Site icon nuga.co

Rossi Ungkapkan Kekurangan Yamaha

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi harus puas finis di posisi keenam saat balapan MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Minggu malam.

Dalam balapan ini, Rossi harus memeras keringat demi mendapatkan poin.

Rossi mengatakan, dirinya sangat kesulitan mengejar pembalap di depan pada MotoGP Ceko. Dia tertinggal hampir tiga detik dari pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow yang finis di posisi kelima.

Lebih lanjut, Rossi menjelaskan, dirinya sangat kesulitan mencapai kecepatan penuh dari motor Yamaha.

“Kami kehilangan akselerasi, kemudian kesenjangan yang sangat besar dalam hal kecepatan. Kami sangat jauh tertinggal untuk mendapatkan kecepatan tertinggi,” kata Rossi, seperti dikutip dari Crash.

“Saya juga bekerja keras di bagian mesin. Yamaha harus bekerja banyak karena tim lain membuat langkah besar. Kami perlu mendapat sesuatu yang penting untuk memperpendek kesenjangan,” ucap rider MotoGP berusia 40 tahun itu.

Rossi juga mengatakan, Yamaha merupakan motor yang sangat sensitif saat menjalani perubahan cuaca. Rossi menyebut motornya lemah saat berpacu di lintasan basah.

“Ya, itu benar. Biasanya kami memiliki hal yang sempurna dengan cuaca (lintasan) kering. Kami bisa lebih cepat jika aspalnya kering,” ujarnya.

“Namun sesuatu yang aneh terjadi bila hujan atau suhunya berubah. Ini membuat kami menjadi lebih menderita,” kata Rossi.

Dalam balapan di Brno Rossi  mengeluhkan kondisi aneh pada lintasan yang membahayakan keselamatan pebalap jelang balapan MotoGP Ceko Minggu  malam WIB.

Rossi sempat terlihat berbincang serius dengan CEO Dorna, operator balapan MotoGP, Carmelo Ezpeleta lantaran kondisi sirkuit yang belum benar-benar kering jelang start

“Ini ada sesuatu yang sangat aneh, karena lintasan di tikungan pertama dan terakhir benar-benar basah. Tetapi semua orang menggunakan ban licin pada saat start karena seluruh bagian lintasan lainnya sudah kering,” jelas Rossi usai balapan seperti dikutip Crash.

Dengan menggunakan ban licin atau yang dikenal juga dengan ban slick, Rossi menilai hal tersebut bisa membahayakan pebalap lantaran jenis ban tanpa alur tersebut cocok digunakan di lintasan kering dan dapat mengundang bahaya jika digunakan di lintasan basah.

“Jadi buat saya, karena semua orang menggunakan ban licin, itu akan sangat-sangat berbahaya jika kami bersama-sama berada di tikungan pertama, khususnya pada saat start, dalam kondisi lintasan yang basahnya rata,” ucap Rossi.

“Bagi saya ini adalah hal paling berbahaya yang bisa Anda lakukan. Jadi saya mempertanyakan kemungkinan penundaan balapan, dan saya pikir itu adalah pilihan yang tepat karena pada akhirnya balapan yang sesungguhnya di atas lintasan kering,” sambungnya.

Pada MotoGP Ceko  Rossi finis berada di peringkat keenam. Capaian tersebut merupakan yang terbaik diraih pebalap gaek tersebut sejak gagal finis di MotoGP Italia atau dalam lima balapan terakhir.

Kendati mengalami perbaikan hasil balapan, posisi Rossi di klasemen pebalap masih terpaku di peringkat keenam. Rossi kini mengumpulkan 90 poin atau tertinggal satu poin dari rekan satu tim, Maverick Vinales.

Rossi pun tertinggal 120 poin dari Marquez yang menjadi pemimpin klasemen dan sukses menjadi juara di MotoGP Ceko 2019.

Selanjutnya Rossi dan pebalap MotoGP lainnya akan kembali turun mengaspal di MotoGP Austria

Sementara itu Rossi tak ingin memberi komentar atas ceksokk antara Marc Marquez dengan Alex Rins usai babak kualifikasi MotoGP Ceko di Sirkuit Brno.

Rins mengkritik Marquez sebagai pebalap yang tidak punya rasa hormat terhadap lawan setelah kedua pebalap nyaris bertabrakan saat menjalani Q2 MotoGP Ceko.

Rins menganggap Marquez sengaja tidak memberinya ruang saat melewati tikungan lima hingga kedua pebalap bersenggolan dan hampir kecelakaan. Usai babak kualifikasi, Rins mengungkapkan kekesalan terhadap Marquez.

“Marquez selalu berusaha masuk ke pikiran Anda. Dia tidak punya rasa hormat terhadap pebalap lain,” ujar Rins.

Rossi kemudian mengomentari insiden cekcok antara Rins dengan Marquez. The Doctor mengatakan dirinya berbeda dengan Marquez. Rossi mengaku selalu berusaha mempengaruhi lawan di luar sirkuit, bukan di dalam trek seperti Marquez.

“Apa yang penting adalah seberapa kuat Anda di dalam trek, sisanya biarkan waktu yang menjawab. Apa yang bisa membuat perbedaan adalah Anda harus menjadi pebalap tercepat,” ujar Rossi kepada Sky Sports.

“Saya dan Marquez berbeda, karena di atas sirkuit saya selalu berperilaku berbeda dari Marquez. Saya hanya berusaha mempengaruhi di luar sirkuit. Marquez sangat cepat, dia dalam kondisi terbaik, tapi setiap orang harus memikirkan diri sendiri. Saya sudah memiliki banyak masalah,” sambung Rossi.

Marquez sendiri tidak merasa memiliki masalah dengan Rins. Juara bertahan MotoGP itu mengaku tidak sengaja menyenggol Rins.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi  Ruangnya sempit, tapi saya pikir itu cukup untuk menyalip. Kemudian ada kontak dengan Rins, tapi tidak ada yang serius terjadi. Hal seperti ini terjadi, ini bukan kali pertama,” ucap Marquez.

Exit mobile version