Site icon nuga.co

Motegi? Rossi: Bukan Sirkuit Favourit Saya

Valentino Rossi dengan terus terang mengakui bahwa Motegi tak masuk dalam daftar sirkuit favoritnya. “Tapi saya akan mencoba untuk menang di sana. Saya akan membalas kasus kecelakaan di Aragon untuk mendapat podium di Motegi,” kata Rossi kepada “crash” tentang peluangnya di MotoGP Jepang itu.

Balapan di Motegi merupakan “rumah”Yamaha dan untuk itu, Rossi tak mengabaikan kesempatannya di sana. Sebenarnya, The Doctor,” sapaan akrab Rossi, punya catatan yang cukup bagus di Motegi. Ia dua kali meraih kemenangan di sana, pada tahun 2001 dan 2008. Dan enam kali finis kedua, serta sekali finis ketiga.

Setelah gagal finis di Aragon lantaran mengalami kecelakaan, Rossi kini sudah berada dalam kondisi terbaik. Rider 35 tahun itu membidik hasil maksimal dalam balapan MotoGP Jepang pada Minggu , 12 Oktober 2014 mendatang.

“Saya sekarang merasa sangat baik dan saya menantikan tiga balapan beruntun (Jepang, Australia, Malaysia) karena saya merasa lebih baik dan lebih baik lagi di atas motor. Tim juga bekerja dengan sangat baik,” ujar Rossi di situs resmi MotoGP.

“Motegi bukan salah satu trek favorit saya, tapi Aragon juga bukan dan kami masih bisa tampil bagus. Kita lihat saja. Ini adalah balapan kandang Yamaha dan kami akan melakukan yang terbaik untuk meraih hasil bagus!” serunya.

Rossi kini menempati posisi ketiga di klasemen pebalap dengan koleksi 214 poin. Dia cuma berjarak tiga poin dari Dani Pedrosa yang berada di posisi kedua.

“Perebutan posisi kedua makin menarik. Kami akan berusaha untuk meraih hasil terbaik,” kata Rossi.

Sementara itu Jorge Lorenzo, rekan Rossi di Movistar Yamaha, berjanji akan menakluk rival beratnya di Motegi, Marc Marquez dan Valentino Rossi. Setidaknya ada tiga pebalap top yang jadi pesaing utama Lorenzo di Motegi. Yang satu lainnya Dani pedrosa.

Sebenarnya ada satu juara dunia lain yang juga dihadapi Lorenzo. Namun Nicky Hayden tak pernah tampil konsisten lagi sejak dia meninggalkan Honda.

“Mereka sangat kuat, tapi tentu saja yang paling sulit dihadapi adalah Marquez dan Vale karena mereka tidak pernah bisa menerima kekalahan dan selalu mencoba memenangi balapan, meski mereka tidak berada di posisi yang bagus dan tidak berada di lintasan favoritnya,” ungkap Lorenzo di situs resmi MotoGP.

Jika Pedrosa lebih bertipe pebalap yang main aman, maka Rossi dan Marquez disebut Lorenzo sebagai rider yang sedikit nekat dan pantang menyerah.

“Pedrosa yang luar biasa cepat, jika mereka mengalami masalah di akhir pekan, mereka memilih untuk berada di posisi dua atau tiga demi meraih poin.”

“Sementara Marquez dan Vale sangat baik ketika harus memperbaiki performa, tidak pernah menyerah dan selalu mencoba memenangi balapan. Mereka berbeda, tapi di balapan, saat Anda bertarung satu lawan satu, yang paling sulit dikalahkan adalah Vale dan Marc,” tuntas Lorenzo.

Exit mobile version