Site icon nuga.co

Perang Lorenzo vs Rossi di Motegi Dimulai

Pertempuran sengit di lintasan balap Twin Ring Motegi dalam Grand Prix MotoGP Jepang, Jumat siang waktu setempat, 09 Oktober 2015, sudah dimulai ketika Jorge Lorenzo menaklukkan Valentino Rossi di latihan bebas satu dan dua

Lorenzo secara perkasa memenangkan kedua sesi latihan bebas itu dengan bahu yang masih dibekap cedera.

Dengan balutan cedera yang belum pulih benar ia masih bisa menjadi yang tercepat dan sekaligus memaklumkan kepada Rossi ia siap menyingkirkan “The Doctor” dalam persaingan menuju juara.

Dalam dua sesi balapan ini Valentino Rossi hanya mampu menempatkan diri di belakang Lorenzo. Di sesi latihan bebas pertama Rossi berada diurutan tiga sedanglan pada latihan bebas kedua ia tercampak ke posisi delapan.

Dan oleh pengamat Rossi dikatakan ingin tampil kalem.

Sebelum latihan bebas dimulai muncul rumor bahwa Lorenzo akan naik meja operasi untuk menuntaskan cedera bahunya. Jika operasi jadi dilaksanakan Lorenzo bakal menepi dari balapan.

Artinya, jika itu terjadi dia akan kehilangan kesempatan untuk menempel ketat perolehan poin Valentino Rossi di klasemen.

“Saya khawatir setelah mengalami kecelakaan pekan lalu. Tapi saya bisa bernapas lega setelah hasil pemeriksaan menunjukan bahwa saya tidak perlu menjalani operasi,” kata Lorenzo, dikutip Crash, Jumat, 09 Oktober 2015, usai menyudahi latihan bebas kedua.

Meski mengatakan dirinya kerap merasa sakit jika harus menahan beban motor. Dua kali juara dunia ini berharap lengannya sudah bisa pulih seratus persen pada hari balapan.

“Kami telah melakukan semua hal yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan. Kami sangat berharap kondisi menjadi baik seperti semula pada hari balapan,” lanjut Lorenzo.

Dalam latihan bebas hari pertama ini di Motegi Jumat siang WIB, 09 Oktober 2015, tiga pembalap kawakan turun ke lintasan dalam kondisi dibekap cedera.

Meski sambil menahan rasa sakit, Marc Marquez, Andrea Iannone dan Jorge Lorenzo tetap berlomba meraih podium.

Pembalap pertama yang dibekap cedera adalah pembalap Ducati Andrea Iannone. Rider Ducati Desmosedici GP15 pertama kali dilaporkan dislokasi bahu saat terjatuh di latihan tertutup di Sirkuit Misano, pertengahan musim.

Alih-alih sembuh, cedera Iannone justru kambuh jelang GP Inggris akhir Agustus lalu.

Tim dokter merekomendasikan Iannone untuk menjalani operasi dan beristirahat seperti yang di lakukan Dani Pedrosa di awal musim. Namun Iannone memaksakan diri untuk menunda operasi hingga akhir musim dengan siasat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Selain Iannone, pembalap Repsol Honda Marc Marquez juga dibekap cedera jelang GP Jepang 2015. Juara dunia dua musim ini mengalami patah jari kelingking saat latihan sepeda tengah pekan lalu.

Beruntung, operasi Marquez berjalan mulus sebelum sesi latihan bebas di Sirkuit Motegi dimulai

Menyusul dua pembalap tadi, rider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo juga ikut-ikutan ketiban sial. Tiga hari lalu, pembalap yang menjadi pesaing terdekat Valentino Rossi dalam perebutan gelar juara dunia musim ini dilaporkan terkilir bagian bahu saat latihan.

Pembalap Spanyol tersebut terjatuh saat latihan menggunakan kuda besinya.

Lorenzo yang baru saja memenangi laga dramatis di Aragon, pekan lalu, mengkhawatirkan cedera yang dialaminya ini mengganggu performanya dalam balapan sisa.

Pasalnya, Lorenzo baru saja memangkas poin dari Valentino Rossi yang bertengger di posisi teratas klasemen.

Sementara itu, Rossi juga mengalami cedera ringan setelah sesi latihan ban Michellin di Aragon, beberapa hari lalu. Beruntung pembalap Italia tidak mengalami gangguan serius untuk melakoni balapan berikutnya.

Walau pun memenangkan dua sesi latihan bebas di Motegi, Lorenzo masih menyimpan trauma setelah gagal finis akibat terjatuh di lintasan setengah basah di GP San Marino 2015.

Dia berharap balapan akhir pekan ini cuaca cerah di Sirkuit Motegi pada saat balapan seri keempat belas Minggu, 11 Oktober 2015.

Menilik hasil buruk saat terjatuh di GP San Marino akibat lintasan basah, Lorenzo berharap akhir pekan ini cuaca mendukungnya untuk menang.

“Dua tahun yang lalu saya sangat cepat dalam hujan, bahkan saya membuat pole position. Tapi kadang-kadang hujan tidak menguntungkan Anda,” kata Lorenzo, dikutip Crash

“Saya berharap balapan di Motegi kering karena ada sedikit kemungkinan untuk kecelakaan, yang akan lebih buruk memberikan cedera,” lanjut Lorenzo.

Valentino Ross dan Jorge Lorenzo bakal jadi sosok yang paling ditunggu aksinya di Motegi .

Dua pembalap Movistar Yamaha itu tengah bersaing ketat di klasemen pembalap demi meraih gelar juara dunia. Rossi yang unggul empat belas poin, kembali diuji oleh rekan satu timnya di Jepang.

Memanasnya rivalitas Rossi vs Lorenzo yang bakal menyingkap memori lima tahun silam, ketika benar-benar “perang” terbuka di Jepang.

Kala itu Lorenzo yang sedang diambang gelar juara dunia pertamanya, mendapat persaingan sengit dari rekannya. Rossi yang sudah tercecer dalam perebutan gelar juara dunia, rupanya belum mau menyerah memenangi seri balap di Negeri Matahari Terbit itu.

Overtake atau senggolan antar motor Rossi dan Lorenzo pun tak terelakkan di lap terakhir saat bersaing memerebutkan podium ketiga.

Lorenzo yang kalah dalam senggolan tersebut, akhirnya gagal naik podium dan mesti rela hanya jadi penonton menyaksikan Stoner, Dovizioso serta Rossi berdiri di panggung penyerahan trofi.

Setelah balapan, Rossi mengaku puas memenangi duel dengan Lorenzo.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan perlawanan sengit dari Jorge. Saya mengucapkan selamat untuk pertarungan mengesankan ini,” ucap Rossi di sesi konferensi pers ketika itu.

Sebaliknya, Lorenzo justru terlihat kesal setelah senggolan Rossi membuatnya kehilangan podium.

“Saya harus katakan dalam beberapa poin dia tak telalu adil. Kami sudah mencapai batas, tapi beberapa manuvernya agak berlebihan dan menyentuh hingga membuat saya melebar. Saya pikir itu bukanlah hal yang baik,” sindirnya.

Kondisi kali ini jelas bakal lebih memanas mengingat keduanya punya kepentingan yang sama dalam seri balap kelima belas nanti. Ya, kemenangan akan mendekatkan Rossi dan Lorenzo ke trofi juara. Tak ayal, bukan tak mungkin senggolan maut keduanya bakal terulang akhir pekan nanti.

Exit mobile version