Site icon nuga.co

Rossi Masih Tetap Dibutuhkan di MotoGP

Mantan pebalap MotoGP, Loris Capirossi, menilai ajang balap motor kelas utama itu membutuhkan Valentino Rossi yang telah mewarnai kejuaraan adu cepat kuda besi sejak 2000.

Capirossi menganggap balapan MotoGP selalu menarik untuk diikuti. Menurut pebalap yang pernah menjadi juara dunia kelas 250cc itu, perkembangan zaman menambah daya tarik persaingan pebalap di lintasan.

“Selalu ada evolusi yang berkelanjutan, media sosial dan televisi menghadirkan sisi yang menarik, tetapi yang paling penting adalah keberadaan karakter yang tepat dan pebalap. Valentino telah membantu kita dalam beberapa tahun terakhir, dia memiliki karakter yang hebat,” ucap Capirossi seperti dikutip Tuttomotoriweb dari La Gazzetta dello Sport.

Capirossi menyambut positif keinginan Rossi membalap hingga usiaempat puluhan. Di sisi lain pebalap asal Italia itu juga menantikan junior-juniornya tampil mengangkat nama Negeri Pizza di ajang MotoGP.

“Vale saat ini sudah berusia empat puluh tahun dan masih memiliki keinginan dan berusaha tampil lebih baik lagi dan tidak memiliki keinginan pensiun dan itu adalah hal positif.”

“Bagaimanapun di saat yang bersamaan kita membutuhkan talenta baru, pebalap muda, mungkin dari Italia untuk mengikuti apa yang telah Vale lakukan meski itu tidak akan mudah,” jelas Capirossi.

Keberadaan Marquez yang dominan pada balapan MotoGP dalam kurun tujuh tahun terakhir tidak dimungkiri Capirossi. Menurutnya, kehadiran pebalap muda seperti Marquez menambah menarik kejuaraan MotoGP pada tahun-tahun ke depan.

“Dengan Marquez, dalam beberapa tahun ke depan kita memiliki sosok yang fenomenal, tetapi juga ada banyak pemenang. MotoGP menawarkan kejuaraan yang menarik, Marc mungkin membawa perbedaan, tetapi levelnya sangan seimbang jadi akan selalu untuk melihat balapan demi balapan,” terang Capirossi.

Pebalap MotoGP, Aleix Espargaro, merasa Valentino Rossi bakal lebih lama bertahan di ajang balap motor kelas utama lantaran baru saja mengganti kepala mekanik.

Rossi baru saja mengumumkan perubahan kepala mekanik untuk musim balap dua tahun mendatang Posisi yang sebelumnya diisi Silvano Galbusera bakal ditempati David Munoz.

Espargaro menilai pergantian tersebut mengindikasikan keinginan Rossi bertahan lebih lama bersaing di MotoGP.

“Perekrutan kepala mekanik yang masih muda dan bertalenta seperti David Munoz tidak berarti apa-apa kecuali merupakan sinyal yang menunjukkan keinginan Rossi untuk terus bersaing dalam waktu yang tidak pendek,” ucap Espargaro dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Saya berharap dapat melihat Valentino di lintasan pada musim depa. Bagi saya untuk bisa berada di depan salah satu pebalap terbesar dalam sejarah dunia balap motor adalah kesempatan yang luar biasa. Di Italia dia dianggap pahlawan atas apa yang telah dilakukan dan masih berlangsung hingga kini,” sambung pebalap tim Aprilia itu.

Kontrak terbaru Rossi dengan Yamaha yang ditandatangani pada setahun lalu bakal usai pada akhir tahun depan. Seiring usia Rossi yang sudah mencapai kepala empat, musim depan pun diprediksi sebagai musim terakhir The Doctor di MotoGP.

Menjelang musim terakhir, Rossi mengumumkan pergantian kepala mekanik untuk membantunya mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia ke-sepuluh.
Pada MotoGP  ini Rossi gagal bersaing dalam perebutan gelar juara. Pebalap veteran itu kini menempati peringkat keenam.

Pebalap Yamaha Valentino Rossi disebut mekanik pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli, Ramon Forcada, tak akan bisa lagi juara MotoGP.

