Site icon nuga.co

Marquez Mulai Akrab dengan Perang Rossi

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez diklaim mulai mampu mengimbangi perang urat saraf yang dilakukan Valentino Rossi jelang balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu pekan pertama Mei.

Rossi diklaim sejumlah media Spanyol dan Italia akan berusaha menjaga perseteruan dengan Marquez menyusul insiden tabrakan di MotoGP Argentina.

Cara itu dianggap Rossi bisa menjegal Marquez dari merebut gelar juara dunia

Untuk menjaga perseteruan dengan Marquez, Rossi berusaha menolak permintaan maaf dan berbicara dengan juara bertahan MotoGP itu.

Dengan begitu pihak Rossi berharap konsentrasi Marquez bisa terganggu.

“Strategi yang digunakan Rossi adalah untuk membuat Marquez tidak stabil, baik di dalam dan luar sirkuit. Ini adalah satu-satunya trik yang tersisa,” tulis media Spanyol Diario Gol.

Marquez diklaim Diario Gol siap menghadapi perang urat saraf dari Rossi. Juara dunia MotoGP empat kali itu akan berusaha tidak merespons setiap pernyataan miring dari Rossi.

“Marquez menyadari tindakan Rossi dalam kontroversi dan tidak akan meninggalkannya hingga balapan terakhir. Bagi Rossi, semua pebalap boleh meraih kemenangan kecuali Marquez,” tulis Diario Gol.

“Dalam keheningan, Marquez tidak akan berperang dengan Rossi. Dia memilih menundukkan kepala, berusaha meminta maaf dan menjabat tangan Rossi.”

“ Itu adalah cara dia menambah gelar juara dunia, sesuatu yang Marquez yakini Rossi tidak akan mampu melakukannya. Dia menganggap Rossi sudah terlalu tua,” tulis media asal Spanyol tersebut.

Marquez sendiri sukses meraih kemenangan di MotoGP Amerika Serikat, April lalu, meski berada dalam tekanan penalti dan perang urat saraf dari Rossi.

Kemenangan itu membuat Marquez kini hanya terpaut satu poin dari Andrea Dovizioso di puncak klasemen sementara MotoGP.

Sementara itu, juara dunia Moto2 Toni Elias menyakini perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez akan segera berakhir.

Perseteruan Rossi dan Marquez terjadi setelah insiden tabrakan di MotoGP Argentina, pekan pertama April lalu.

Insiden itu membuat Rossi marah dan menganggap Marquez sebagai pebalap yang berbahaya.

Elias yang juga pernah berseteru dengan Rossi di MotoGP menganggap perseteruan dua pebalap papan atas itu akan segera berakhir.

Elias yakin para pecinta MotoGP akan segera melihat Rossi dan Marquez berpelukan di atas podium.

“Ketika ada pebalap yang marah, maka seseorang harus menenangkannya. Itulah fungsi MotoGP. Tapi, dalam dua pekan ke depan insiden Marquez, Rossi, atau penalti akan dilupakan,” ujar Elias kepada Marca.

“Kita akan melihat Rossi dan Marquez berada di podium berpelukan dan melakukan selfie. Ini sudah pernah terjadi sebelumnya dan kita melihat mereka punya hubungan bagus. Terlepas hubungan itu palsu atau tidak, tapi mereka terlibat akrab” sambung pebalap asal Spanyol itu.

Elias pernah berseteru dengan Rossi di MotoGP Spanyol dan MotoGP Turki

Pebalap yang menjalani seratus lima start di kelas MotoGP itu menganggap perseteruan yang terjadi antara Rossi dengan Marquez hal biasa terjadi di kejuaraan.

“Itulah hukum kehidupan. Rossi melakukan [tindakan Marquez] pada awalnya, dan kini Marquez dan pebalap lain yang melakukannya. Sekarang Rossi menerima apa yang dia lakukan dulu, itulah balapan, terkadang sangat sulit menerimanya,” ujar Elias.

Pada balapan terakhir di MotoGP Amerika, Minggu lalu Rossi mengaku tidak ingin berbicara langsung dengan Marquez untuk meredakan tensi panas.

Sementara pebalap MotoGP lainnya mengkritik hubungan Rossi dan Marquez yang dianggap bisa mengganggu kejuaraan.

Exit mobile version