Site icon nuga.co

“Perang” Rosberg-Hamilton di F1 Makin Panas

“Perang” terbuka di antara dua pebalap Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, di Formula One, makin membara bersamaan dengan diseruduknya mobil F1 milik Hamilton oleh Nico dalam Grand Prix Belgia, di Sirkuit Spa Francorchamps, Minggu malam WIB, 24 Agustus 2014.

Saat sama-sama tengah memburu gelar juara dunia Formula One musim ini, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton terlibat lagi insiden di GP Belgia. Rosberg berharap insiden itu tak merusak hubungannya dengan Hamilton.

Hubungan Rosberg dan Hamilton sejatinya sudah memanas sejak GP Hongaria, bulan lalu. Saat itu, Hamilton mengabaikan perintah tim untuk membiarkan Rosberg menyalipnya. Hamilton akhirnya finis ketiga dan Rosberg keempat.

Insiden di Sirkuit Spa, oleh pengamat F1, dianggap jauh lebih serius. Saat balapan baru memasuki lap kedua, Rosberg yang berusaha merebut posisi terdepan dari tangan Hamilton malah menyenggol ban belakang mobil rekan setimnya di Mercedes itu.

Ban mobil Hamilton bocor dan dia tak bisa meneruskan lomba. Rosberg bernasib lebih baik dan masih bisa finis kedua meski harus mengganti sayap depan mobilnya.

“Saya sudah melihat hal itu dan saya tak ingin mengatakan — Tapi pastinya, seperti penilaian stewards, itu adalah insiden balapan. Itulah cara menjelaskannya,” ucap Rosberg di Autosport.

Hamilton mengatakan bahwa dalam pertemuan tim seusai lomba Rosberg mengaku sengaja menabraknya. Namun, Rosberg punya penjelasan tersendiri terkait insiden tersebut dan yakin manuvernya sama sekali tak berisiko.

“Saat itu saya lebih cepat dan ada kesempatan, jadi saya berusaha untuk menyalip dari luar karena tak ada jalan di jalur dalam,” kata pebalap Jerman ini.

“Saya tak melihat risiko apapun dalam menyalip, atau mencoba menyalip, jadi kenapa saya tak mencoba? Ada kesempatan di sana, bahkan tanpa DRS, karena saya jauh lebih cepat. Jadi, saya mencobanya,” ujarnya.

Rosberg berharap keharmonisan internal Mercedes tak rusak gara-gara insiden di Spa. Meski dirinya dan Hamilton bersaing dalam perebutan gelar tahun ini, dia berharap hubungannya dengan mantan pebalap McLaren itu tetap baik.

“Saya yakin kami bisa mempertahankannya. Ini akan selalu jadi pertarungan yang sengit, itu yang jelas dari awal dan akan selalu ada momen-momen sulit,” katanya.

Lewis Hamilton bingung sekaligus kesal dengan aksi rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, dalam balapan GP Belgia. Dia tak habis pikir kenapa Rosberg melakukan manuver yang akhirnya malah merugikan tim.

Mobil Hamilton dan Rosberg bersenggolan saat balapan di Spa-Francorchamps, Minggu(24/8/2014), baru memasuki lap kedua. Saat kedua pebalap berada di posisi satu-dua, sayap depan mobil Rosberg menyenggol ban kiri belakang Hamilton di sebuah tikungan.

Insiden tersebut membuat ban mobil Hamilton bocor dan pebalap Inggris itu tak bisa meneruskan lomba. Sementara itu, Rosberg harus masuk ke pit karena mobilnya butuh perbaikan.

Kalau Hamilton gagal finis, Rosberg bernasib lebih baik. Dia masih bisa membalap lagi dan akhirnya finis kedua di belakang Daniel Ricciardo.

“Saya tak benar-benar mengerti apa yang terjadi. Saya merasakan sebuah benturan keras di bagian belakang,” ujar Hamilton di Autosport.

“Saya memberi dia ruang, Saya tak benar-benar mengerti,” katanya.

“Ini benar-benar mengecewakan, untuk hasilnya dan untuk semua tim saya. Ini tak bagus untuk tim. Kami bisa dengan mudah finis satu-dua,” tutur Hamilton.

Seusai perlombaan, Mercedes melakukan pertemuan tim yang diikuti oleh Hamilton, Rosberg, dan beberapa petinggi tim. Hamilton mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut Rosberg mengaku sengaja menyenggol mobilnya.

“Kami sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal itu dan dia pada dasarnya mengatakan bahwa dia sengaja melakukannya,” kata Hamilton.

“Dia mengatakan bahwa dia bisa saja menghindari senggolan. Dia mengatakan ‘saya melakukannya untuk membuktikan sesuatu’,” tambahnya.

“Dan Anda jangan cuma bertanya kepada saya. Coba tanyakan kepada Toto dan Paddy yang juga tidak senang dengan aksinya,” tutur Hamilton.

Hamilton menegaskan dirinya sama sekali tak bersalah dalam insiden tersebut karena dia berada di depan dan tetap di jalur balapannya.

“Anda tahu, dan Anda bisa bertanya kepada Fernando (Alonso) dan semua pebalap, ketika sebuah mobil yang masih kurang dari setengahnya ada di sebelah Anda dan Anda ada di jalur dalam, itu adalah jalur balapan Anda,” katanya.

sumber : mcn, motogp.com dan crash

Exit mobile version