Site icon nuga.co

Marc Marquez Bisa Juara dengan Tim Lain

Mantan pebalap Grand Prix terkenal, Max Biaggi, mengingatkan bahwa  Marc Marquez tetap akan jadi juara dunia MotoGP meski ia pindah dari Repsol Honda dan menunggangi motor lain.

Diketahui, Marquez dan Honda tengah berada dalam periode keemasan.

Sejak Marquez naik kelas ke MotoGP, dia sudah mengantongi empat titel juara dunia di lima musim perdananya.

Biaggi menilai, keberhasilan Marquez menjadi juara dunia MotoGP bukan semata karena kehebatan motor Repsol Honda. Ia yakin bahwa Marquez memiliki kemampuan istimewa yang membuatnya layak jadi juara.

“Saya rasa kemampuan motor yang ada saat ini terbilang sejajar. Jadi saya pikir bila kalian meminta sang juara dunia memakai motor lain, maka dia akan tetap memenangkannya,” tutur Biaggi, seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Biaggi juga meyakini bahwa Marquez saat ini memiliki tingkat kemampuan balap terbaik di antara para pembalap motor lain di MOtoGP.

Namun, ia yakin Marquez masih bisa menggali potensinya dan menjadi pembalap yang lebih hebat di masa depan.

“Marquez jadi juara dunia, tentu saja alasannya karena dia memang yang terkuat. Dalam pandangan saya, dia belum mencapai performa terbaiknya.”

“Jadi sosok terbaik Marquez belum muncul. Marquez masih akan terus berkembang, mungkin hingga ia berusia dua puluh delapan hingga tiga puluh tahun,” lanjut Biaggi.

Pada musim ini, Marquez sempat tampil buruk di paruh awal musim. Pebalap asal Spanyol itu bahkan sempat tertinggal 38 angka sebelum akhirnya tampil brilian di paruh kedua dan memenangkan perburuan titel juara di seri terakhir, GP Valencia

Tidak hanya Max Biaggi, pebalap hebat Valentino Rossi juga mengungkapkan, Marc Marquez adalah sosok rival yang kuat.

Namun, dia juga tak melupakan kehadiran Casey Stoner dan Jorge Lorenzo yang pernah jadi rival utama di lintasan MotoGP.

Sejak Marquez naik ke kelas MotoGP pada empat tahun lalu, Rossi makin sulit untuk jadi juara dunia.

Peluang terbaik ada di musim dua tahun silam saat Rossi kalah dalam perburuan poin dari Lorenzo di seri terakhir.

“Marquez adalah pebalap yang sangat kuat, namun begitu juga Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Saya melihat mereka bertiga sama,” ujar Rossi dalam wawancara dengan Radio Deejay seperti dikutip dari GPOne.

Rossi bahkan mulai menyimpan kekhawatiran Lorenzo bisa mulai beradaptasi dengan motor Ducati dan tampil jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya pada musim mendatang

“Ducati adalah motor yang sulit untuk dikendarai, terutama ketika sebelumnya Anda berlomba dengan Yamaha.”

“Ducati dan Yamaha adalah dua motor yang berlawanan, namun Jorge Lorenzo bisa tampil kompetitif di saat akhir. Saya khawatir di 2018 Lorenzo bisa tampil sangat cepat,” tutur Rossi.

MotoGP 2018 sendiri jadi musim yang menentukan untuk Rossi. Kontrak The Doctor dengan Yamaha akan usai di akhir musim. Bila Rossi merasa masih kompetitif, maka ia membuka peluang untuk melanjutkan karier

Tentang pebalap lainnya, Johann Zarco, Rossi mengatakan, aksi-aksinya  dalam duel satu lawan satu juga sering mengundang pujian.

Meski ia hanya menunggangi tim satelit, Yamaha Tech3, Zarco bisa mengimbangi performa pebalap-pebalap lainnya.

“Max Verstappen (pebalap F1) dan Zarco memiliki kesamaan, yaitu keduanya tak pernah menggunakan rem,” kata Rossi seperti dikutip dari GPOne.

“Kalian harus pindah dari belakang dan pindah ke sisinya karena situasi akan bahaya dan kalian berdua  akan berakhir dengan keluar lintasan,” tutur The Doctor menambahkan.

Rossi sendiri sudah dua puluh tahun berkiprah di dunia balap grand prix. Musim depan jadi momen penting bagi pebalap asal Italia itu.

Bila masih kompetitif, maka Rossi bisa memutuskan untuk melanjutkan karier di dua tahun mendatang.

Rossi mengaku cukup khawatir dengan kehidupannya usai pensiun dari MotoGP karena tak pernah lepas dari dunia balap.

Exit mobile version