Site icon nuga.co

Lorenzo Bakal Mudah Nyetel dengan Honda

Lorenzo berbicara untuk pertama kalinya sebagai pembalap Repsol Honda. Ia mengungkapkan cocok mengendarai Repsol Honda  daripada Ducati.

Juara dunia lima kali itu menggantikan Dani Pedrosa untuk bergabung bersama juara bertahan, Marc Marquez. Lorenzo sudah menjalani tes Repsol Honda pada bulan November.

“Musim lalu saya mengendarai sepeda yang sama sekali berbeda, itu sangat besar dan sangat tinggi,” kata Lorenzo dikutip dari Crash,

“Mungkin itu terlalu besar untukku. Honda lebih cocok untuk saya dalam hal dimensinya. Ini lebih kompak, motor yang lebih kecil dan lebih rendah, dengan mana saya bisa membungkuk lebih baik.

“Saya merasa sedikit lebih percaya diri ketika memasuki tikungan, karena semakin dekat Anda dengan tanah, semakin banyak keyakinan yang Anda miliki. Kesan pertama positif dan saya melihat banyak potensi di sana.

“Pada saat-saat itu ekspresimu berbicara sendiri. Semuanya sangat mengasyikkan, sangat baru dan menyenangkan. Juga, jika perasaan awalnya baik, Anda bisa tahu lebih banyak dari ekspresi Anda. ”

Pada tes keduanya dengan Honda di Jerez, Lorenzo memperoleh sejumlah modifikasi pada RC213V-nya dibandingkan dengan debutnya di Valencia.

“Salah satu hal yang paling mengesankan saya adalah kemampuan Tim Repsol Honda untuk bereaksi, memberikan apa yang Anda minta,” katanya.

“Saya cukup jelas, Honda mencatat semua indikasi saya dan dalam beberapa hari semuanya sudah siap dan kami memiliki tangki bahan bakar hampir seratus persen sesuai dengan keinginan saya.”

Dengan bergabung Repsol Honda, Lorenzo merasa telah tiba di salah satu tim terbesar di dunia dan menikmati kesempatan di depannya.

“Repsol Honda mungkin tim paling sukses dalam sejarah,” katanya. “Mereka memiliki kemenangan dan gelar terbanyak.

“Untuk membandingkan mereka dengan tim sepak bola, mereka akan menjadi Barca atau Real Madrid. Tidak ada tim dengan lebih banyak gelar dan lebih penting di seluruh dunia daripada yang ini,”.

Lorenzo diyakini tak akan butuh waktu lama beradaptasi dengan Honda

Motor Honda yang lebih jinak dan akan sangat memudahkan Lorenzo.

Saat pindah dari Yamaha ke Ducati, Lorenzo sempat menjalani periode sulit. Namun, pada balapan ke-24 menunggangi Desmosedici dia bisa meraih kemenangan pertam yang dia dapat di Mugello.

Kini, saat pindah dari Ducati ke Honda, adaptasi kembali menjadi tantangan Lorenzo. Namun, pembalap 31 tahun itu diprediksi tak akan butuh waktu lama untuk nyetel dengan RC213V.

“Saya pikir itu akan lebih mudah untuk Jorge pindah dari Ducati ke Honda. Honda punya motor seperti motor normal,” ucap juara dunia MotoGP , Casey Stoner, dikutip AS.

“Jorge sudah menunjukkan dia bisa menang di Ducati. Saya tak ada keraguan dia akan bisa melakukannya (di Honda), saya sangat antusias menunggu apa yang akan terjadi,” tutur Stoner.

Saat pindah ke Ducati, Lorenzo melewati musim pertama tanpa sekalipun meraih kemenangan

Lorenzo diyakini tak akan butuh waktu lama beradaptasi dengan RC213V. Motor Honda yang lebih jinak dan akan sangat memudahkan Lorenzo.

Saat pindah dari Yamaha ke Ducati, Lorenzo sempat menjalani periode sulit. Namun, menunggangi Desmosedici dia bisa meraih kemenangan pertam yang dia dapat di Mugello.

Kini, saat pindah dari Ducati ke Honda, adaptasi kembali menjadi tantangan Lorenzo. Namun, pembalap 31 tahun itu diprediksi tak akan butuh waktu lama untuk nyetel dengan RC213V.

“Saya pikir itu akan lebih mudah untuk Jorge pindah dari Ducati ke Honda. Honda punya motor seperti motor normal,” ucap juara dunia

“Jorge sudah menunjukkan dia bisa menang di Ducati. Saya tak ada keraguan dia akan bisa melakukannya (di Honda), saya sangat antusias menunggu apa yang akan terjadi,” tutur Stoner.

Saat pindah ke Ducati, Lorenzo melewati musim pertama tanpa sekalipun meraih kemenangan. Hasil terbaiknya cuma naik podium tiga kali. Ia baru bisa bangkit di musim kedua, dengan meraih tiga kemenangan

Exit mobile version