Site icon nuga.co

Sensasi Marquez Adalah Juara MottoGP 2013

Unggul empat poin dan finis di posisi tiga, “rookie” MotoGP dari “rider” repsol Honda, Marc Marquez menutup delapan belas serial balapan motor gede di “last minute,” Sirkuit Valencia, Spanyol, dengan kemenangan spektakuler di musim pertamanya setalah naik kelas ke kategori balapan paling sensasional itu, Minggu, 10 November 2013, malam WIB.

Matquez mencatatkan diri sebagai pebalap termuda sepanjang sejarah yang menjuarai MotoGP. Ia menjadi “rookie,” pebalap pemula yang bisa mencapai tangga juara. Dan Marquez juga menjadi pebalap dengan rekor tujuh kali “pole position” dalam satu musim balapan.

Bukan main Marc Marquez, pebalap yang sejak kanak-kanak mengidolakan Valentino Rossi dan menikmati bisa balapan bersama dengan sang “legenda” dalam satu musim yang perbedaan usianya 14 tahun. Marc 20 tahun dan Rossi 34 tahun.

Dalam balapan Minggu malam WIB, Marquez mampu menjaga emosinya dengan menjaga “ritme” balapan se-efesien mungkin tanpa ngotot untuk mendahului atau memprovokasi pebalap lain. Start dari posisi terdepan, setelah memenangi kualifikasi, Marquez tak memperlakukan balapan MotoGP Valencia secara spesial.

Meski seri ini sangat menentukan baginya, Marquez membalap seperti biasanya. Marquez yang kala itu selangkah lagi merebut gelar juara dunia MotoGP tahun ini dengan keunggulan 13 poin atas rival terdekatnya, Jorge Lorenzo.

Usai start Jorge Lorenzo langsung mengambil alih posisi terdepan yang dikuntit Marquez, Dani Pedrosa, Rossi dan Bautista. Tiga pebalap terdepan, Lornezo, Marquez dan Pedrosa saling menyalip. Saling mendahului. Dan Lorenzo terus menggeber motornya.

Akhir balapan mengukuhkan pebalap Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo, menjadi juara, dan meraih poin tertinggi, 25. Namun usaha tersebut tak cukup untuk membawanya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.

Sebelum balapan, Lorenzo tertinggal 13 poin dari Marquez. Dia harus finis di posisi pertama untuk memperbesar peluang meraih gelar juara dunia ketiganya. Namun, Marquez-lah yang akhirnya keluar sebagai jadi juara dunia setelah finis di posisi ketiga, dengan masih memiliki keunggulan empat poin.

Seusai balapan, Lorenzo memberikan ucapan selamat kepada Marquez. “Saya telah melakukan usaha terbaik sepanjang musim ini dan tidak ada penyesalan. Hari ini, Marquez adalah pemenang dan dia memang layak menang. Dia memiliki bakat dan ambisi, dan kamu harus cepat jika ingin terus berada di depannya,” aku Lorenzo seusai balapan.

Pada balapan kali ini, Lorenzo memang memakai strategi yang berbeda. Namun, strategi tersebut tidak berjalan baik dan Lorenzo harus menerima kenyataan bahwa kini ia berada pada urutan kedua dengan 330 poin di klasemen.

“Ketika kami sampai di sini, strategi yang ada di kepala saya adalah terus memacu motor dan memimpin balapan. Sebenarnya saat itu belum diputuskan, tetapi saya mengatakan kepada media bahwa saya akan memacu motor dengan cepat, jadi Marquez tidak mengetahui taktik saya. Setelah pemanasan, kami mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk mengganti strategi, yakni mencoba sedikit memperlambat balapan pada putaran-putaran awal,” terang Lorenzo.

Lorenzo mencoba memperlambat dua pebalap Honda yang berada di belakangnya, Dani Pedrosa dan Marquez. Ia berharap pebalap lain di belakang mereka bisa menyusul, lalu dia akan meninggalkan para pebalap Honda. Menyadari strategi tersebut tidak berjalan baik, Lorenzo memutuskan untuk menambah kecepatan dan bertahan di depan.

“Pebalap lain terlalu jauh dari tiga pebalap terdepan. Saya berada di depan bersama Dani selama beberapa putaran dan memperlambatnya, terkadang dengan Marc. Saya mengambil banyak risiko, terutama dengan Dani. Ketika menoleh, saya menyadari bahwa pebalap lain tertinggal di belakang. Jadi, saya memutuskan untuk memacu lebih cepat di depan,” tandas pebalap Spanyol tersebut.

Finis di posisi keempat atau lebih baik di Valencia akan memastikan Marquez menjadi juara dunia. Kalau hal tersebut jadi kenyataan, maka Marquez akan mengukir sejarah sebagai pebalap rookie pertama yang mampu menjuarai kelas MotoGP sejak 1978.

Melihat performanya yang sangat konsisten, Marquez harusnya tak kesulitan untuk finis di posisi empat besar dalam balapan yang digelar Minggu malam WIB. Apalagi, dia akan memulai lomba dari posisi terdepan.

“Untuk balapan, ritmenya tidak terlalu buruk, bahkan meski Jorge tangguh. Namun, saya merasa nyaman dan siap bertarung dengan Jorge, Dani, dan mungkin Valentino,” tambahnya.

“Start bukanlah kekuatan utama saya, tapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik besok, kemudian mencoba untuk mengikuti Jorge, karena pastinya dia akan melesat saat start. Kemudian kami akan mencoba menemukan ritme yang sama dengan saat latihan,” kata pebalap 20 tahun ini.

Exit mobile version