Site icon nuga.co

Lorenzo Kalahkan Rossi Kala di Ducati?

Dua legenda Moto GP,   Angel Nieto dan Casey Stoner,  mengingat Valentino Rossi, Marc Marquez dan Maverick Vinales bahwa eksistensi mereka untuk musim mendatang akan digoyang oleh Jorge Lorenzo, ketika sang pebalap memulai tahun pertamanya di Ducati.

Kepada situs balap terkenal “crash,” 14 Juni 2016, Nieto, dengan  sangat yakin menyatakan  Lorenzo akan mampu memimpin Ducati Corse menuju kebangkitan mereka di ajang MotoGP.

Nieto yakin Por Fuera akan kembali membawa Ducati berjaya seperti ketika menjadi juara dunia bersama Casey Stoner.

Lorenzo sudah  dipastikan hijrah dari Movistar Yamaha ke Ducati per musim depan.

Jawara MotoGP musim lalu itu diikat kontrak dua tahun.

“Saya sangat senang Jorge pindah ke Ducati, saya rasa ini akan sangat hebat. Menurut saya, ia akan membuat kompetisi kian berimbang.”

“ Jorge sangat bertalenta dan saya yakin ia bisa memimpin Ducati menuju puncak podium seperti saat zaman Casey Stoner,” kata Nieto.

“Saya yakin tantangan ini berat, tapi saya senang ia mengambilnya. Bahkan ketika saya mendengar kabar ini, saya segera menjabat tangannya dan berkata padanya bahwa saya sangat menyukai keputusannya,” urainya.

Senada dengan Nieto, mantan pembalap Ducati Corse, Casey Stoner memuji kinerja Jorge Lorenzo bersama Movistar Yamaha.

Menurutnya, rider asal Spanyol tersebut bakal menjadi favorit juara bersama pabrikan asal Italia tersebut.

Ya, kiprah Lorenzo musim lalu terbilang gemilang dengan keluar sebagai jawara MotoGP.

Sebab, dalam tiga balapan terakhir ia tak mampu meraih podium teratas, lantas Lorenzo bangkit di balapan terakhir yang berlangsung di Valencia.

Tak ayal, Stoner memprediksi peta kekuatan musim depan akan kembali sengit.

Dasarnya, Lorenzo tetap yang terkuat dibandingkan dengan para pesaingnya yakni Valentino Rossi, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

“Kemenangan Lorenzo di musim lalu sangat mengesankan. Setelah tiga balapan tanpa podium, Lorenzo bangkit dan bersaing memenangkan lomba,” ucap

“Musim depan, Lorenzo adalah favorit juara dunia. Saya percaya, meskipun Marc Marquez telah memenangkan gelar berturut-turut, dan Rossi telah kembali, Dani Pedrosa menjadi misteri,” ujarnya.

Sementara  itu, pada waktu bersamaan,   Lorenzo sangat kecewa  dengan  kehilangan teknisi terbaiknya yakni Ramon Forcada yang lebih memilih bertahan bersama Tim Movistar Yamaha dari pada hengkang bersamanya ke Ducati.

Menurutnya, rider anyar Yamaha musim depan, Maverick Vinales, sangat beruntung bekerja sama dengan teknisi berpengalaman.

Kepindahan Lorenzo ke Ducati membuat anggota timnya menentukan masa depannya masing-masing.

Lantas, hanya ada satu orang yang bersedia menemani X-Fuera ke tim asal Italia tersebut yakni Juan Llansa.

Kendati tak bekerja sama lagi, Lorenzo menilai pabrikan asal Jepang tersebut sangat profesional dalam membangun anggota tim.

Namun, ia menyebutkan Ducati juga sangat spesifik dalam menjaga beberapa mekanik yang menangani mesin.

“ Ramon bagi saya, jika bukan yang terbaik, adalah mekanik suspensi terbaik. Dia punya banyak pengalaman dan ia mengantarkan saya jadi juara dunia tiga kali. Tentu saja Maverick bisa belajar banyak dari pengalamannya dan bekerja seperti kami sebelumnya,” ucap

“Yamaha sangat profesional dan mereka melatih orang-orang dengan sangat baik. Ini tidak mudah bagi mereka untuk mau mengambil tantangan baru seperti yang saya lakukan.”

“ Untuk Ducati juga sulit karena mereka ingin menjaga sebagian kecil anggotanya sebab motornya sangat rumit dan khusus,” ujarnya lanjut.

Tentang ketidakinginan Ramon Forcada hengkang bersama Lorenzo ke Ducati dipahami oleh  Valentino Rossi.

Rossi menyatakan tak ingin mencampuri masalah internal Lorenzo tapi  paham mengapa kepala teknisi pribadinya tak bisa ikut pindah ke Ducati di MotoGP tahun depan.

Rossi menilai, hal itu dikarenakan perbedaan motor yang dimiliki Yamaha dan Ducati.

Lorenzo dipastikan membela Ducati.

“Bagi saya, Ramon  adalah kepala kru yang sangat luar biasa dengan banyak pengalaman. Dia selalu bekerja dengan sangat, sangat baik,” tutur Rossi, sebagaimana diberitakan Speedweek

“Tapi di sisi lain, Ducati memiliki motor yang sangat berbeda dari Yamaha. Jadi, penting bagi Ducati memiliki kru yang mengenal motornya dengan sangat baik,” sambung pembalap berkebangsaan Italia itu.

Forcada sendiri dipastikan akan menjadi kepala teknisi untuk rider baru Yamaha, Maverick Vinales, musim depan.

Lorenzo sendiri akan bekerja sama dengan teknisi Juan Llansa di Ducati.

Llansa sendiri bukan orang baru bagi X-Fuera. Keduanya pernah bekerja sama sejak di tiga belas tahun silam

Exit mobile version