Site icon nuga.co

Badut Valentino Rossi

Pebalap senior MotoGP Valentino Rossi merasa seperti badut ketika meminta salaman dengan Marc Marquez usai balapan MotoGP Argentina.

Hubungan tegang antara Rossi dan Marquez sedikit mengendur setelah kedua pebalap pengoleksi gelar MotoGP itu saling berjabat tangan.

Sebelum naik podium MotoGP Argentina kedua pebalap yang dikenal tak akur itu terlihat bersalaman. Momen jarang tersebut tertangkap kamera dan diakui oleh The Doctor maupun Baby Alien.

Pebalap tim Repsol Honda itu mengakui momen berjabat tangan terjadi pada waktu yang tepat.

“Uluran tangan kepada Marquez berada pada momen yang tepat, saya juga memberikan ucapan selamat karena dia dia begitu cepat dan menjalani balapan yang bagus,” kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Salaman itu merupakan sebuah ketulusan. Permintaan itu membuat saya sedikit seperti badut, seperti anjing kecil yang ingin melompat atau mengibaskan ekor,” sambungnya.

Mengenai salaman dengan Rossi, Marquez juga mengibaratkan hal tersebut dengan mencium wanita.

“Ketika Anda mencium wanita, rasanya sama dengan momen itu [jabat tangan Rossi]. Hal itu terjadi begitu saja, kami berjalan sendirian, dan kami berjabat tangan sebelum ke podium,” ujar Marquez.

Kedua pebalap akan kembali bersaing dalam MotoGP Amerika Serikat

Balapan MotoGP di Sirkuit Amerika yang berlangsung sejak enam tahun lalu selalu dikuasai Marquez. Pebalap asal Spanyol itu tak pernah putus berdiri di podium tertinggi sejak musim perdana membalap di kelas utama.

Setelah dua balapan pada awal musim ini, Marquez sudah berada di puncak klasemen.

Sementara itu Marc Marquez mengaku seperti mencium wanita saat berjabat tangan dengan Valentino Rossi usai MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

Jabat tangan itu terjadi sebelum pebalap yang finis di tiga besar naik podium. Marquez yang berjalan di sisi kanan Rossi ditegur The Doctor. Dengan cepat Marquez menjulurkan tangan kanannya menunjukkan gestur salaman.

Rossi pun langsung merespons ajakan jabat tangan Marquez. Momen itu langsung viral mengingat jabat tangan tersebut adalah yang pertama kali setelah hampir satu tahun.

Marquez dan Rossi tidak pernah terlibat dalam jabat tangan usai insiden MotoGP Argentina tahun lalu. Ketika itu Marquez menabrak Rossi yang membuat The Doctor gagal finis di urutan teratas. Dalam balapan tersebut Rossi finis di posisi kesembilan belas sedangkan Marquez satu setrip di atasnya.

Sebelum MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Austin, Minggu , Marquez dan Rossi satu meja dalam sesi konferensi pers pada Kamis  waktu setempat. Di sesi itu Rossi duduk tepat di sebelah kiri The Baby Alien.

“Kalian tahu, itu [jabat tangan] adalah momen,” ucap Marquez kepada wartawan seperti dikutip dari Crash.

“Ketika Anda mencium wanita, rasanya sama dengan momen itu. Hal itu terjadi begitu saja, kami berjalan sendirian, dan kami berjabat tangan sebelum ke podium,” Marquez menambahkan.

Marquez menilai balapan di MotoGP Argentina sebagai persaingan yang bagus. Salaman yang terjadi dengan Rossi menurut Marquez perlu dilakukan demi menghormati hubungan dengan seseorang.

Dalam kesempatan yang sama Rossi menuturkan jabat tangan itu terjadi di momen yang tepat.

“Saya memberikan selamat karena dia [Marquez] sangat cepat pada akhir pekan lalu, balapan yang sangat cepat. Jadi saya pikir jabat tangan itu normal,” Rossi menimpali.

