Site icon nuga.co

Marquez Kejar Juara di MotoGP Australia

Usai meriah juara dunia MotoGP di Motregi Circuit, Jepang, Minggu lalu, Marc Marquez menyatakan dirinya tidak akan bersantai di MotoGP Australia

Marquez telah mengunci gelar juara dunia  di MotoGP Jepang. Meski demikian Marquez menyatakan dirinya tak akan bersantai menjalani tiga seri tersisa.

Seri MotoGP 2018 berikutnya adalah MotoGP Australia pada Minggu (28/10) mendatang.

“Sungguh sebuah perasaan yang menyenangkan bisa tiba di Australia dengan telah mengunci gelar juara dunia. Saat ini saya tak sabar untuk segera menikmati akhir musim.”

“Namun tentu saja masih ada gelar juara dunia pabrikan dan tim, jadi kami akan mencoba mempertahankan level performa yang sama. Kami ingin meraih lebih banyak kemenangan demi meraih target tersebut, sebuah hal yang penting bagi kami dan Honda,” kata Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Sirkuit di Philipp Island sendiri merupakan salah satu sirkuit yang disenangi oleh Marquez. Baby Alien sendiri sudah memenangi dua gelar di MotoGP Australia sepanjang kariernya.

“Saya mencintai Philipp Island, ini adalah trek kategori cepat yang akan menyajikan pertarungan, sebuah pertunjukan hebat untuk para suporter.”

“Saya hanya berharap cuaca dalam kondisi bagus karena di sana cuaca bisa berubah dari terik matahari menjadi dingin dan berangin hanya dalam beberapa jam. Tentu saja kami akan berusaha ada di depan dan menikmati balapan,” kata Marquez.

Dalam pernyataan lainnya Marquez mengungkapkan  lebih betah berada di rumah menghabiskan waktu bersama keluarga.

Namun, rutinitas padat sebagai pebalap membuat juara MotoGP itu terpaksa sering meninggalkan rumah untuk pergi membalap.

Dalam sesi wawancara bersama Paddocktalk, Marquez menyebut orang-orang yang bakal ia hubungi pertama jika ia memiliki masalah.

Pemilik tujuh gelar juara dunia itu mengurutkan siapa yang bakal dihubungi berdasarkan jenis masalah yang dialaminya, mulai dari kakak, ibu, ayah, atau sahabatnya, Emilio Alzamora.

“Ketika saya mengalami hari yang buruk, saya mencoba untuk menghabiskan waktu dengan saudara saya atau dengan seorang teman untuk melupakan masalah saya. Tapi saya jarang mendapat hari buruk sehingga saya selalu mencoba untuk memilih berolahraga atau naik sepeda,” kata Marquez.

Kesibukannya membalap membuat Marquez hanya punya sedikit waktu untuk berlibur. Meski begitu, ia tidak memiliki satu tempat favorit yang dijadikannya sebagai destinasi wisata tertentu.

“Tempat yang paling saya sukai adalah rumah saya. Kadang-kadang sulit untuk memahami hal ini dan beberapa orang bertanya kepada saya ‘mengapa Anda tidak pergi ke sana?’ Tetapi saya merindukan rumah, sofa, menonton TV dan bersantai,” tuturnya.

Jauh dari rumahnya di Cervera, Catalonia, orang-orang yang berada di timnya, Repsol Honda dianggap sebagai keluarga keduanya. Ia pun merasa bangga dengan timnya lantaran bisa menyebarkan kegembiraan untuk orang di sekitarnya.

“Dalam tim saya, setiap orang memiliki poin baik dan buruknya. Kami dapat mengalami hari yang buruk karena berbagai alasan, baik itu pribadi atau profesional, tetapi di antara kami selalu berakhir dengan tersenyum. Terima kasih, karena mereka pekerjaan jadi jauh lebih baik dan lebih menyenangkan,” kata Marquez.

Sementara itu, pebalap Moto2 yang merupakan adik Marquez, Alex Marquez, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi sang kakak yang meraih gelar juara MotoGP untuk kali kelima.

Alex mengucapkan selamat kepada Marquez yang meraih kemenangan kedelapan musim ini. Sekaligus, gelar juara dunia kelima yang diraih Marc bersama Repsol Honda sejak di MotoGP serta juara dunia ketujuh di sepanjang kariernya.

“Selamat, Marc, selamat atas tujuh gelar juara dunia yang sudah tercapai. Karier yang bagus,” ucap Alex dikutip situs resmi MotoGP.

Kakak beradik itu terus saling memberikan dukungan satu sama lain dalam perjalanan karier masing-masing. Prestasi tertinggi keduanya adalah ketika Marc dan Alex sama-sama menjadi juara di dua level balapan berbeda

Kala itu, Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP keduanya secara berturut-turut, sedangkan Alex meraih gelar juara di arena Moto3.

“Kamu telah melakukan tahun yang luar biasa. Kamu melihat kenyataan bahwa kamu adalah juara dunia dengan tiga balapan tersisa. Jadi ini adalah tahu kesepuluh (sejak Marc pertama kali tampil di Kejuaraan Dunia. Di setiap waktu, Anda tahu di mana batasannya, kapan harus menyerang, kapan tidak.”

Sementara itu bos Honda yang juga mantan pebalap yang kini menjadi bos tim Honda Alberto Puig menyebut Marc Marquez sebagai pebalap yang penurut dan tidak bawel kendati sudah berkali-kali menjadi juara dunia MotoGP.

Titel kelima yang diraih Marquez di MotoGP Jepang akhir pekan lalu langsung mendapat sambutan meriah termasuk dari Puig. Pria yang menggantikan Livio Suppo sebagai bos Honda tersebut menilai Marquez memiliki segalanya untuk menjadi juara.

“Saya tahu dia adalah seorang kampiun, seseorang yang cepat dan memliki kemampuan besar untuk melakukan adaptasi dengan berbagai macam keadaan dan berbagai macam sepeda motor,” kata Puig dilansir motorsport.

Puig juga memiliki kesan tersendiri dengan pebalap termuda yang meraih gelar juara MotoGP tersebut. Bagi Puig, Marquez memiliki kepribadian yang sopan kendati sudah memiliki nama besar sebagai juara dunia.

“Dari sudut pandang pribadi saya, dia adalah seseorang yang memberi perhatian dan mendengarkan saran meski dia adalah juara dunia. Ini adalah fakta yang jarang terjadi di kalangan juara sepertinya,” aku sosok yang menjadi pengorbit Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

“Dia selalu berevolusi secara konstan. Dia mampu beradaptasi dengan kondisi dan motor yang ada. Banyak orang yang tidak bisa seperti itu,” jelasnya lagi.

Mengenai kemampuan Marquez beradaptasi dengan kondisi beragam motor, Puig juga mengakui Honda tidak selalu dapat memenuhi permintaan pebalap yang sudah mengumpulkan tujuh gelar juara dunia itu.

“Terkadang Anda harus menambah sesuatu yang tidak ditemukan di motor dan Marc adalah orang yang memiliki kemampuan seperti itu. Orang lain belum tentu bisa. Dia tidak komplain dan kami telah menjalani itu selama sepanjang waktu ini dan harus diakui Honda tidak selalu mampu menyediakan apa yang dibutuhkan seorang juara,” kata Puig.

Exit mobile version