Faktor usia dianggapnya sebagai salah satu yang membuatnya terlempar dari persaingan gelar juara di ajang balapan motor paling bergengsi tersebut.

“Juara dunia [MotoGP]? Tidak. Balapan bakal sangat sulit untuk dikatakan. Menurut saya sangat sulit [Rossi] memenangkan balapan di trek kering.”

“Bisa dibilang balapan yang langka, namun [bersaing] dengan para pebalap muda dengan kecepatan yang mereka miliki, memenangkan balapan dalam situasi normal amat sulit,” ujar Forcada dikutip dari Marca.

Seentara itu, pebalap MotoGP, Aleix Espargaro, merasa Valentino Rossi bakal lebih lama bertahan di ajang balap motor kelas utama lantaran baru saja mengganti kepala mekanik.

Rossi baru saja mengumumkan perubahan kepala mekanik untuk musim balap dua tahun mendatang Posisi yang sebelumnya diisi Silvano Galbusera bakal ditempati David Munoz.

Espargaro menilai pergantian tersebut mengindikasikan keinginan Rossi bertahan lebih lama bersaing di MotoGP.

“Perekrutan kepala mekanik yang masih muda dan bertalenta seperti David Munoz tidak berarti apa-apa kecuali merupakan sinyal yang menunjukkan keinginan Rossi untuk terus bersaing dalam waktu yang tidak pendek,” ucap Espargaro dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Saya berharap dapat melihat Valentino di lintasan pada musim depa. Bagi saya untuk bisa berada di depan salah satu pebalap terbesar dalam sejarah dunia balap motor adalah kesempatan yang luar biasa. Di Italia dia dianggap pahlawan atas apa yang telah dilakukan dan masih berlangsung hingga kini,” sambung pebalap tim Aprilia itu.

Kontrak terbaru Rossi dengan Yamaha yang ditandatangani pada setahun lalu bakal usai pada akhir tahun depan. Seiring usia Rossi yang sudah mencapai kepala empat, musim depan pun diprediksi sebagai musim terakhir The Doctor di MotoGP.

Menjelang musim terakhir, Rossi mengumumkan pergantian kepala mekanik untuk membantunya mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia ke-sepuluh.
Pada MotoGP  ini Rossi gagal bersaing dalam perebutan gelar juara. Pebalap veteran itu kini menempati peringkat keenam.

Pebalap Yamaha Valentino Rossi disebut mekanik pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli, Ramon Forcada, tak akan bisa lagi juara MotoGP.

Faktor usia dianggapnya sebagai salah satu yang membuatnya terlempar dari persaingan gelar juara di ajang balapan motor paling bergengsi tersebut.

“Juara dunia [MotoGP]? Tidak. Balapan bakal sangat sulit untuk dikatakan. Menurut saya sangat sulit [Rossi] memenangkan balapan di trek kering.”

“Bisa dibilang balapan yang langka, namun [bersaing] dengan para pebalap muda dengan kecepatan yang mereka miliki, memenangkan balapan dalam situasi normal amat sulit,” ujar Forcada dikutip dari Marca.

Rossi disebut salah satu pebalap spesialis di sirkuit basah. Sementara balapan kali ini lebih sering dengan sirkuit kering.

Forcada mengungkapkan faktor lainnya yang membuat Rossi sulit berpeluang meraih juara MotoGP lagi.

“Teknik balapan saat ini sudah banyak berubah dan juga ada faktor motivasi,” terang mantan mekanik Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales tersebut.

Keputusan Rossi untuk memilih David Munoz sebagai direktur tekniknya yang baru dinilai Forcada erat kaitannya dengan motivasi sang pebalap.”Dengan perubahan ini, Valentino [Rossi] ingin memotivasi dirinya. Jelas sekali Rossi tidak akan mencari mekanik berpengalam selain untuk memotivasi dirinya sendiri.”

“Hal yang sama terjadi ketika dia mengganti Burguess dengan Galbusera pada 2014,” terang Forcada.

Meski demikian, Forcada menilai Rossi tetap tak memiliki kans untuk menjuarai MotoGP kendati memiliki kebebasan dalam mengganti mekanik di timnya.

Exit mobile version