Site icon nuga.co

Rossi Latihan Ekstra Ketat Demi 2015

Valentino Rossi tidak main-main dengan ambisinya untuk meraih trofi kesepuluh dalam karir balapnya di musim ini. Ambisinya ini dibuktikan lewat kegiatan ekstranya berlatih fisik di gym untuk menghadapi saingan nutamanya Marc Marquez di MotoGP 2015.

Bagi Rossi, stamina dan kebugaran jadi faktor penting untuk dapat bersaing dengan rivalnya.
Menjadi pembalap paling sukses dengan tujuh kali juara dunia MotoGP, penampilan Rossi di musim lalu belum sepenuhnya konsisten.

Ia jauh dari kata bisa bersaing dengan Marquez, dan praktis hanya bertarung demi posisi dua bersama Jorge Lorenzo dan Dani Perdrosa.

“Kini saya berlatih enam puluh lima persen di gym dan tiga puluh lima persen di atas motor. Saya harus memperhatikan setiap detail agar jadi yang terbaik, karena itulah satu-satunya cara untuk mengalahkan Marc,” ucap Rossi kepada “La Gazzetta dello Sport,” Jumat, 23 Januari 2015.

“The Doctor,” begitu ia akrab di sapa, juga memberikan pendapat bahwa terlalu dini untuk membicarakan peluangnya meraih gelar dunia ke-sepuluh musim ini.

Menurutnya, ia harus mengamati level Marquez, Lorenzo dan Pedrosa lebih dulu.

“Masih terlalu awal untuk membicarakannya, tapi dengan hasil tahun lalu, saya masih berharap bisa lebih baik lagi, lebih kompetitif dan memenangkan lebih banyak balapan. Saya ingin melakukan semuanya, tapi saya harus melihat level Marc, Jorge dan Dani,” ungkapnya.

Selain menghadapi pesainya Marc Marquez, Valentino Rossi juga mendapat tekanan dari media massa yang menspekulasikan kondisinya.

Media massa selalu menghadapkannya dengan pertanyaan bagaimana ia mampu mengalahkan Marquez.
Sebagai rival, Valentino Rossi pun memberikan pendapat terkait besarnya tekanan media massa terhadap para pembalap.

Rossi kembali teringat pada masa lalunya, di mana ia dalam masa jaya meraih lima gelar dunia beruntun pada 2001-2005. Pada saat itu, para rivalnya juga kerap dimintai pendapat soal kesuksesan The Doctor.
Rider Italia itu sendiri menyadarinya dan mengaku tak senang dengan hal itu.

“Sepanjang tahun 2014, saya dan pembalap lain dibombardir dengan pertanyaan soal Marc. Kini saya jadi paham apa yang dirasakan para rival saya dulu. Ini tidak menyenangkan, karena seorang pembalap tak ingin membicarakan kiprah pembalap lain,” ucap Rossi kepada La Gazzetta dello Spor.

Namun, Rossi tetap memaklumi perkembangan media saat ini. Ia pun tak terlalu keberatan, lantaran persaingan MotoGP saat ini tak terlalu berpengaruh pada hubungan antar pembalap di luar lintasan.

“Di semua kejuaraan manapun pasti ingin membicarakan pembalap nomor satu. Kini Marc juga punya tekanan dari media yang sama besarnya seperti saya dulu. Meski begitu, kini situasinya sudah berbeda. Kami semua memang bertarung habis-habisan di lintasan, tapi saling menghormati,” tandasnya.

Sementara Rossi sibuk dengan peneyegaran fisik , Marc Marquez kini sedang bersaing dengan Lewis Hamilton untuk meraih atlet terbaik sejagad versi Laureus World Sport Award 2015.

Acara yang bakal digelar di China pada April mendatang itu, terselip nama Marc Marquez dan Lewis Hamilton.

Seperti diketahui, bersama tim Repsol Honda di MotoGP, Marquez berhasil meraih gelar juara yang terbilang fantastis. Mengingat di musim perdananya di balapan motor tercepat, pembalap berjuluk The Baby Alien itu mampu menyingkirkan sejumlah rider kawakan sekelas Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Begitu pun dengan Hamilton yang sukses merebut gelar juara dunia Formula One (F1) untuk kali kedua, setelah pada 2008 silam. Meski harus berjuang hingga akhir perlombaan, mengingat rekan satu timnya di Mercedes Nico Rosberg memberikan persaingan yang luar biasa.

Seperti dilansir Eurosport, Jumat, 23 Januari 2015, “Marquez dan Hamilton berhasil menarik perhatian dunia setelah memenangkan gelar dunia di tahun 2014. Kendati demikian, untuk mendapatkan penghargaan tersebut keduanya harus bersaingan dengan sejumlah atlet lainnya.”

Exit mobile version