Site icon nuga.co

Rossi Tuding Yamaha Makin Tak Kompetitif

Empat hari menjelang balapan MotoGP di Motegi Circuit, Valentino Rossi menuding performa Movistar Yamaha menurun kerena tidak pernah lagi meraih podium puncak sejak The Doctor memenangi GP Katalonia, 5 Juni lalu.

Sebelumnya, Yamaha sempat mendominasi jalannya awal musim dengan meraih lima kemenangan dari tujuh seri balapan.

Rossi sukses meraih kemenangan di GP Spanyol dan GP Katalonia, sedangkan Jorge Lorenzo merebut kemenangan di GP Qatar, GP Perancis, dan GP Italia.

Sejak kemenangan Rossi di GP Katalonia, Movistar Yamaha tidak pernah meraih kemenangan.

Bahkan tim satelit Yamaha tidak mampu meraih prestasi ketika tim seperti LCR dan Marc VDS yang menggunakan motor Honda berhasil meraih kemenangan.

Suzuki dan Ducati juga berhasil meraih kemenangan. Maverick Vinales memberi Suzuki kemenangan di GP Inggris, sedangkan Andrea Iannone menang di GP Austria bersama Ducati.

“Kami sedikit khawatir dan kami harus melakukan sesuatu, karena Honda meraih banyak kemenangan belakangan ini dengan pebalap berbeda. Sedangkan kami tidak pernah menang sejak Barcelona,” ujar Rossi seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Kami harus mengerti apa yang kami butuhkan untuk meningkatkan performa, karena akan ada empat balapan tersisa yang penting, di mana saya ingin bersaing meraih kemenangan.”

Terkait persaingan dengan Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia musim ini, Rossi berusaha realistis.

Meski secara matematis Rossi masih memiliki peluang, tapi The Doctor pesimistis bisa mengejar Marquez.

“Semuanya belum berakhir hingga secara matematis tidak memberi Anda peluang. Tapi, di saat bersamaan, kami harus realistis. Saya pikir kami sudah kehilangan gelar juara dunia sejak paruh musim,” ucap Rossi.

Akibat penurunan performa Yamaha ini  peluang  Rossi  untuk merebut gelar MotoGP kedelapannya kian menipis.

Defisit antara poinnya dengan pimpinan klasemen sementara Marc Márquez terus melebar.

Sebelum menjalani Race Aragón lalu, jarak antara pembalap gaek Movistar Yamaha itu dengan Márquez berada di angka empat puluh tiga poin.

Namun setelah Márquez menang dan Rossi hanya di podium tiga, defisit pun terus membesar hingga lima puluh dua poin.

Secara hitung-hitungan, tentu peluang The Doctor masih ada. Apalagi musim ini masih menyisakan empat seri ke depan

Kendati demikian, Rossi juga berpikir realistis.

Penampilan Márquez masih konsisten dan jika dalam dua seri ke depan tiada nasib apes yang menimpa rider Repsol Honda itu, maka Rossi harus bersiap gigit jari.

“Semua belum selesai sampai hitungan matematika menyatakan Anda tak lagi punya kans. Tapi di waktu yang sama saya harus realistis.”

“ Sebelumnya sulit mengejar gap empat puluh tiga angka dan sekarang lebih susah dengan defisit poin,” tutur Rossi, dikutip Super Sport, Rabu, 28 September 2016.

Sementara itu, Team Director Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui sulit bagi Rossi untuk mengalahkan Marc Marquez

“Kami sudah tahu akan sulit mengalahkan Marquez. Tapi, kami telah melakukan yang terbaik hingga ban belakang nge-drop, bahkan Valentino sempat memimpin balapan,” kata Meregalli, seperti dilansir Motorcycle.

“Kami sudah memiliki masalah sejak Jumat, dan meskipun telah menjajal setup berbeda, kami tetap tidak bisa mengatasi masalah itu. Keputusan untuk mengganti ban Jorge saat di grid terbayar lunas karena kami meraih hasil bagus,” jelasnya.

Sementara itu,  Marquez membuka pelaung makin lebar untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini, terutama  pada balapan GP Jepang

Marquez memiliki kenangan indah ketika tampil di Sirkuit Motegi pada musim dua tahun silam.

Marquez memiliki kenangan indah di Sirkuit Motegi. Di sirkuit  inilah pebalap asal Spanyol itu merebut gelar juara dunia MotoGP keduanya.

Ketika itu, keberhasilan Marquez finis di posisi kedua memastikan pebalap asal Spanyol itu menjadi juara dunia di GP Jepang, saat musim masih menyisakan tiga seri balapan.
Musim itu merupakan musim di mana Marquez meraih sukses terbesarnya di MotoGP.

Sirkuit Motegi merupakan trek yang dibangun Honda. Meski begitu, Marquez memiliki hasil yang kurang bagus jika tampil di Sirkuit Motegi pada kelas MotoGP.

Marquez tidak pernah meraih kemenangan MotoGP di GP Jepang.

Prestasi terbaik Marquez di MotoGP Jepang adalah finis posisi kedua. Musim lalu, Marquez finis di posisi keempat.

“Di Jepang saya tidak akan jadi juara dunia. Saya menginginkannya karena ini rumahnya Honda, tapi saya pikir tidak mungkin. Kami harus menunggu, sabar. Kami tidak boleh melakukan kesalahan,” ujar Marquez seperti dikutip dari Autosport.

Exit mobile version