Site icon nuga.co

Rossi Punya Masalah dengan Ban Motornya

Valentino Rossi selalu mengeluhkan masalah di ban depannya sejak tes di MotoGP Sepang.

Puncak kekesalan Rossi dirasakan usai balap di MotoGP Qatar.

Dia mengatakan sulit meraih hasil maksimal saat bagian depan motor tak mendukung. Terkait ini, Michelin selaku pemasok ban di MotoGP pun buka suara.

Manager of the Two-Wheel Michelin Motorsport, Piero Taramasso mengatakan masalah di ban depan Rossi bukan dikarenakan produk ban yang dipakainya. Itu disebabkan oleh setelan motor dari kru Rossi yang tidak sesuai dengan cara pengereman Rossi.

Hal paling kontras bisa dilihat saat Rossi menjalani tes dengan hasil yang begitu berbeda. Tercepat saat latihan pertama, namun terperosok usai latihan kedua.

Saat itu Rossi mengatakan, dia sudah menghancurkan sisi kanan ban depannya. Rossi juga merasa bukan produk Michelin yang bermasalah di motornya.

“Saya tidak tahu. Pagi ini [Jumat] baik-baik saja. Ban sama. Biasanya jika ban itu buruk, Anda merasakannya dari awal. Tapi pagi ini, saya mereka oke. Jadi, bukan bannya, ada yang lain,” kata Rossi.

Kendati akhirnya mampu comeback hebat saat balapan, start ke-14 dan finis kelima, permasalahan yang dialami Rossi masih mengundang rasa penasaran. Mengomentari hal tersebut, Taramasso memberikan penjelasannya, termasuk menyoal gaya balap The Doctor.

“Tampaknya itu terkait dengan set-up motor. Valentino mengerem sangat keras, terlambat, tidak seperti Marc Marquez, namun mendekati. Dia cukup agresif dan dia membutuhkan keseimbangan yang sangat, sangat baik untuk mengimbangi ban depannya,” kata Taramasso seperti dikutip Motorsport.

“Di trek [Losail] ini, khususnya, dia memiliki masalah. Dengan pasir di lintasan, kelembaban, suhu rendah, setiap pembalap memiliki masalah untuk membuat ban depan bekerja, dan jika penyesuaian Anda tidak sempurna, Anda menciptakan graining [karet ban mengelupas dan menempel pada bagian luar ban sehinggap memperburuk grip] dan ban Anda cepat aus.”

Taramasso mengindikasikan Rossi bukan satu-satunya pembalap yang mengalami kendala yang sama. Dia memperhatikan itu saat balapan.

“Dia bukan satu-satunya, pembalap lain juga mengalami masalah sama. Jika Anda turun ke trek, Anda akan melihat bahwa kadang-kadang ada graining pada ban. Perlu untuk melakukan lebih banyak putaran dan biasanya dapat dibersihkan. Dalam beberapa kasus, jika set-up tidak benar, maka tidak pernah bisa dibersihkan,”katanya, mengakhiri.

Sementara itu produsen ban  ban MotoGP, Michelin enggan disalahkan rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi atas masalahnya di Sirkuit Losail, Qatar, beberapa waktu lalu.

Saat seri pertama MotoGP  di Qatar, Rossi mencatatkan waktu terbaik di sesi latihan pertama. Namun, pembalap asal Italia itu terpuruk di sesi kedua dan membuatnya balapan dari posisi keempat belas.

Untungnya, saat balapan, Rossi berhasil mendulang poin. Dia finis di posisi kelima. Rossi sendiri merasa bingung dengan masalah yang dialaminya, meski dia menggunakan ban depan yang sama.

Manajer of the Two-Wheel Michelin Motorsport, Piero Taramasso mengatakan, Rossi bisa terpuruk karena settingan motor yang salah, bukan masalah ban depan.

“Tampaknya itu terkait dengan set-up motor. Rossi mengerem sangat keras, terlambat, tidak seperti Marc Marquez. Rossi cukup agresif dan dia membutuhkan keseimbangan yang sangat, sangat baik untuk mengimbangi ban depannya,” kata Taramasso, dikutip dari Motor Sport.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Rossi tidak menyesuaikan ban dengan faktor lainnya di Sirkuit Losail. Hal tersebut, menurut Taramasso menjadi penyebab utama Rossi sempat terpuruk saat sesi latihan bebas kedua MotoGP Qatar.

“Di Losail, Rossi memiliki masalah. Dengan pasir di lintasan, kelembaban, suhu rendah, setiap pembalap memiliki masalah untuk membuat ban depan bekerja, dan jika penyesuaian Anda tidak sempurna, Anda menciptakan graining dan ban Anda cepat aus,” ucapnya.

Exit mobile version