Site icon nuga.co

Rossi Heran dengan Posisinya di Klasemen

Pebalap Yamaha, Valentino Rossi mengaku heran dengan posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2018 yang dipegangnya di saat ia mengalami banyak masalah bersama Yamaha musim ini.

Rossi sering mengeluh sejak awal musim MotoGP 2018. Keluhan Rossi tentang performa motor Yamaha tetap terdengar hingga balapan akhir di MotoGP San Marino.

Rossi menganggap motor Yamaha miliknya belum bisa mengantarnya jadi juara seri lantaran performanya belum konsisten. Meski demikian Rossi saat ini ada di posisi ketiga klasemen, bahkan sebelumnya sempat ada di posisi kedua.

Rossi mengakui bahwa peluang juara dunia musim ini sudah nyaris tertutup untuk dirinya. Meski demikian, Rossi bertekad akan berjuang di sisa enam seri balapan yang ada.

“Kami harus tetap konsentrasi dan memberikan kemampuan maksimal karena dalam klasemen kejuaraan, secara ajaib saya ada di posisi ketiga.”

“Sejatinya saya tak mengerti mengapa saya bisa ada di posisi ketiga,” kata Rossi seperti dikutip dari Motorsport.

Keberhasilan Rossi ada di posisi ketiga, setelah sebelumnya sempat di posisi kedua, tak lepas dari kesialan yang dialami Andrea Dovizioso di beberapa seri dan baru bangkitnya Jorge Lorenzo di sejumlah seri terakhir.

Ketika performa Dovizioso kembali ke level terbaiknya, ia bisa mengejar Rossi. Bahkan bila Lorenzo tak mengalami kecelakaan di San Marino, Rossi kini ada di posisi keempat.

“Sangat sulit untuk bertahan di posisi ketiga, namun kami punya target dan berusaha untuk bertahan. Kami tak jauh dari Dovizioso dan punya keunggulan poin atas Lorenzo dan Maverick Vinales.”

“Menilik hal tersebut, kami masih punya target penting untuk dikejar,” ujar Rossi.

Terhadap poisisnya itu Rossi  mengatakann hambatan mesin Yamaha menjadi sebeb unggulan kegagalannya meraih podium  di San Marino

“Yamaha mengalami masalah baru  yang mempengaruhi performanya pada musim balap MotoGP musim ini selain problem perangkat elektronik dan ban,” ungkap Rossi se[perti ditulis “cras,” Rabu, 12 September..

Rossi yang tidak mampu menembus peringkat tiga besar pada tiga balapan terakhir pada putaran kedua  memperkirakan masalah mesin menambah persoalan yang menghambat laju motor

Bahkan Rossi juga mengatakan dua rival utama tim berlambang garpu tala, Ducati dan Honda, telah belajar dari Yamaha untuk meningkatkan kecepatan di lintasan.

“Mungkin saja ada masalah mesin. Kami bisa mengatakan Ducati dan Honda belajar dari Yamaha, karena tiga sampai empat tahun lalu Yamaha sangat lancar dan Honda serta Ducati lebih sering menjerit [mengeluarkan kritik],” kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Dalam beberapa tahun belakangan terlihat Ducati dan Honda membuat motor mereka mirip dengan Yamaha, tapi mereka memiliki V-engine, kami memiliki mesin empat silinder  mungkin itu bisa saja [menjadi masalah]. Tetapi sejujurnya saya tidak tahu,” sambung

Gagal menempati podium dalam tiga balapan terakhir membuat Rossi kian menjauh dari pemimpin klasemen Marc Marquez dan kini harus menempati peringkat ketiga setelah disalip Andrea Dovizioso.

Selain Rossi, Maverick Vinales juga mengalami kesulitan bersaing dengan pebalap-pebalap papan atas. Vinales yang menempati peringkat lima di klasemen pebalap juga merasa tidak mampu memaksimalkan motor tunggangannya.

“Saya bukan teknisi, saya tidak tahu [apakah Yamaha harus mengganti mesin]. Saya hanya tahu jika motor memiliki daya cengkeram, maka akan menjadi motor terbaik, tapi jika kita kehilangan daya cengkeram, perangkat elektronik tidak dapat membantu motor dan itu membuat motor tidak bisa melaju cepat,” ucap Vinales.

Kini jarak antara Valentino Rossi dan gelar juara dunia semakin menjauh

Pebalap Movistar Yamaha itu bahkan tidak pernah meraih podium di paruh kedua musim.

Rossi semakin terpuruk di MotoGP, baik di klasemen sementara maupun penampilannya melawan para pesaing di lintasan.

Pada MotoGP San Marino lalu yang berlokasi cukup dekat dari kampung halamannya, Rossi hanya menempati peringkat ketujuh.

Finis ketujuh merupakan salah satu catatan terburuk Rossi pada musim ini setelah berada di peringkat kesembilan belas pada MotoGP Amerika Serikat.

Dari sembilan balapan pada putaran pertama, pebalap yang sudah tampil di balap motor kelas primer sejak tahun dua ribuan itu mampu naik podium sebanyak lima kali.

Pada putaran kedua belum sekalipun Rossi masuk jajaran tiga besar. Kali terakhir Rossi meraih podium pada balapan MotoGP Jerman Juli lalu.

Posisi The Doctor pun makin melorot dalam tiga balapan yang digelar, selain MotoGP Inggris yang batal terlaksana karena hujan deras.

Rossi menempati peringkat keempat pada MotoGP Ceko. Sepekan berselang di MotoGP Austria, pebalap gaek itu finis di urutan keenam. Pada MotoGP San Marino, Rossi tidak mampu bersaing dengan para rival dan harus puas dengan poin sembilan.

Peringkat Rossi di klasemen pebalap pun jatuh. Setelah cukup stabil di peringkat kedua, Rossi kini menghuni peringkat ketiga disalip Andrea Dovizioso yang menjadi kampiun pada MotoGP San Marino .

“Saya tidak ingin memikirkan tentang hal itu lagi. Keputusan telah dibuat. Saya tidak dapat mengubahnya,” ujar Rossi ketika ditanya mengenai kontrak baru di Yamaha selama dua tahun karena sebelumnya merasa masih bisa bersaing di jajaran pebalap papan atas MotoGP seperti dilansir Speedweek.

“Selama tiga tahun belakangan kami mampu mengawali musim dengan cukup baik. Tapi sepertinya kami akan mengalami masalah teknis pada paruh kedua musim ini. Dalam tiga tahun terakhir saya telah meraih banyak podium pada paruh pertama musim dibanding paruh kedua,” jelas Rossi.

Exit mobile version