Site icon nuga.co

Posisi Marquez Tergusur di Catalunya

Latihan bebas balapan MotoGP Spanyol di Catalunya Circuit, Barcelona, Jumat malam WIB, 13 Juni 2014, menghasilkan pebalap berbeda dalam dua sesi, serta menyingkirkan Marc Marquez sebagai jagoaan paling potensial di urutan terdepan.

Marc dalam sesi latihan bebas pertama finis di urutan tujuh. Sedangkan di sesi dua berada di posisi tiga. Malam ini, Sabtu, 14 Juni 2014, balapan akan melombakan sesi latihan bebas ketiga serta babak kualifikasi sebelum menjalani pertandingan di Minggu malam WIB besok.

Marc Marquez, juara bertahan, yang di awal musim ini masih “sempurna”, menyudahi sesi latihan bebas kedua MotoGP Catalunya di posisi tiga di belakang Stefan Bradl dan Bradley Smith yang mencatatkan waktu tercepat di sesi ini.

Dua pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi menempati posisi empat, dan i enam. Di tengah-tengah mereka ada Pol Espargaro dari Monster Yamaha Tech 3.

Sementara Aleix Espargaro dari Forward Yamaha yang sebelumnya menjadi pebalap tercepat di sesi pertama kali ini cuma bisa mencatatkan waktu yang menempatkannya di posisi dua belas.

Marc Marquez memang mendapat hasil yang kurang memuaskan di hari pertama MotoGP Catalunya. Ia mengakui adanya hambatan dari kerb tinggi di sirkuit tersebut membuatnya harus mengubah gaya membalap.

“Di sini, kondisinya sulit dengan kerb tinggi. Buat saya, saat saya sangat dekat dengan dengan kerb maka harus menutup sikut dan saya tidak menyukai itu – tapi buat pebalap lain itu hal yang biasa. Saya harus mengubah gaya membalap,” sahut Marquez di Crash.

Dilanjutkan pebalap Honda itu, untuk bisa menjaga performa impresif yang sudah didapat musim ini dia perlu bekerja ekstra keras. Apalagi setelan motor juga perlu diubah demi disesuaikan dengan karakteristik lintasan dan gaya membalapnya yang juga berubah.

“Saya butuh untuk berupaya lebih lagi dan saya siap untuk bekerja lebih keras lagi dengan motornya. Di sesi pertama saya menemukan ada hal yang menyulitkan, tapi di sesi kedua kami bisa mengalami perbaikan dan itu membuat kami punya arah yang jelas untuk dituju besok,” lanjut dia.

Pebalap Yamaha Valentino Rossi secara terus terang mengatakan, ingin bisa terus bersaing dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di balapan Catalunya. Untuk itu, Rossi mengaku butuh meraih hasil yang lebih bagus di sesi kualifikasi.

Rossi menjadi salah satu pebalap yang mampu mengganggu dominasi Marquez. Dari enam balapan, empat kali Rossi naik podium di antaranya tiga kali finis runner-up di belakang pebalap Honda itu.

Oleh karenanya bukan tidak mungkin jika Rossi benar-benar bisa menghentikan Marquez. Namun, untuk itu diperlukan hasil kualifikasi bagus, yang faktanya tidak dimiliki The Doctor.

Jika Marquez meraih enam kemenangannya dari enam pole position, hasil terbaik Rossi hanyalah posisi keempat di babak kualifikasi yang dicapainya di Austin. Bahkan pebalap veteran itu pernah dua kali start dari urutan ke- sepuluh di Qatar dan Italia.

Rossi sekali lagi akan mencoba menghentikan Marquez di Catalunya, akhir pekan ini. Kualifikasi yang oke akan memperbesar kansnya memenangi lomba.

“Sekarang di MotoGP, kuncinya adalah kualifikasi. Itu sangat penting,” ucap Rossi yang dikutip Autosport.”Aku biasanya memang tidak bagus di kualifikasi, jadi kami harus bekerja dengan cara yang lebih baik.”

“Aku kehilangan peluang bertarung dengan mereka di Italia. Dengan format kualifikasi seperti ini, hanya lima belas menit, sulit dengan waktunya dan dengan orang-orang mencoba mengikuti Anda, dan mencoba mencari jalan yang bebas di depan Anda tapi aku harus start di baris depan jika ingin bertarung dengan Marc dan Jorge.”

“Aku rasa kualifikasi sekarang adalah yang paling liar di akhir pekan. Dibandingkan dengan latihan bebas dan balapan, jarak waktu lap lebih dari satu detik dan orang-orang ini — terutama Marc di musim ini — mampu meningkat pesat dan menggunakan cengkraman ekstra dari ban dengan seratus persen.”

“Masalahnya di kualifikasi, seperti di Qatar dan Italia adalah, setengah detik dari pole saat ini akan berakhir di baris keempat dan Anda kehilangan peluang kans memenangi lomba pun berakhir,” tutup Rossi.

Exit mobile version