Site icon nuga.co

Bila Benar Lorenzo Cedera, Rossi Juara

Valentino Rossi bisa “melenggang” menyabet gelar juara kesepuluh MotoGP-nya bila benar Jorge Lorenzo dinyatakan tidak layak bila tim medis mengeluarkan rekomendasi tidak layak untuk membalap di Aragon Sirkuit akibat terhempas di lap kedua puluh di Sirkuit Misano Minggu malam WIB, pekan lalu.

Lorenzo, Rabu, 16 September 2015, seperti diberitakan “crash,” mengeluh masih merasakan sakit dikepalanya usai terjatuh di MotoGP San Marino.

Sebelumnya, Lorenzo mengaku beruntung tidak mengalami cedera dan hanya merasakan sakit di bagian kepala.

Berbicara kepada situs resmi MotoGP, Lorenzo mengaku mengalami trauma di bagian kepalanya dan terus diawasi oleh tim media.

“Tidak ada rekomendasi bahwa saya tidak membalap di Aragon. Tapi semuanya terpulang dengan tim medis,” ujar Lorenzo pasrah.

Ketika terhempas di San Marino Lorenzo diyakini telah melakukan kesalahan karena tidak sabar menunggu ban motor M1 mendapatkan suhu yang tepat.

“Setelah pergantian motor yang kedua, saya tidak sabar menunggu satu atau dua tikungan lagi. Setelah itu suhu ban mungkin sudah cukup, tapi saya justru terjatuh dan kehilangan banyak poin,” ucap Lorenzo.

Lorenzo mengaku beruntung mampu terhindar dari cedera serius. Pasalnya, dengan motor M1 musim ini yang jauh lebih berat, pebalap asal Spanyol itu berpeluang mengalami cedera yang buruk.

“Jika motor terlempar dan jatuh di aspal seperti itu, Anda punya peluang lima puluh persen mengalami cedera serius. Terutama dengan tipe motor saat ini yang jauh lebih berat dan kuat,” tegas Lorenzo.

“Saya masih merasakan sakit di bagian kepala dan pinggul, tapi untungnya tidak ada yang serius. Untuk MotoGP Aragon, saya berharap akan kembali fit seratus persen.”

Kegagalan finis di MotoGP San Marino membuat Lorenzo tertinggal dua puluh tiga poin dari Rossi dengan musim menyisakan lima seri balapan.

Namun, Jorge masih percaya diri bisa menggeser posisi The Doctor.

“Kami harus meraih kemenangan, tapi bukan berarti menang lima-limanya. Yang terpenting saya harus finis di depan Rossi. Jika tidak hujan lagi, maka peluang meraih gelar masih ada,” ucap Lorenzo.

MotoGP Aragon akan berlangsung pada Minggu malam WIB, 27 September 2015 mendatang
Atas gagalnya menyelesaikan balapan di Misano, Lorenzo meminta maaf kepada para penggemarnya lewat akun Twitter miliknya.

“Saya minta maaf kepada tim dan para pendukung. Beruntung, saya tidak apa-apa. Kami akan tetap bertarung untuk kejuaraan dunia,” cuit Lorenzo pada akun Twitter miliknya.

Pebalap asal Spanyol itu pun mengakui dirinya melakukan dua kesalahan yang berakibat fatal di sirkuit Misano.

Salah satu kesalahan itu adalah keputusannya untuk tetap bertahan menggunakan motor dengan ban basah di lintasan yang mulai mengering.

“Ketika sadar saya berada di posisi kedua, saya menunggu untuk melihat apa yang dilakukan Valentino, karena jika kami memasuki pit di waktu bersamaan, dengan ban kering, saya dapat lebih cepat darinya,” ujar Lorenzo seperti dilansir Crash.net.

“Tetapi jika saya masuk pit sebelum Rossi dan cuaca mulai kembali hujan, saya bisa jatuh dan mengalami cedera, atau dia bisa menang dan saya kehilangan dua puluh lima poin. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tetap berlomba dengan ban basah. Mungkin saya membuat kesalahan, satu dari dua kesalahan hari itu.”

Lorenzo akhirnya memasuki pit lebih dulu dibanding Rossi. Namun, setelah mengganti motornya, Lorenzo justru kembali melakukan kesalahan.

Setelah dilewati Scott Redding, Lorenzo menjadi tak sabar dan memaksakan kondisi motornya, sehingga terjatuh.

“Ketika Redding melewati saya, saya kehilangan kesabaran saya karena merasa terlalu lambat dan harus lebih cepat lagi, atau pebalap lain akan mulai mengejar saya,” ujar Lorenzo menambahkan.

“Itulah mengapa saya tidak memerhatikan di tikungan itu (tikungan ke-15) merupakan tikungan kiri, setelah banyak tikungan kanan.”

Lorenzo pun mengaku dirinya tak ingin berlama-lama tenggelam dalam kekecewaan. Apalagi dirinya cukup beruntung tidak mengalami cedera berarti setelah terjatuh cukup keras.

“Kami harus bersikap positif, tak ada gunanya melakukan protes atau menyesali apapun,” ujar Lorenzo tenang. “Saya membuat dua kesalahan dan akan mencoba belajar dari kesalahan itu di masa depan.”

Terlepas kondisi Lorenzo, Rossi, masih menganggap Marc Marquez masih berada di jalur ancaman meski ia masih tertinggal enam puluh tiga poin dengan musim menyisakan lima seri.

Marquez berhasil memangkas poin dengan Rossi yang berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2015 berkat kemenangan di GP San Marino. Kemenangan itu memberi Marquez sedikit napas untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Rossi memang memiliki keunggulan yang jauh atas Marquez. Namun, The Doctor enggan menutup peluang juara dunia MotoGP itu.

“Bagi saya, situasi di kejuaraan adalah seperti ini: Marquez jauh, tapi dengannya, hingga secara matematis tertutup, dia masih bersaing di kejuaraan. Kami harus mewaspadainya,” ujar Rossi seperti dilansir Motorsport.

Rossi hanya finis di posisi kelima di Sirkuit Misano. Meski begitu, pebalap asal Italia itu mampu memperlebar jarak dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang gagal finis setelah mengalami kecelakaan.

Keunggulan Rossi atas Lorenzo hingga lima seri tersisa adalah 23 poin. Tapi, Rossi menganggap keunggulan itu belum cukup aman.

“Mengenai saya dan Lorenzo, tentunya dua puluh tiga poin keuntungan bagus dengan lima balapan tersisa. Tapi, Lorenzo punya potensi meraih kemenangan di mana saja,” tegas Rossi.

“Jadi, jika saya berpikir gelar juara terlalu sering, saya bisa kehilangan sembilan poin di setiap hari Minggu. Keunggulan sembilan poin di lima balapan jelas lebih dari cukup untuk Lorenzo. Saya harus finis di depan Lorenzo.”

Exit mobile version