Site icon nuga.co

Rossi Geram Gagal di Dua Balapan Akhir

Valentino Rossi secara terbuka, seperti ditulis “crash,” hari ini, Selasa, 15 Agustus, masih merasa geram kegagalan beruntun yang dialaminya di MotoGP Ceko dan Austria.

Di kedua sirkuit itu ia gagal menginjak podium.

“Saya belum menemukan solusi tepat atas masalahnya di trek. Saya  masih mengalami masalah yang sama seperti di Jerez dan Barcelona sebelumnya,” katanya setengah meradang

Pebalap Movistar Yamaha itu hanya mampu finis di posisi ketujuh pada seri di Sirkuit Red Bull Ring, Austria,.

Sempat berada di posisi keempat, Rossi melorot ke urutan ketujuh  lantaran kesalahannya saat itu.

Ia terlalu melebar menikung di sisi luar tikungan delapan belas sehingga mampu disalip tiga pebalap di belakangnya.

“Ini sungguh disayangkan karena kami telah bekerja sangat keras. Namun, tampaknya ini masalah yang sama seperti di Jerez dan Barcelona,” terang Rossi seperti dikutip GP Update.

“Ketika kami menggunakan ban belakang terlalu banyak, mo

Rossi pun mengakui bahwa kontrol ban belakang di GP Austria jadi salah satu titik terlemah yang membuat Yamaha kesulitan.

“Masalah mulai muncul setelah sepuluh hingga dua belas2 lap dilewati. Kami terlalu memberikan tekanan pada ban belakang sehingga kondisi ban belakang benar-benar menurun. Hal itu membuat kami kehilangan kecepatan.”

“Mulai dari situ sulit bagi saya untuk mengontrol motor. Saya pun juga melakukan kesalahan dalam teknik pengereman,” tutur Rossi

Dengan gagalnya Rossi di dua balapan terakhir ini  ia  mulai kehilangan tenaga untuk bersaing dalam perburuan gelar juara dunia.

Mereka menyebut masalah pada ban merupakan faktor yang jadi penyebab kegagalan bersaing di seri GP Austria.

Rossi saat ini berjarak tiga puluh tiga angka dari  Marquez sang juara bertahan tersebut. Hal itu terjadi karena  Rossi selalu mencatat hasil finis lebih buruk dibandingkan Marquez.

Rossi hanya mampu mengakhiri lomba di posisi keempat dan ketujuh. Sementara itu Marquez mampu jadi juara dan runner-up di dua seri terakhir.

Di balik ketidakmampuannya  Rossi punya pendapat   kondisi ban belakang membuatnya tidak punya tenaga yang cukup untuk mengejar pebalap Honda dan Ducati.

“Saya sangat sulit mengontrol cengkraman ban belakang sepanjang lomba. Ketika saya melebar saat coba menyusul Vinalesi, saya coba tenang dan berusaha hingga akhir, namun sulit untuk melakukannya hingga akhir balapan,” ujar Rossi seperti dikutip dari GP Update.

Rossi yakin bila masalah ban belakang tidak dibenahi, maka akan sulit bagi Yamaha untuk tampil kompetitif.

“Bukan hanya menghadapi pabrikan lain, namun juga menghadapi Johann Zarco . Sulit bagi kami untuk membuntutinya,” katanya.

Rossi pun mengakui bahwa kontrol ban belakang di GP Austria jadi salah satu titik terlemah yang membuat Yamaha kesulitan.

“Masalah mulai muncul  ketika memberikan tekanan pada ban belakang sehingga kondisi ban belakang benar-benar menurun. Hal itu membuat kami kehilangan kecepatan.”

“Mulai dari situ sulit bagi saya untuk mengontrol motor. Saya pun juga melakukan kesalahan dalam teknik pengereman,” tutur Rossi.

Valentino bahkan membeberkan masalah yang dialaminya itu ketika bersaing dengan rekan setimnya, Vinales, di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Vinales finis di urutan keenam, sedangkan Rossi harus puas berada persis di belakangnya.

Rossi yang sempat berada di posisi keempat, melorot ke peringkat ketujuh setelah menikung terlalu lebar dan kehilangan kecepatan.

“Saya mengalami banyak kehilangan cengkeraman di ban bagian belakang di seluruh balapan.”

“Ketika saya menikung terlalu melebar saat bersaing dengan Vinales, saya mencoba untuk tenang, membuat ban tetap bekerja hingga akhir, namun hal itu mustahil,” terang Rossi seperti dikutip dari MotoGP.com.

Vinales menilai, masalahnya bukan hanya sulit bersaing dengan pabrikan lain. Bahkan, untuk mengejar pebalap seperti Johann Zarco pun masih amat sulit.

“Kami harus bekerja amat keras jika ingin tetap bersaing ketat di kejuaraan ini.”

Balapan seri berikutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, GP Britania Raya. Rossi sendiri optimistis bisa meraih hasil bagus di sana.

“Saya amat menyukai Silverstone, ini merupakan salah satu trek terbaik dalam kalender ini.”

“Saya selalu menyukai membalap di sana, saya senang dengan lintasannya,” terang Rossi.

Ia bertekad akan memberikan hasil terbaik dan menjadi yang terdepan di Silverstone

Exit mobile version