Site icon nuga.co

Posisi Rossi Jeblok di Sesi Latihan MotoGP

Valentino Rossi makin jeblok dan tertinggal di barisan belakang dalam dua sesi latihan di hari pertama dan hari kedua MotoGP Qatar di sirkuit Losail. Di hari pertama, the doctor, finis di posisi empat belas dan di hari kedua makin runyam di peringkat kedua puluh.

Nasib apes Rossi ini langsung dikomentari pengamat MotoGP Carlo Pernat sebagai awal kesulitan  sang legend  dalam menghadapi pembalap Yamaha lain di balapan resmi mendatang.

Rossi belum mampu menunjukkan performa apik bersama Petronas Yamaha. Dalam sesi tes di Losail itu terus memburuk

“Tahun ini tidak akan jadi tahun yang mudah bagi Rossi. Sejauh ini segalanya tidak berjalan baik, ketika Morbidelli dan Quartararo bisa melakukan tes dengan baik.”

“Dia mengalami sejumlah kesulitan. Tentu saja dia akan melakukan perbaikan di tes berikutnya, namun saya ragu dia bisa ada di depan pembalap Yamaha lainnya,” ucap Pernat seperti dikutip dari GPOne.

Sementara itu, Pernat justru yakin Jack Miller sudah mulai bisa diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara dunia MotoGP musim ini.

Miller baru saja direkrut ke tim pabrikan Ducati bersama Pecco Bagnaia untuk menggantikan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.

“Di Ducati ada Miller, dengan Bagnaia berjarak tak jauh darinya. Jack terlihat sudah siap bersaing untuk gelar juara dunia,” kata Pernat.

Balapan MotoGP musim ini  akan dimulai dari seri MotoGP Qatar pada pekan terakhir Maret mendatang di Sirkuit Losail.

Sirkuit Losail sendiri menggelar dua seri balapan musim ini bersama MotoGP Doha yang berlangsung satu pekan kemudian.

Dalam jawabannya terhadap jebloknya posisi finisnya di tes awal ini Rossi mengatakan motor Yamaha yang ditunggangi ptidak berbeda dengan musim lalu.

Rossi yang kini sudah bersama tim Petronas Yamaha Sepang Racing Team masih mendapat motor dengan kualitas spesifikasi yang sama dengan tim pabrikan Yamaha atau serupa dengan motor Fabio Quartararo serta Maverick Vinales.

Yamaha membawa sasis baru pada tes MotoGP Qatar  dan Rossi merasa tidak ada perbedaan dengan motor yang digunakan pada musim lalu dalam dua hari tes di Sirkuit Losail. Rossi masih mengeluhkan daya tarik motor.

“Kami mencoba hal yang berbeda tetapi kami tidak menemukan solusi yang sangat bagus, sehingga akhirnya menyulitkan. Kami jelek dalam akselerasi karena saya tidak memiliki daya cengkeram di belakang,” terang Rossi.

“Kami menggunakan dua sasis, tetapi kesan saya dalam dua hari ini motor ini sama seperti motor tahun lalu. Ini tidak seperti sasis musim sebelumnya. Lebih kurang seperti itu, tetapi ketika saya mengendarainya saya merasa sama seperti musim lalu,” lanjutnya.

Pada MotoGP tahun lalu prestasi Rossi anjlok.

Selain dua kali absen lantaran terpapar virus corona, Rossi mengalami lima kali gagal finis. Rossi pun finis di peringkat ke-lima belas dengan meraih  enam puluh enam poin. Catatan tersebut merupakan yang terburuk sepanjang karier pembalap gaek itu.

Di hari pertama tes MotoGP Qatar, Rossi berada di urutan keempat belas. Sedangkan pada hari kedua, Rossi melorot ke posisi dua puluh. Pada hari kedua, catatan waktu mantan juara dunia itu juga merupakan yang terburuk di antara pembalap Yamaha lainnya.

“Tentu posisinya tidak fantastis dan catatan waktu saya juga tidak fantastis. Saya merasa tidak nyaman dengan motornya,” kata Rossi.

“Masalahnya adalah saya tidak cukup cepat, jadi sekarang kami harus mengecek data bersama dengan tim dan mencoba menggunakan cara berbeda di tes selanjutnya,” tukasnya dikutip dari Motorsport.

Selain itu Rossi juga  mengungkapkan  beragam kesan termasuk merasa aneh melihat motor barunya di Petronas yang memiliki warna trending.

Tentang peringkat di posisi empat belas di hari pertama, menurut pemilik sembilan gelar juara dunia, hal tersebut tidak buruk.

The Doctor menikmati hari pertama bersama tim Petronas setelah pindah dari tim pabrikan Yamaha.

“Saya merasa sangat bergairah karena ini adalah awal dari petualangan baru, warna baru, tim baru, semuanya baru. Itu memberi saya motivasi dan kekuatan untuk bekerja,” kata Rossi.

“Awalnya aneh juga, tetapi seperti saya bilang, ini masih motor M1. Meskipun mengenakan pakaian yang berbeda, semuanya tidak berubah,” tambahnya.

Motor Rossi di tim Petronas memiliki corak khas tim berwarna hijau dan hitam. Sebelumnya bersama tim pabrikan Yamaha, motor Rossi dominan warna biru dan hitam. Namun ciri khas Rossi dengan warna hijau kekuning-kuningan tetap melekat baik di nomor motor maupun di jaket balap.

“Hasilnya kurang fantastis, tetapi sebenarnya tidak seburuk itu. Kecepatan saya cukup bagus. Seperti biasa, pembalap lain dan motor-motornya lebih kuat, jadi Anda harus bekerja maksimal untuk bisa berada di depan. Tetapi kesan pertamanya positif,” jelas Rossi dikutip dari Speedweek.

Menghadapi pembalap-pembalap muda yang kini menjadi pesaingnya, Rossi mengaku telah mempersiapkan diri lebih dari biasanya sebelum musim balap berlangsung.

“Saya tahu ini adalah permainan yang tangguh karena banyak pembalap muda, level di MotoGP begitu tinggi dan semuanya sangat kuat.”

“Ini tidak akan mudah, tetapi saya akan memberi yang terbaik. Petualangan baru ini begitu memotivasi saya. Saya berlatih keras saat musim dingin, kita lihat saja,” terang Rossi.

Exit mobile version