Site icon nuga.co

Rossi Tentang Podium Kedua Ratusnya

Usai menyabet podium kedua ratus dalam karir balapnya di Sirkuit Jerez, MotoGP Spanyol, Minggu malam WIB, dua hari lalu, 03 Mei 2015, Valentino Rossi berbicara tentang kepuasannya musim ini dan bagaimana hubungannya dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Tentang podium kedua ratusnya, Valentino Rossi menyatakan, musim ini akan menjadi momentum tak terlupakan selama kariernya.

Setelah hancur lebur bersama Ducati pada dua musim tiga tahun lalu, juara dunia tujuh kali MotoGP itu mengaku sempat ragu bisa kembali tampil kompetitif seperti dulu.

Nyatanya, The Doctor tetap ganas setelah mengusung bendera Yamaha pada 2013.

Bahkan, kini rider gaek asal Italia itu memuncaki klasemen sementara pembalap dengan koleksi 82 poin. Di Jerez sendiri, Rossi finis di posisi ketiga, di belakang Marc Marquez dan rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

“Jujur saja, sebelumnya saya skeptis bisa meraih podium kedua ratus Saat kembali ke Yamaha, saya sempat ragu bisa terus menang lagi. Ternyata saya tampil bagus. Target saya adalah bisa kembali jadi juara dunia dan membawa Yamaha berjaya,” kata rider yang memulai kariernya di MotoGP bersama Repsol Honda
tersebut seperti dilansir Crash, Selasa, 05 Mei 2015.

“Selain itu, tekad saya waktu itu adalah ingin meraih dua ratus podium sebelum pensiun, dan ternyata kini telah tercapai. Jadi, ini akan jadi musim yang tak terlupakan,” urainya.

The Doctor pun mengaku sangat tertantang dengan persaingan ketat antar-rider yang terjadi musim ini.

“Kini walaupun tidak selalu jadi juara, saya selalu ingin naik podium di setiap balapan. Tapi, itu tak akan mudah karena Marc dan Jorge sangat kuat. Selain itu, ada juga Ducati yang kian membaik.

Persaingan akan sangat ketat, saya merasa sangat tertantang,” ungkapnya.

Bukan rahasia lagi bahwa juara tujuh kali kali MotoGP, Valentino Rossi handal melemparkan perang psikologis atau psywar kepada rival-rivalnya.

Namun untuk perlombaan di Jerez, Rossi tak melakukannya kepada Marc Marquez.

Bagi rider Movistar Yamaha itu, yang terpenting adalah kecepatan motor saat berada di trek. Kunci untuk mempengaruhi psikologis lawan baginya, adalah dengan bekerja keras dan kompetitif bersaing.

“Saya pikir perang psikologis tak lagi penting. Punya kecepatan di trek-lah yang terpenting.”

“Sisanya, kami banyak berbicara mengenai rival saya di masa lalu, tapi bagi saya secara psikologis Anda tak bisa melakukan apapun. Anda harus bekerja dan mencoba jadi kompetitif di hari Minggu, itulah kunci efek psikologis!” tegas Rossi disadur dari Crash.

Rival nyata Rossi belakangan ini adalah Marquez yang membalap untuk Repsol Honda. ia pun mengakui bahwa Baby Alien sangat kuat dalam pertarungan di trek, terutama saat mengerem dan memasuki belokan.

“Marc sangat kuat di pertarungan, dan ia mengalahkan saya di masa lalu. Jadi kami harus lebih kompetitif saat mengerem dan memasuki putaran, di mana biasanya ia lebih kuat daripada kami. Kami harus menunjukan bahwa kemampuan motor kami meningkat dan mengerem lebih baik,” imbuh Rossi.

Kecelakaan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, yang membuat The Baby Alien jatuh di Argentina tak menjadi hubungan keduanya memburuk.

“Tetap baik,” ujar Rossi berkelakar.

“Saya akan terus memberi Marc sedikit ciuman dari sekarang!” ucapnya

MotoGP 2015 kini telah menyelesaikan lomba di Sirkuit Jerez dan akan memasuki tur ke Sirkuit Le Mans, MotoGP Perancis pada pekan mendatang.

“Le Man, nantinya, akan jadi akhir pekan yang spesial. Ini salah satu yang terbaik dan saya sangat menyukainya. Kami kembali ke Eropa dan saya sangat bahagia karena mengurangi waktu terbang. Atmosfer di Le Man sangat spesial,” lanjutnya

Tak hanya Rossi yang memberi komentarnya mengenai perlombaan akhir pekan ini. Rekannya Jorge Lorenzo juga berharap tak ada lagi hal-hal kecil yang mengganggunya di Le Man, setelah menjadi memenangkan seri keempat di Jerez, sehingga ia fokus menggeber motornya.

“Ketika Anda berada di level yang sangat tinggi, bahkan masalah kecil tak menghentikan Anda bersaing di perlombaan, tapi ketika Anda memiliki masalah dan melambat karenanya, Anda tak bisa bersaing untuk menang. Ketika saya tak memiliki masalah, saya akan mampu bertarung untuk menang,” jelas Lorenzo.

Menanggapi kebangkitan Jorge Lorenze di Jjerez, rekan setimnya, Rossi sangat menyambut baik.

Sebab kehadiran Lorenzo dalam perburuan juara dunia bisa memanaskan persaingan MotoGP musim ini. Saat ini Rossi berada di posisi puncak klasemen sementara. Lorenzo sendiri berada di posisi tiga.

“Saya telah melebarkan jarak saya dari Dovizioso – tapi sepertinya setelah akhir pekan ini, Jorge juga memberikan tantangan dalam perburuan juara,” ucap Rossi.

“Dia hanya dua puluh poin di belakang saya, tapi kompetisi masih sangat panjang. Kami tidak harus berpikir tentang poin lagi, hanya mengupayakan agar motor menjadi kompetitif setiap akhir pekan.
Sekarang kami harus mencoba untuk melakukan yang maksimal untuk bisa tampil lebih cepat,” tegasnya.

crash, motogp.com dan mcn

Exit mobile version