Site icon nuga.co

Pilihan Ban Vinales-Rossi Masih Sulit

Pemimpin klasemen MotoGP saat ini, Maverick Vinales mengaku masih bingung dan belum berada dalam kondisi terbaik jelang GP Katalonia akhir pekan ini.

Vinales tak mampu tampil bagus di babak kualifikasi dan harus puas menempati posisi start di urutan kesembilan.

“Saya tak tahu darimana seluruh masalah ini datang, saya pun bertanya pada diri saya sendiri dan tak menemukan jawaban.”

“Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik dan bekerja keras dalam pengaturan, namun tetap saja motor terasa seperti tergelincir dan kehilangan tenaga di tikungan. Ketika saya mencoba menikung dengan cepat, maka akan terasa getaran,” tutur Vinales seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Namun Vinales setidaknya masih bisa bersyukur lantaran pesaing utama di klasemen saat ini, Andrea Dovizioso juga hanya start dari nomor urut ketujuh

“Pada akhirnya semua masih terbilang positif karena pesaing utama saya di klasemen juga hanya start di nomor urut ketujuh.”

“Saya harap besok saya bisa ada di situasi terbaik,” kata Vinales.

Vinales mengakui kontrolnya pada motor di GP Katalonia ini merupakan yang tersulit dibandingkan seri-seri sebelumnya musim ini.

“Ini pertama kalinya saya merasa tak mendapatkan cengkraman yang bagus di ban belakang. Biasanya saya selalu merasa motor ini stabil namun hal yang berbeda terjadi di sini,” ucap pebalap asal Spanyol ini.

Vinales pun mengungkapkan pujiannya pada Dani Pedrosa yang sukses menempati pole position pada balapan kali ini.

“Saya tak mengerti kenapa ia bisa ada di urutan kedua belas saat balapan di Mugello pekan lalu,” ujar Vinales.

Sementara itu,  Direktur Tim Movistar Yamaha Massimo Meregalli mengakui strategi ban yang dicoba oleh Maverick Vinales dan Valentino Rossi selama latihan bebas dan kualifikasi tidak memuaskan.

Duo Yamaha, Vinales dan Rossi, yang tampil bagus di GP Italia pekan lalu kembali mengalami kesulitan di GP Katalonia, seperti halnya yang mereka alami di GP Jerez.

“Kami mencoba berbagai macam pengaturan yang berbeda dan juga bermacam opsi tipe ban untuk motor Maverick Vinales dan juga Valentino Rossi. Namun tak ada satu pun opsi yang menghasilkan peningkatan seperti yang kami harapkan,” tutur Meregalli seperti dikutip dari situs resmi Yamaha.

Meregalli pun mengaku tidak akan menyerah untuk meningkatkan performa Yamaha di perlombaan nanti.

“Kami akan terus bekerja keras dan mencoba mencari solusi sehingga kami bisa menguji solusi tersebut pada sesi pemanasan,” ujar Meregalli.

Rossi sendiri sebelumnya mengakui bahwa ia agak kecewa dengan hasil yang didapatnya saat kualifikasi karena ia berharap bisa mendapatkan hasil baik setelah melakukan sejumlah perubahan.

“Kami memiliki sejumlah ide yang bagus pada babak kualifikasi jadi sejatinya saya berharap lebih kompetitif.”

“Sungguh balapan ini akan sulit karena ritme kami tidak fantastis. Ban di motor kami pun kesulitan untuk menghasilkan cengkraman yang baik,” kata The Doctor.

Sementara itu Valentino Rossi mengakui amat berat baginya balapan di Sirkuit Katalonia MotoGP Spanyol.

Pebalap Movistar Yamaha mengutarakan kesulitannya itu setelah ia hanya bisa start di posisi ketiga belas

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi aspal di trek tersebut yang diakuinya amat menyulitkan.

Permukaan aspal tersebut disebutnya amat menyulitkan bagi daya cengkram ban para pebalap, termasuk Rossi.

Akibatnya, kecepatan yang dihasilkan para pebalap pun tidak terlalu fantastis karena memilih menghindari risiko terjatuh akibat daya cengkeram yang rendah.

“Kecepatan kami tidak fantastis tapi tak terlalu buruk dan hal itu juga dialami pebalap-pebalap lainnya kecuali  Pedrosa yang lebih cepat,” ujar Rossi seperti dikutip dari Crash.

Pedrosa sendiri sukses menempatkan diri di posisi start terdepan. Sedangkan posisi kedua direbut Jorge Lorenzo. Di posisi start ketiga diisi Danilo Petrucci.

Sementara Maverick Vinales, rekan setim Rossi di Movistar Yamaha, hanya mampu mengunci start di posisi kesembilan.

“Masalahnya adalah dengan ban sedang, kami tidak terlalu buruk dalam enam lap, tapi balapan ini ada dua puluh lima lap. Dengan ban keras, kami tidak pernah bagus,” terang Rossi.

“Pilihannya adalah tampil habis-habisan pada lima lap pertama, kemudian melambat atau membuat seluruh lapnya lambat. Kami harus memutuskannya.”

Rossi juga menyoroti sejumlah pebalap yang jatuh pada sesi latihan bebas, termasuk pula Marc Marquez yang sempat terjatuh.

“Hampoir setiap pebalap terjatuh akihir pekan ini karena aspalnya membuat daya cengkeram ban rendah. Namun di sisi lain, kami harus menggunakan ban keras untuk bisa finis,” tutur Rossi.

“Sejujurnya, menunggangi motor  amat sulit, ini seperti mimpi buruk karena juga jika Anda memacu dengan lambat, amat tidak alamiah. Dan, setiap kali Anda berada di tikungan, Anda merasa amat terbatasi.

Exit mobile version