saya pikir itu lebih menarik, ketika Anda melawan pembalap tim lain dan tumbuh dewasa menonton Formula One. Jalannya perlombaan akan semakin seru, saat melihat dua tim atau lebih saling bertarung,” kata Hamilton, seperti dilansir Planetf1, Sabtu, 07 Maret 2015.

“Kompetisi di dalam tim memang menarik, tapi itu berbeda ketika Anda bersaing melawan tim lain. Menurut saya, lebih baik mengalahkan tim lain untuk musim ini,” papar juara dunia F1 2014 itu.

Mercedes tampil amat dominan di gelaran F1 2014 lalu.

Untuk menghadapi impresifitas Mercedes ini, pebalap Ferrari Sebastian Vettel berharap tim barunya, Ferrari, bisa menjadi pesaing terkuat untuk Mercedes di musim 2015.

Musim lalu Ferrari tampil buruk setelah tidak mampu memenangi satu balapan pun. Hasil itu akan coba diperbaiki musim ini, salah satunya dengan mengandalkan Vettel, juara dunia empat kali bersama Red Bull yang ditinggalkannya akhir musim lalu.

Vettel sendiri tentu punya harapan positif untuk Ferrari. Namun, secara realistis ia juga mengakui butuh waktu agar tim barunya itu bisa menjadi pesaing serius dari Mercedes.

“Itu bergantung dari seberapa tangguh dan dominan Mercedes memulai musim. Mereka diprediksi akan amat tangguh, tapi untuk para tim di belakangnya persaingan akan jadi amat sengit,” kata Vettel seperti dilansir Reuters.

“Aku harap kami akan bisa kompetitif, dan dalam jangka waktu menengah sampai jangka waktu panjang bisa mengokohkan diri sebagai kekuatan kedua musim ini. Itu akan menjadi sebuah langkah maju yang besar,” sebutnya.

Sementara itu pebalap Red Bull, Daniil Kvyat, menyatakan timnya berada di level yang berbeda ketimbang musim lalu.

Dia juga siap mengguncang perhelatan musim 2015, meski saat pramusim penampilannya kurang menjanjikan.

Pembalap berkebangsaan Rusia itu melakoni debutnya mengendarai mobil F1 di Melbourne, Australia , dua belas bulan lalu bersama Toro Rosso.

Kini dia akan kembali mengaspal di tempat yang sama tapi dengan tim yang berbeda yaitu Red Bull pada 15 Maret 2015.

Kvyat mengaku saat tes pramusim di Jerez dan Barcelona tidak berjalan semulus seperti yang sudah direncanakan, tapi dia merasa Red Bull berada di jalur tepat untuk kembali tampil memukau di musim 2015.

Pembalap muda usia ini pun tak sabar balapan di Melbourne.

“Kami telah melakukan yang terbaik saat tes. Saya tidak bisa mengklaim itu adalah yang termulus, tapi produktif. Dibandingkan musim lalu, kami sekarang berada di level yang berbeda. Saya yakin nanti di Australia akan ada persaingan yang ketat, kami akan berusaha yang terbaik,” kata Kvyat, seperti diberitakan Crash, Sabtu, 07 Maret 2015.

“Selalu ada yang spesial di Australia. Ini adalah yang kali kedua di Melbourne dan saya mengambil banyak memori bagus dari balapan musim lalu. Tempat yang indah, cuaca bagus, makanan enak dan atmosfer yang menyenangkan,” lanjutnya.

sumber : planetf1, reuter dan crash

Exit mobile version