Site icon nuga.co

Rossi: ”Karir Saya Masih Cemerlang”

Valentino Rossi membantah karirnya berada di persimpangan jalan di tahun 2016, bersamaan dengan “kenaikan” usianya ketiga puluh tujuh tahun, tuntutan untuk segera menikah dan persaingan yang makin ketat dari para pebalap muda seperti Marc Marquez.

Lantas bagaimana reaksi Rossi dengan deretan hadangan itu?

“Saya akan mengenyahkan satu persatu. Saya akan tetap konsisten untuk kembali menggapai juara di musim depan,” katanya kepada “crash,” Selasa, 29 Desember 2015.

Ya Rossi bak peribahasa tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi.

The Doctor masih menyimpan ambisi besar untuk meraih gelar dunia yang kesepuluh musim depan setelah kegagalannya tahun ini.

Rossi kalah dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo yang akhirnya menjadi juara MotoGP musim lalu.

Bagi Rossi usia tak terlalu memberi banyak pengaruh pada ajang balap melainkan motivasi kuat dan kemampuan timnya beradaptasi dengan ban Michelin, yang menggantikan Bridgestone untuk musim depan.

“Jika kita semua melihat sejarah manusia maka tidak banyak perbedaan antara usia yang saya jalani. Saya akan mampu mengendarai motor kurang lebih dengan kecepatan yang sama seperti musim lalu,” ucap Rossi kepada Autosport, Selasa, 29 Desember 2015.

“Segalanya banyak bergantung dengan motivasi saya, bagaimana Yamaha merespon dengan ban Michelin, pekerjaam kami dan segalanya. Segalanya akan berbeda musim depan dan saya akan mencoba yang terbaik seperti yang selalu saya lakukan,” tegasnya.

The Doctor yakin masih bisa merebut gelar juara dunia MotoGP pada musim 2016.

Rossi kini tinggal butuh satu gelar juara dunia lagi untuk menggenapinya menjadi sepuluh.

Sebelumnya, pebalap asal Italia itu sudah merebut sembilan gelar juara dunia

Musim depan Rossi akan berusia tiga puluh tujuh, namun mantan pebalap Ducati itu optimistis akan tetap tampil kompetitif.

“Jika Anda cek sejarah manusia, usia yang saya jalani tidak ada perbedaan besar. Saya tidak khawatir,” ujar Rossi seperti dilansir Autosport.

Rossi menjadi runner-up dalam dua musim terakhir.

Musim lalu Rossi kehilangan gelar juara dunia secara kontroversial setelah kalah dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

“Musim depan saya bisa lebih cepat atau setidaknya sama seperti musim lalu. Namun, semuanya tergantung motivasi, kecocokan Yamaha dengan ban Michelin, kerja keras kami dan faktor lainnya. Tahun depan ceritanya akan berbeda, tapi saya akan tetap berusaha,” ucap Rossi.

Sementara itu, direktur pelaksana Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengakui Rossi masih terpukul dengan kegagalan musim lalu. Namun, Jarvis yakin Rossi akan mampu melupakan kegagalan tersebut.

“Kehilangan gelar juara dunia hanya kalah lima tahun pasti berat bagi Rossi, terutama dia memimpin klasemen sejak awal musim. Itulah persoalan utama memiliki dua pebalap hebat dalam satu tim. Bahkan ketika tim kami menang, akan selalu ada yang tidak senang,” ucap Jarvis.

“Kita tidak bisa memutarbalik waktu. Tapi, saya yakin Rossi hanya akan fokus ke masa depan,” sambung pria asal Inggris tersebut.

Valentino Rossi memang mengalami masa buruk setelah gagal menjadi juara MotoGP musim lalu.

Sang ibu, Stefania Palma, bahkan sempat mengatakan Rossi sangat terpukul atas kekalahan menyakitkan tersebut.

Tidak hanya itu, Stefania bahkan mengutarakan dirinya tidak pernah melihat anaknya menjadi begitu diam.

Ia mengaku beruntung karena setelah MotoGP 2015 berakhir, Rossi berada di tengah-tengah orang yang mendukungnya seperti sang pacar, Linda Morselli.

Linda dan Rossi memang telah menjalani hubungan yang cukup serius dan cukup lama. Saking lamanya, ayah Rossi, Grazziano Rossi, sempat meminta anaknya untuk segera menghadiahi cucu untuk dirinya. Menanggapi keinginan Grazziano, Stefania langsung angkat bicara.

“Mereka harus menikah terlebih dahulu! Tetapi di balik itu, mereka adalah pasangan yang cocok. Saya sangat menyukai Linda. Kami memiliki hubungan yang baik,” ujar Stefania seperti diberitakan Gazzeta della Sport.

Selain menyebut Linda sebagai penghibur Rossi usai kecewa dengan balapan 2015, Stefania juga menyebut balapan Rally Monza menjadi obat bagi anaknya untuk kembali bangkit. Pada musim mendatang, Stefania akan menyaksikan kedua anaknya berlaga di balapan Moto2 dan MotoGP

Salah satu peserta ajang balap Formula One , Carlos Sainz, memberikan prediksinya mengenai persaingan MotoGP 2016.

Pembalap tim Torro Rosso-Renault itu menjagokan Valentino Rossi sebagai kampiun di ajang balap Kuda Besi tersebut.

Seperti diketahui, Rossi tampil sangat mengesankan di MotoGP 2015.

Kini jelang bergulirnya MotoGP 2016, banyak kalangan mulai memberikan prediksi mengenai jalannya kompetisi, tak terkecuali Sainz.

Bahkan, ia memprediksi Rossi bakal meraih gelar juara dunia MotoGP tahun depan.

“Saya rasa di musim depan masih akan menjadi persaingan di antara empat pembalap papan atas MotoGP saat ini, yaitu Rossi, Lorenzo, Marquez, dan Dani,” ucap Sainz, seperti disadur Speedweek.

“Namun dengan pengalaman pahit di musim lalu, saya rasa Rossi jauh lebih diunggulkan ketimbang para pesaingnya. Selain itu, saya juga melihat bahwa Rossi masih mampu mempertahankan konsistensinya sebagai seorang pembalap,” pungkas muda tersebut.

Exit mobile version