Site icon nuga.co

Marc: Gaya Balap Saya Sangat Berbahaya

Marc Marquez menyadari bahwa gaya balap miliknya penuh risiko sehingga ia ingin mengganti gaya balapnya.

Marquez tampil gemilang dengan meraih empat gelar juara dunia di lima tahun perdananya di kelas MotoGP.

Selain torehan prestasi, Marquez juga dikenal dengan gaya balapnya yang agresif.

Marquez sering terjatuh, terutama saat latihan bebas, untuk mengukur kemampuan maksimal di atas motornya.

Tak hanya itu, Marquez juga sering ambil risiko saat turun di lintasan karena ia tak puas jika hanya jadi nomor dua.

Di balik keberaniannya memacu motor, Marquez mengakui bahwa gaya balapnya memang berisiko.

“Memang gaya balap saya sangat berbahaya dan saya ingin coba mengubahnya.”

“Bila saya mengalami cedera, maka saya punya peluang untuk absen di balapan hari Minggu,” ujar Marquez seperti dikutip dari Auto Bild Spanyol

Marquez pun memasang target lain di luar target jadi juara dunia MotoGP kelima.

“Saya berharap musim depan saya ingin lebih sedikit mengalami kecelakaan dan bisa menjaga kecepatan saya.”

“Saat ini gaya balap saya memang seperti yang terlihat, namun kecelakaan juga karena faktor motor Honda. Sedikit kesalahan saat menunggangi motor, membuat saya terjatuh ke tanah,” kata Marquez .

Jelang musim ini, masa depan Marquez dengan Honda jadi salah satu hal yang dibicarakan banyak orang.

Ada pihak yang yakin bahwa Marquez ingin menguji diri dan mencari tantangan baru di tim lain, namun sejauh ini Marquez menyatakan Honda adalah tim yang selalu mendukung dirinya

Sementara itu, menurut para pengamat, MotoGP musim ini dipastikan akan berjalan lebih menarik.

Bukan hanya sulit memprediksi siapa yang akan menjadi pesaing utama Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia, juga karena sulit memprediksi jalan pikiran Marquez dan Valentino Rossi.

Dengan kondisi yang tidak konsisten di kubu Yamaha dan Ducati sepanjang musim lalu, Marquez pantas kembali difavoritkan menjadi juara dunia di MotoGP 2018.

Honda sempat kesulitan di awal-awal musim lalu dengan sepeda motor RC213V, tapi tim asal Jepang itu mampu mengatasinya seiring dengan berjalannya musim.

Ditambah dengan penampilan penuh risiko yang ditunjukkan Marquez, pebalap yang dijuluki The Baby Alien itu pun sukses menjadi juara dunia.

Tanpa mengesampingkan pengalaman Rossi, kemampuan Maverick Vinales, kehebatan Jorge Lorenzo, dan kegigihan Andrea Dovizioso, tapi tidak diragukan lagi Marquez masih akan menjadi favorit utama menjadi juara dunia MotoGP tahun ini.

Rossi dan Vinales tidak akan bisa menjadi rival Marquez jika Yamaha tidak mampu membuat motor M1 lebih kompetitif dibanding musim lalu.

Lorenzo masih harus beradaptasi dengan sepeda motor Desmosedici, dan Dovizioso belum seberani Marquez di atas sirkuit.

Marquez di sisi lain selalu punya keberanian untuk mengambil risiko di atas sirkuit, terutama jika pebalap asal Spanyol itu sedang dalam posisi terjepit.

Jika Honda mampu membuat sepeda motor RC213V terus kompetitif, maka Marquez akan selalu sulit dikejar.

Satu hal yang mungkin bisa menjegal langkah Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP .

Fokus Marquez bisa terganggu menyusul kontrak pebalap 24 tahun itu bersama Repsol Honda akan berakhir usai musim mendatang.

Belakangan Marquez santer dikabarkan akan hengkang dari Honda, dengan KTM dan Yamaha menjadi dua tim yang paling berambisi mendapatkan tanda tangan enam kali juara dunia Grand Prix tersebut.

Situasi yang sama juga dihadapi Rossi. Situasi yang dihadapi The Doctor bahkan lebih rumit.

Pasalnya, pebalap asal Italia itu sedang dihadapkan pada pilihan yang sulit karena kontraknya bersama Yamaha juga berakhir setelah musim mendatang.

Rossi harus mengambil keputusan yang penting di MotoGP, tidak hanya menentukan bertahan di Yamaha atau tidak, tapi juga menentukan apakah tetap membalap atau pensiun usai musim 2018.

Tidak mudah menjalani musim dengan kondisi masa depan yang masih abu-abu. Memutuskan masa depan di awal-awal musim 2018 menjadi opsi yang terbaik bagi Marquez dan Rossi. Jika tidak, maka penampilan kedua pebalap bisa terganggu masalah non-teknis di luar sirkuit.

Kondisi yang dihadapi Marquez dan Rossi membuat MotoGP 2018 akan menarik tidak hanya karena persaingan di atas sirkuit.

Mata seluruh penggemar MotoGP dipastikan akan tertuju ke Marquez dan Rossi, menanti keputusan penting yang dibuat kedua pebalap.

Perpindahan seorang pebalap MotoGP bisa lebih menarik dibanding transfer pemain yang terjadi di dunia sepak bola.

Hanya ada dua belas tim di MotoGP saat ini, dan Marquez serta Rossi hampir pasti akan pindah ke tim rival jika memutuskan hengkang dari Honda dan Yamaha.

Marquez selama ini ditantang untuk bisa merebut gelar juara dunia MotoGP bersama tim lainnya.

Saat ini hanya ada dua tim pabrikan yang bisa menantang Honda, yakni Yamaha dan Ducati.

Pindah ke dua tim rival itu menjadi opsi paling memungkinkan bagi Marquez jika ingin meninggalkan Honda.

Rossi juga berpeluang tinggalkan Yamaha akhir musim ini, terutama jika sepeda motor M1 tidak kompetitif. Dengan sembilan gelar juara dunia, memutuskan pensiun dari MotoGP juga keputusan yang tepat bagi The Doctor.

Exit mobile version