Site icon nuga.co

Rossi Fokus pada Balapan Musim Depan

Valentino Rossi melupakan tampilan buruknya sepanjang musim ini dan mulai fokus untuk memikirkan bagaimana bisa lebih tajam pada balapan tahun depan.

Ia  mengakui kegagalan di musim ini .

Tim Movistar Yamaha lewat Rossi dan Maverick Vinales sempat jadi tim terbaik di awal musim ketika kedua pebalap tersebut mendominasi podium di beberapa seri awal.

Namun setelah itu perkembangan Yamaha tidak sebaik yang ditunjukkan oleh Honda dan Ducati.

Yamaha sering kesulitan bertarung di trek basah sehingga mereka menjalani sejumlah seri dengan performa buruk lantaran hari perlombaan berlangsung dalam guyuran hujan.

“Seri terakhir musim ini sudah tiba. Memang bukan akhir yang menarik bagi kami. Namun dalam tiga seri terakhir di Eropa kami banyak mengumpulkan data untuk motor kami sehingga kami bisa tampil lebih bagus dalam kondisi lintasan kering.”

“Saya harap kami menjalani waktu yang bagus di Valencia dan bisa menampikan kinerja terbaik di sana.”

“Kami memang tak lagi bertarung dalam perburuan gelar juara duia namun kami akan mencoba menampilkan perlombaan yang bagus di sana,” tutur Rossi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Selain perlombaan seri terakhir, hal lain yang jadi fokus Rossi adalah sesi tes resmi yang akan digelar setelah GP Valencia selesai.

“Kami juga akan mencoba menggunakan sesi tes dua hari pada pekan depan untuk mulai bekerja dalam persiapan menghadapi musim mendatang mendatang,” tutur Rossi.

Rekan setim Rossi, Vinales, juga mengaku sudah bersiap untuk memaksimalkan sesi tes resmi setelah musim ini berakhir.

“Kami sudah fokus pada persiapan musim depan dan kami juga akan berusaha bekerja keras pada sesi tes resmi pekan depan,” ujar Vinales

Sementara itu pebalap Ducati Jorge Lorenzo menyatakan dirinya lebih mendukung rekan setimnya , Andrea Dovizioso jadi juara dunia MotoGP musim ini dibandingkan rekan senegaranya, Marc Marquez.

Ducati mengalami peningkatan performa luar biasa di tahun ini

Meski Lorenzo belum bisa memaksimalkan motor Desmosedici, namun Dovizioso bisa jadi pesaing utama Marquez dalam perburuan gelar MotoGP musim ini.

Jelang seri terakhir di GP Valencia, Dovizioso ada di posisi kedua dengan selisih dua puluh satu poin dari Marquez.

Meski peluang jadi juara dunia terbilang berat, namun secara hitungan matematis peluang tersebut belum tertutup.

“Titel juara dunia bagi Ducati tentu akan jadi hal yang sangat spesial. Tentu saja saya lebih memilih rekan setim saya jadi juara dunia.”

“Jelas bahwa olahraga ini adalah olahraga individu namun saya menginginkan yang terbaik untuk Ducati. Jadi ketika saya tak mampu memenangkannya, maka saya ingin Dovizioso yang melakukannya,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Pada musim ini, Lorenzo terlempar dari perburuan titel juara dunia. Di paruh awal musim, Lorenzo tak mampu beradaptasi dengan baik.

Hasil lomba di tiap seri pun sering inkonsisten.

Namun sejak paruh kedua, penampilan Lorenzo menjadi lebih baik. Ia bisa tampil lebih kompetitif.

Lorenzo pun menyatakan dirinya cukup puas dengan penampilan di musim perdananya dan tak pernah menyesal meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati.

“Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat meskipun hasilnya belum seperti yang saya sukai. Saya yakin bahwa cepat atau lambat hal itu akan datang meskipun saat ini saya belum terlalu kompetitif.”

“Saya akan terus bekerja keras dan tidak akan pernah menyerah,” kata Lorenzo.

Lorenzo sendiri berharap Ducati juga makin aktif melakukan sejumlah pengembangan yang membuatnya makin mudah menaklukkan motor Ducati dan membawanya ke performa terbaik.

“Saya harap Ducati bisa menawarkan sesuatu yang membuat saya lebih nyaman. Tim Ducati juga pasti akan bekerja mencari solusi yang membuat saya jadi lebih mudah menguasai motor ini,” ujar Lorenzo.

Exit mobile version