Site icon nuga.co

Rossi Akui Tidak Cukup Kuat Masuk Podium

Pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi merasa tidak cukup kuat untuk bersaing masuk podium MotoGP Qatar  dan finis di peringkat kelima.

Rossi memulai balapan seri pembuka MotoGP  dari posisi start keempat belas.

Perlahan mantan juara dunia itu menembus peringkat 10 besar dan mengakhiri balapan hanya berjarak dua posisi dari podium.

“Kami bekerja dengan memodifikasi setelan motor dan juga untuk balapan kami melakukan beberapa perubahan yang terbukti bekerja. Saya senang karena ini adalah balapan yang bagus.”

“Saya merasa motor ini cukup bagus dan saya menikmati balapan dari belakang jadi tidak buruk sebenarnya,” ujar Rossi dikutip dari Crash.

Terlepas dari komentar positif setelah balapan, pebalap 40 tahun itu masih mengemukakan permasalahan yang dihadapi pada MotoGP Qatar , termasuk masalah ban depan, problem mekanis hingga elektronik.

“Masalah yang kami alami sama dengan tahun lalu. Saya menempati peringkat kelima yang sebenarnya bagus, apalagi tertinggal 0,6 detik dari pemenang.”

“Tapi di trek ini kami selalu bagus jadi kami harus tetap bekerja karena di tempat lain bisa saja kami mengalami masalah. Podium, saya berusaha, tapi saya tidak cukup kuat,” terang Rossi.

“Masalahnya kurang lebih sama. Di beberapa area kami berhasil melakukan perbaikan tapi kami masih berjuang keras mengenai masalah ban belakang dan ini sulit,” sambungnya.

Dibandingkan pada musim lalu, Rossi mengalami penurunan peringkat pada balapan di Sirkuit Losail. Pada MotoGP Qatar , Rossi menempati peringkat ketiga sama dengan musim sebelumnya.

Rossi yang terakhir kali meraih gelar juara di MotoGP Qatar pada 2015 juga memberi perhatian khusus kepada tim Suzuki yang dianggapnya memiliki kemajuan pesat.

Sementara itu, pilot jawara Formula One , Lewis Hamilton, sempat mencegat pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, di garasi timnya pada MotoGP Qatar .

Hamilton sengaja datang menemui Rossi untuk foto bersama The Doctor pada Sabtu atau sehari sebelum balapan digelar di Sirkuit Internasional Qatar.

Dalam akun Instagram, juara Formula One tahun lalu itu mengungkapkan antusiasmenya bertemu dengan sang idola pebalap asal Inggris tersebit.

“Selalu mendapat kehormatan memiliki waktu bersama legenda. Saya selalu terinspirasi oleh pria ini dan sikapnya yang sederhana atas pekerjaannya, timnya serta gairahnya.”

“Dedikasi tak bisa dibandingkan dengan yang lain. Pebalap hebat sepanjang masa ini meluangkan waktu bersama saya sebelum balapan dimulai untuk menjelaskan kesulitan membalap”

” Sebagai salah satu penggemar motor, saya banyak utang budi dan tak sabar ingin berada satu trek bersamanya,” tulis Hamilton dalam akun Instagramnya.

Agenda resmi Hamilton sebenarnya mengunjungi tim Petronas Yamaha SRT yang dihuni Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo sebagai bagian dari kerja sama satu sponsor di tim Mercedes.

Namun, Hamilton tetap menyempatkan waktu untuk datang ke garasi tim Rossi pada kualifikasi MotoGP Qatar

Meski gagal meraih podium, Rossi tetap menunjukkan performa bagus di MotoGP Qatar. Ia mampu tembus ke posisi kelima start dari peringkat keempat belas.

Sebaliknya, rekan setim Rossi, Maverick Vinales, melorot di peringkat ketujuh setelah start di posisi terdepan.

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, meraih podium pertama di Sirkuit Internasional Qatar, sedangkan Marc Marquez berada di peringkat kedua. Podium ketiga diraih Cal Crutchlow.

Sementara itu, Hamilton pernah menantang sang idolanya itu adu cepat di trek menunggangi motor MotoGP.

“Saya menganggap Rossi sebagai teman dan itu sangat keren. Saya rasa akan sangat menyenangkan membalap bersamanya, karena saya selalu membayangkan menjadi Rossi jika mengendarai motor balap mengelilingi [Sirkuit] Monaco,” seperti dikutip dari Racingnews365.

Rossi finis di posisi kelima pada seri pertama MotoGP  musim ini  yang berlangsung di Sirkuit Qatar, Senin dini hari WIB.

Saat balapan, dia berhasil menyalip sembilan pembalap.

Kendati berhasil mendapatkan sebelas poin di MotoGP Qatar, Rossi terlihat kesal ketika dirinya finis di belakang tim satelit.

Ya, yang dimaksud Rossi adalah rider LCR Honda, Cal Crutchlow, yang berhasil naik podium ketiga.

Rossi juga finis di belakang pembalap Suzuki, Alex Rins, yang berada di urutan keempat. Pembalap Italia itu juga kalah cepat dari sang pemenang, Andrea Dovizioso dan Marc Marquez, finis di posisi kedua.

“Oke, ini balapan yang bagus. Namun masalahnya, saya finis di belakang tim non pabrikan. Saya juga finis di belakang Suzuki!” kata Rossi, seperti dikutip dari Crash.

“Namun, Suzuki memang kuat di sini. Cal Cructhlow juga kuat tahun lalu. Saya sebenarnya bisa mengalahkannya dalam balapan, tapi saya kehilangan waktu sehingga dia berada di level yang sama dengan tim pabrikan,” ujar rider MotoGP  tersebut.

Kekalahan dari tim pabrikan itu membuat Rossi membeberkan kelemahan motornya. Dia masih bermasalah dengan daya cengkeram dan traksi.

Masalah itu dia dapat saat sesi kualifikasi yang membuatnya harus balapan dari posisi ke-empat belas.

“Masalah yang kita hadapi kurang lebih sama seperti tahun lalu. Di beberapa daerah kami bagus, sayangnya saya harus berjuang di daya cengkeram bagian belakang. Itu sulit,” ucap Rossi.

“Sebenarnya, saya mencoba meraih podium di sini. Namun, saya tidak cukup kuat,” ujar mantan rider Honda dan Ducati itu melanjutkan.

Exit mobile version