Site icon nuga.co

Marquez Ikon Pebalap Muda Musim 2015

Lomba MotoGP musim 2015 akan diisi oleh pebalap muda dengan Marc Marquez menjadi sosok utama lewat Repsol Honda. Musim 2014, ditandai dengan kembalinya Marquez mempertahankan tahta juara dengan menggeser eksistensi para pendahulunya untuk menjadi legenda baru.

Marquez sendiri punya formula untuk menjadi legenda: dukungan mesin nomor wahid dan gaya membalap yang berani. Ia berani memacu motor di tikungan dengan kecepatan tinggi dan kemiringan ekstrem hingga kerap terlihat lututnya mencium aspal.

Di musim balap 2014, Marquez berhasil memecahkan rekor kemenanganan grand prix terbanyak dalam satu musim yang semula dipegang Doohan.

Maka lupakanlah Mike Doohan, lupakan Alex Criville, dan lupakan Valentino Rossi. Sejak tahun 2014 kedigdayaan yang pernah mereka lakukan menjadi kecil di hadapan Marquez serta mesin hondanya.

Lalu siapakah yang mampu mengalahkan dia di musim balap 2015 ini?
Dapatkah Marquez mempertahankan titel juara pada musim balap 2015 untuk yang ketiga kalinya?

Satu nama yang pada 2015 nanti dianggap paling mampu mengganggu kedigdayaan Marquez adalah pembalap yang merajai MotoGP pada satu dekade lalu, Valentino Rossi.

Penggemar MotoGP mungkin paham bagaimana pembalap Italia ini merajai MotoGP dengan gaya beraninya dan piawai melibas sirkuit yang diguyur hujan.

Rossi memang dikenal sebagai seorang raja hujan–bahkan ketika ia masih berada di kelas kedua dan ketiga balap. Gayanya berbeda dengan Alex Criville, Mike Doohan, dan Gary McCoy dikenal dengan gaya pengereman yang membuat sudut sempit karena ban belakang seolah meluncur saat di tikungan atau dikenal dengan istilah sliding.

Rossi yang telah berlaga di MotoGP selama 16 tahun–dan kemarin berhasil menjadi runner up di bawah Marquez–akan kembali mengancam eksistensi Marquez sebagai juara bertahan.

Sebenarnya Rossi sempat mengutarakan niat untuk pensiun sebelum memulai musim 2014. Namun, mantan pebalap Ducati itu memperpanjang kontrak dengan Movistar Yamaha dan terus bertandem dengan Juara Dunia dua kali Jorge Lorenzo.

Rossi sendiri baru membuat keputusan untuk mengganti kepala kru balapnya, Jeremy Burgess setelah 14 tahun bersama. Rossi paham dirinya harus mempelajari hal baru untuk mengatasi Marquez pada tahun 2015.

Rossi bahkan menyatakan rival paling sulit yang pernah dihadapinya adalah Marquez, dan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Lorenzo.

Namun, jangan lupakan rekan satu tim Marquez di Repsol Honda, Daniel Pedrosa. Walaupun belum pernah menjadi juara dunia sejak naik kelas ke MotoGP, Pedrosa tetap menjadi pebalap yang diperhitungkan tahun ini.

Tahun lalu dia berhasil naik podium sepuluh kali dan bertarung untuk posisi kedua dengan duo Yamaha. Sayangnya, Pedrosa terlempar dari persaingan setelah gagal finish di GP Sepang, Malaysia, 26 Oktober 2014.

Di luar persaingan empat pebalap dari dua tim unggulan, musim balap tahun ini ditandai pula kehadiran pendatang baru atau dikenal dengan sebutan “rookie.”

Ada empat pebalap yang akan menjadi peserta baru balap MotoGP tahun ini dan dua pebalap veteran yang kembali ke arena MotoGP yaitu Marco Melandri dan Alex de Angelis.

Para rookie itu adalah Jack Miller, Loriz Baz, Eugene Laverty, dan Maverick Vinale.

Miller, yang berusia sembilan belas tahun, adalah rookie yang paling menonjol dari tiga rekannya.
Pebalap asal Australia itu akan berkawan dengan pebalap Inggris, Cal Cruthchlow untuk mengenderai Honda RC213V-RS milik LCR Honda.

Lompatan itu akan menjadi tantangan bagi Miller untuk meneruskan tradisi emas Australia yang menghasilkan juara balap seperti Michael Doohan dan Casey Stoner.

Pebalap asal Australia ini adalah rookie yang paling menonjol dari tiga rookie lainnya. Miller melakukan lompatan besar dari Moto3 untuk berkompetisi di MotoGP tahun ini.

Miller mengakhiri musim 2014 sebagai peringkat kedua Moto3. Lompatannya ke MotoGP adalah yang lompatan terbesar dalam sejarah dunia balap motor.

Ia akan meneruskan tradisi Australia yang menghasilkan pebalap emas untuk menjadi juara dunia asal Negeri Kanguru seperti Mike Doohan dan Casey Stoner.

Selain Miller ada nama Maverick Vinales, yang akan menunggangi Suzuki. Vinales adalah salah satu bakat alami di dunia balapan. Dia merupakan juara Moto3 pada 2013 menjadi peringkat ketiga Moto2 pada tahun selanjutnya.

Anak muda dari Girona, Italia itu telah memenangi 16 Grand Prix di semua kelas. Tahun ini dia akan menemani pebalap utama Suzuki, Aleix Espargaro yang ditarik dari Forward Yamaha.

Namun, Vinales mungkin akan kesulitan mengendalikan motor GSX-RR setelah pada uji coba pertama Vinales berada di urutan ke-delapan belas.

Anak muda lainnya, Loris Baz, Forward Yamaha. Loris Baz merupakan peringkat kelima dalam klasemen akhir kejuaraan Superbike musim lalu.

Prestasinya pada kejuaraan itu terus meningkat dari semula di peringkat ke-tiga belas pada musim 2012 kemudian menjadi posisi ke delapan pada musim 2013.

Namun, MotoGP dan Superbike memiliki spesifikasi yang berbeda, sehingga Baz diprediksi masih akan memerlukan beberapa adaptasi setelah balap dimulai.

Exit mobile version