Sementara itu Marquez tidak mengatakan tidak  akan termakan jebakan Valentino Rossi jelang balapan MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Americas, Austin,.

Usai balapan MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo,  April lalu, Rossi secara mengejutkan mengajak Marquez berjabat tangan sebelum naik podium.

Tindakan Rossi sangat mengejutkan, karena sebelumnya The Doctor dua kali menolak permintaan maaf Marquez usai insiden di MotoGP Argentina musim lalu.

Usaha Rossi untuk menjabat tangan Marquez disebut media Spanyol, Don Balon, sebagai jebakan. Pebalap 40 tahun itu diklaim hanya ingin menghapus citra buruk akibat perseteruan dengan Marquez tanpa sesungguhnya ingin berdamai.

Sang ayah Valentino Rossi, Graziano Rossi, ragu sang anak bakal benar-benar berdamai dengan rival di MotoGP, Marc Marquez.

Kepada Radio Sportiva seperti dikutip dari Tio.ch, Graziano Rossi melontarkan pandangannya tentang hubungan Rossi dengan Marquez di MotoGP

Sebelumnya, banyak yang meyakini Rossi dan Marquez sudah berdamai ketika The Doctor memberikan ucapan selamat dengan menjabat tangan Marquez yang memenangkan serie MotoGP Argentin di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

Rossi sendiri berhasil meraih posisi runner-up di MotoGP Argentina, mengalahkan Andrea Dovizioso yang berada di podium ketiga.

“Sejujurnya saya berharap mereka bisa membuat perubahan [dalam hubungan] setelah apa yang terjadi. Namun, saya tidak yakin mereka akan berdamai,” ujar Graziano Rossi dikutip dari Tio.ch.

“Saya tidak mengatakan hal itu [perdamaian Rossi dan Marquez] tak akan pernah terjadi, tapi saya pikir ini masalah rumit.”

Hubungan Rossi dan Marquez semakin renggang pada MotoGP 2018 setelah beberapa insiden yang melibatkan kedua pebalap di trek balapan. Graziano Rossi sendiri tidak menampik jika keduanya bisa kembali akur jika sama-sama sering naik podium.

“Mungkin setelah sama-sama banyak naik podium, siapa tahu. Situasi antara keduanya sepertinya tidak ideal dan kadang hubungan mereka rusak dengan cara yang buruk.”

“Untuk itu, saya skeptis. Kita lihat saja yang terjadi di masa mendatang. Tentu saja saya bisa katakan melihat semangat Valentino [Rossi] pada Minggu lalu, sebuah pertanda ia sudah kembali nyaman menunggangi motornya,” ujar Graziano Rossi

Kini Don Balon mengklaim Marquez tidak akan termakan jebakan Rossi. Juara bertahan MotoGP itu tidak akan terganggu fokus karena jebakan Rossi.

“Marc Marquez tidak akan terjebak. Marquez tidak percaya dengan jabat tangan Valentino Rossi dan akan membalasnya. Marquez akan menolak setiap pendekatan dari Rossi, dan tidak mengubah rival utamanya musim ini,” tulis Don Balon.

Lebih lanjut Don Balon menulis masa-masa Marquez mengidolakan Rossi sudah berakhir. Pebalap  itu menganggap hubungannya dengan Rossi saya sebatas pesaing di atas trek MotoGP.

Marquez juga tidak menganggap Rossi sebagai rival utama dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP. Juara dunia MotoGP lima kali itu lebih khawatir dengan ancaman pebalap Ducati Andrea Dovizioso.

“Marquez dalah raja baru di MotoGP. Masa-masa Rossi sebagai idola bagi Marquez sudah berakhir. Marquez bahkan berani meremehkan Rossi dan membandingkannya dengan pebalap lain, lebih khususnya dengan Andrea Dovizioso,” tulis Don Balon.

Exit mobile version