Site icon nuga.co

Rossi : “Hai! Jangan Berduka, Saya Sehat”

Valentino Rossi menyampaikan kepada fansnya, pesan lewat media Twitter, untuk tidak berduka karena ia sudah keluar dari rumah sakit, dalam keadaan sehat dan segera membalap lagi di MotoGP Jepang dua pekan mendatang.

“Tak ada duka. Saya siap membalap lagi. Kita tetap bersama. Tak ada yang kehilangan,” sapa Rossi lewat akun Twitter. Rossi juga memasang gambarnya yang sedikit lusuh ketika keluar dari rumah sakit di akunnya.

Sapaan dari pebalap Yamaha ini ditujukan untuk menghentikan kecemasan penggemarnya di seluruh dunia tentang kabar ia mengalami geger otak berat ketika terjatuh di lap keempat Sirkuit Aragon ketika sedang bersaing dengan Marquez, Pedrosa dan Lorenzo.

Menurut situs “crash” apa yang dilakukan Rossi untuk memberikan ketenangan bagi para pecinta The Doctor yang mencemaskan kondisinya usai kecelakaan di GP Aragon.

Saat menjalani race GP Aragon, Minggu malam, Rossi jatuh di lap keempat saat ingin menyalip Dani Pedrosa. Namun sudut yang diambil terlalu melebar dan keluar jalur, alhasil ia tak dapat mengendalikan motor dan terjatuh hingga motornya menimpa Rossi.

Ia pun langsung diperiksa oleh tim medis “Clinica Mobile” dan dikatakan oleh Michele Zasa selaku direktur tim, bahwa Rossi menderita gegar otak. Namun cederanya tak serius dan ia pun menjalankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit Alcaniz.

Seolah ingin menjawab semua spekulasi seputar kondisi teranyarnya, Vale –sapaan Rossi- mengunggah fotonya di akun Twitter dengan menuliskan, “Hai semua, saya baik-baik saja, hanya sedikit pusing di kepala”

Suka duka mewarnai jalannya balapan GP Aragon, Spanyol, Minggu malam. Suka bagi mereka yang naik podium, dan duka untuk mereka yang mengalami insiden di trek sepanjang lima kilometer tersebut.

Sejumlah kecelakan terjadi di balapan tadi malam. Valentino Rossi harus terjatuh hingga ditandu keluar lintasan saat ingin menyalip Dani Pedrosa. Sayang, The Doctor terlalu melebar sehingga tak mampu mengendalikan kuda besinya dan terhempas ke pinggir trek.

Begitu pun yang dialami sang juara musim lalu, Marc Marquez. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu terjatuh di tiga lap tersisa lantaran tak mampu menguasai aspal basah Aragon. Ini disebabkan Marc enggan mengganti motornya dengan setingan basah, beberapa lap sebelumnya.

Andrea Ianone juga bernasib sama, dia terjatuh di lap kedua setelah kehilangan keseimbangan yang membuatnya keluar aspal.

Atas insiden ini, Lorenzo menilai dunia olahraga adu geber roda dua kadang sedikit terlihat gila, dalam artian tidak bisa diprediksi dan tak masuk akal.

“Apa pun bisa terjadi, dan olahraga ini kadang-kadang gila. Hal ini dapat mengejutkan Anda secara positif atau secara negatif. Kali ini kami sudah sangat, sangat positif karena dalam kondisi sulit ini, apa pun bisa terjadi dan Anda harus sangat fokus, tahu kapan harus mengganti motor dan memiliki sedikit keberuntungan,” kata Lorenzo dikutip Crash, Senin, 29 September 2014.

“Hari ini kami memiliki banyak keberuntungan, tapi juga berkendara dengan sangat baik di lintasan kering dan basah. Saya sangat fokus dan memberikan segalanya. Jadi kemenangan ini adalah kombinasi segala hal,” lanjut Lorenzo.

“Dengan suhu yang lebih rendah, saya merasa lebih baik dari kemarin dan saya tahu saya bisa menjadi sedikit lebih cepat karena ban yang digunakan dalam kualifikasi itu tidak baik. Saya melihat pada warming up lap, motor bekerja dengan baik, saya bisa mengerem dengan baik dan membawa kecepatan,” tuntas X-Fuera.

Sementara itu surat kabar “Marca” dalam analisanya Senin, 29 September 2014, mengkritik Marc Marquez karena tidak menunjukkan ketenangannya dan membiarkan dirinya diliputi sisi ambisius untuk meraih kemenangan.

Ketimbang masuk pitstop untuk menyesuaikan settingan motor dengan trek licin akibat hujan, “Baby Allien,” begiti Marc disapa, lebih memilih untuk memacu motornya demi mengejar kemenangan yang tinggal menyisakan tiga putaran.

Alhasil ia terjatuh dan menyesali keputusannya untuk tak masuk bengkel lebih awal.

“Perlombaan hari ini sulit karena saya, dan juga pembalap lainnya di MotoGP tak pernah mengalami sirkuit dengan kondisi seperti ini sebelumnya. Saya pikir kami melakukan pekerjaan dengan baik sepanjang pekan ini – sayang saya terjatuh,” tutur Marquez, diberitakan Autosport, Senin, 29 september 2014.

“Saya mencoba untuk bertahan karena hanya tersisa beberapa putaran lagi, namun hari ini saya belajar pada situasi seperti ini, lebih baik menggunakan strategi yang berbeda,” kesalnya.

Uniknya, kesalahan strategi Marquez diikuti rekannya, Dani Pedrosa. Sama halnya seperti Marquez, Pedrosa juga mengaku membuat keputusan yang salah untuk mengganti settingan motor.

“Saya membuat keputusan yang salah ketika tiba waktunya mengganti motor dan tidak melakukannya. Ban saya tak lagi dapat bertahan dan saya terjatuh. Beruntung saya mampu melanjutkan lomba dan mengambil dua poin dari perlombaan. Sedikit kecewa melaju jauh dan tidak mendapatkan hasil yang baik, namun pengalaman ini penting untuk dipelajari dan bangkit di perlombaan selanjutnya,” ujar Pedrosa.

Exit mobile version