Site icon nuga.co

Marquez Berambisi Raih Juara Musim Depan

Marc Marquez tak menyembunyikan ambisinya untuk mengejar gelar juara lagi di musim balapan MotoGP mendatang bersamaan dengan  tahun kelimanya di kelas MotoGP.

Meski telah bergelimang gelar, Marquez mengaku tetap memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi.

Marquez baru berusia dua puluh tiga tahun namun ia telah sukses tiga kali jadi juara dunia MotoGP. Hal ini membuat Marquez diyakini berpeluang besar memiliki pamor seperti Valentino Rossi di kelas MotoGP.

Meski sukses tampil dominan sejak naik ke kelas MotoGP, Marquez menegaskan bahwa hasratnya untuk jadi juara tidak berkurang sedikit pun.

“Tak sulit bagi saya untuk menemukan motivasi saat tampil di musim 2017, karena motivasi saya saat ini sudah terisi penuh.”

“Saya termotivasi dengan sejumlah kepindahan pebalap ke pabrikan baru dan ingin kembali mengalahkan mereka,” tutur Marquez seperti dikutip dari GP One.

Marquez kemudian tanpa ragu menyebut duo Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi sebagai rival terbesar untuk perburuan gelar tahun depan.

“Ancaman terbesar bagi saya adalah Vinales dan Rossi.”

“Sangat dini bila saya mengatakan bahwa Maverick Vinales lebih sulit ditaklukkan dibandingkan Valentino Rossi. Namun yang pasti dia sukses menunjukkan bahwa dia sangat cepat,” ujar Marquez.

Pada musim lalu, Marquez tampil kurang impresif di awal musim.

Namun performanya terus konsisten sejak pertengahan musim dan sukses mengunci gelar saat balapan masih menyisakan tiga seri lagi

Ambisi Marquez ini dibenarkan oleh legenda balap motor, Max Biaggi yang  menilai pebalap Repsol Honda itu bakal jadi favorit di atas kertas dalam MotoGP musim depan.

Biaggi meyakini Marquez yang sukses meraih tiga titel juara dunia dalam empat tahun terakhir tetap bakal berada di garis terdepan dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP.

“Favorit juara dunia di atas kertas adalah Marquez,” tutur Biaggi seperti dikutip dari GPOne.

Menurut Biaggi, duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales bakal jadi pesaing berat Marquez merebut status yang terbaik.

“Di tempat kedua di bawah Marquez adalah Rossi dan kemudian di tempat ketiga ada Vinales.”

“Namun semuanya masih bisa berubah,” ujar Biaggi meyakini.

Musim depan memang bakal jadi salah satu musim yang paling menarik di MotoGP. Perpindahan sejumlah pebalap ke tim lain membuat atmosfer persaingan menjadi lebih sulit ditebak.

Tahun depan Jorge Lorenzo akan menunggangi Ducati, Maverick Vinales pindah ke Yamaha, sedangkan Andrea Iannone hijrah ke Suzuki.

Sementara itu, masih dari berita MotoGP, Jorge Lorenzo tak akan lagi didampingi oleh sang pelatih, Marc Rovira, dalam petualangannya di Ducati musim depan

Rovira dan Lorenzo yang sudah bekerja sama dalam tiga musim terakhir memutuskan untuk berpisah jalan di musim depan. Bersama Rovira, Lorenzo sukses menjadi juara dunia MotoGP pada dua musim lalu.

Rovira memutuskan untuk masuk ke tim Pol Espargaro yang bakal menunggangi pabrikan baru, KTM, di musim balap tahun depan.

Setelah berpisah dengan Lorenzo, Rovira bakal pindah ke Andorra, tempat Espargaro tinggal. Rovira akan bekerja membantu pebalap asal Spanyol itu agar cepat beradaptasi dengan KTM.

Meski demikian, Rovira disebut tak akan terjun langsung di banyak seri seperti halnya ketika ia mendampingi Lorenzo.

Dengan putusnya hubungan dengan Rovira, maka Lorenzo bakal mencari pelatih baru untuk membantunya bisa tampil menggigit bersama Ducati.

Nama juara dunia  empat kali, Max Biaggi, sempat disebut-sebut jadi salah satu kandidat kuat pelatih Lorenzo.

Hubungan akrab Lorenzo-Biaggi jadi salah satu alasan kuat mengapa kerja sama mereka bisa terjadi di Ducati.

Lorenzo sendiri datang ke Ducati dengan misi besar. Dia ingin bisa mengulang sukses bersama Yamaha saat menunggangi Ducati.

“Sejauh ini hampir tak ada pebalap yang bisa jadi juara dunia bersama Ducati, kecuali Casey Stoner.”

“Jadi saya lihat tahun depan merupakan tahun yang menarik bagi saya,” tutur Lorenzo.

Exit mobile version