Site icon nuga.co

Rossi Bicara Ketidakadilan Media

Valentino Rossi berkoar melawan ketidakadilan media yang menulis komentar pengamat, analis dan publik MotoGP tentang pembedaan-pembedaan antara prestasi dirinya dengan Marc Marquez. “Ada ketidakadilan yang harus diluruskan antara prestasi masa lalu saya dengan keberuntungan yang didapatkan Marc Marquez hari ini,” gugat Rossi dalam wawancaranya dengan “Crash.”

Mereka membandingkan antara motor dan kemampuan diri pebalap. Kini muncul argumen bahwa kemenangan Marquez bukan karena kehebatan motornya. Tapi kemampuannya membalap. “Mereka mengatakan, tanpa Honda pun Marc akan mampu memenangkan lomba,” ujar Rossi mengutip pendapat pengamat.

Kini media sibuk mengapresiasi Marc Marquez dengan mengatakan bahwa ia tidak punya lawan sepadan di MotoGP. Marc tidak bisa ditandingi. Marc akan terus mendominasi balapan dalam periode mendatang.

“Mereka kini mengapresiasi Marquez di banding dengan dirinya dulu. Mereka terlena dengan Marc, dan menulis dengan macam-macam komentar yang nyaris jadi lelucon,” kata Rossi.

“Mereka selalu datang dengan komentar pembedaan. Mereka mengatakan motornya hebat. Lain kali berpendapat kemampuan pebalapnya yang menonjol. Saya tidak tahu mana yang benar,” kata Rossi dengan bercanda.

Valentino Rossi melihat munculnya fenomena tentang perbedaan mencolok pada cara pandang orang terhadap dominasinya dulu di MotoGP dan dominasi Marquez saat ini. Keduanya dibandingkan dengan asumsi Rossi masih membalap dengan Honda, seperti Marquez sekarang.

“Ada perbedaan antara periode saya ketika masih di Honda dengan Marc sekarang. Ketika saya juara dunia pada 2001, 2002, dan 2003 dengan Honda, tidak semuanya, tetapi banyak orang—terutama jurnalis—mengatakan bahwa saya juara karena saya memiliki motor terbaik,” kata Rossi.

“Sekarang, ketika Marc membalap dengan Honda, media sibuk berkomentar bahwa dia menang pada banyak balapan karena dia menunjukkan perbedaan! Saya tidak tahu mengapa ada perbedaan antara saya dan dia. Ini sulit untuk saya mengerti,” lanjut Rossi.

“Mungkin ini karena rival. Sejujurnya, kami adalah pesaing yang lebih bagus (bagi Marquez) dibanding para pesaing saya ketika masih di Honda karena kurang lebih kami sekarang tidak banyak mengeluhkan soal motor. Ketika dulu saya mengalahkan lawan, terutama Max Biaggi, dia selalu mengeluhkan bahwa saya mengalahkan dia karena saya punya motor terbaik. Ini lucu!” ucap Rossi sambil tertawa.

“Namun, pada akhirnya, kalian tahu bahwa saya berganti motor dan saya juga menang dengan Yamaha. Namun, media mengatakan bahwa saya menang karena saya tidak punya rival! Jadi, ini tidak akan pernah berakhir,” lanjutnya. Rossi meraih empat gelar juara dunia bersama Yamaha pada 2004, 2005, 2008, dan 2009.

Rossi tidak menutup mata bahwa motor memang memegang peranan sangat penting dalam balapan, tetapi jangan pernah lupakan peran pebalap. Musim ini, Honda mendominasi dengan selalu memenangi sebelas balapan yang sudah berlangsung.

“Menurut saya, Honda sekarang sangat kuat, tetapi kalian tidak bisa tidak mengakui kehebatan Marc karena dia sudah memenangi sepuluh balapan. Jadi, jelas bahwa saat ini dia adalah pebalap paling cepat,” ujarnya.

Rossi saat ini berada di peringkat tiga klasemen, di bawah Marquez dan pebalap Repsol Honda lainnya, Dani Pedrosa.

Exit mobile version