Site icon nuga.co

Marquez “Tergelincir” di Sirkuit San Marino

Pebalap Honda, Marc Marquez, kehilangan “greget” di hari pertama sesi latihan bebas pada MotoGP Italia, di Sirkuit San Marino, Jumat malam WIB, 12 September 2014, dan berjanji akan lebih kencang di Sabtu mala mini untuk menghindari intaian Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Marquez menginginkan untuk segera memastikan titel juara di musim ini dengan memenangkan lomba di San Marino dan mengenyampingkan ambisi Rossi yang menginginkan podium puncak di depan suporternya.

Marquez, sampai dengan dua belas seri balapan yang sudah dilombakan, memuncaki klasemen pebalap dengan meninggalkan rekan setimnya Dani Pedrosa di posisi kedua. Pebalap muda Spanyol itu berpeluang mengunci titel juara di seri berikutnya di Aragon, apabila sukses menjadi kampiun di Misano pada akhir pekan ini.

“Balapan akhir pekan ini akan sulit,” ujar Marquez di Crash. “Valentino membalap di sirkuit kandangnya dan Jorge juga kuat, tapi kami juga tidak boleh melupakan Dani yang ada di posisi kedua klasemen.”

“Sekarang targetku adalah mencoba mengurus keuntungan itu dan memenangi kompetisi secepat mungkin,” tandas si juara bertahan.

Di San Marino, Marquez punya kesempatan besar untuk menyamai rekor pebalap legendaris Mick Doohan dengan memenangi dua belas balapan dalam satu musim.

Marquez mengakui kondisi trek yang licin di hari pertama MotoGP San Marino membuatnya harus menahan diri. Kini dia siap tampil lebih serius menyusul cuaca yang diramalkan bakal lebih baik.

Sesi latihan bebas pertama dan kedua di sirkuit Misano, Jumat malam WIB kemarin berlangsung dalam kondisi basah karena hujan yang mengguyur sejak pagi. Hal ini membuat para pebalap kesulitan mendapatkan cengkeraman ban yang optimal karena kondisi trek licin. Alhasil sejumlah pebalap mengalami crash.

Karena itulah, Marquez memutuskan untuk tak terlalu memaksakan diri di dua sesi hari pertama. Bagaimanapun catatan waktunya terbilang masih cukup bagus. Di sesi pertama sang juara dunia menempati urutan kedua dari Yonny Hernandez yang jadi pebalap tercepat, sementara di sesi kedua posisinya turun satu peringkat dari Andrea Dovizioso di pos terdepan.

“Hari ini merupakan hari bagus untukku karena ini adalah sebuah hari yang penting mengingat treknya sungguh licin, terutama di pagi hari. Butuh banyak waktu untuk mendapatkan temperatur yang tepat pada ban dan pada sorenya ban lunak Bridgestone sedikit lebih baik tapi tetap tidak cukup. Tampaknya trek ini butuh waktu untuk membuat ban kompetitif,” kata Marquez dilansir Crash.

“Atas alasan itulah aku melakukan banyak putaran, tapi sepertinya besok (Sabtu) ramalan cuaca akan lebih baik dan terutama pada hari Minggu balapan bakal berjalan kering jadi aku tak mengambil risiko. Dalam beberapa lap saya merasa nyaman tapi kemudian saya cuma duduk di pit dan menunggu sesi besok,” lanjutnya.

“Masalahnya adalah dalam hal pengereman, sulit untuk menemukan batasnya. Aku memang tidak punya momen-momen besar tapi Anda bisa lihat begitu banyak yang crash. Ketika Anda melihat itu, kepercayaan diri sedikit menurun tapi aku merasa baik-baik saja,” ujar Marc..

“Latihan di hari pertama menurut saya itu berjalan dengan baik, karena itu adalah hari yang penting, di mana lintasan sangat licin, terutama saat pagi hari,” ucap Marquez, seperti dilansir Crash, Sabtu, 13 September 2014.

“Dibutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan suhu ban dan pada saat sore harinya, dengan ban Bridgestone yang lunak, latihan sedikit lebih baik meski tidak cukup bagi saya. Sepertinya trek ini membutuhkan waktu untuk bersaing, terutama untuk penggunaan bannya,” tuntasnya.

Exit mobile version