Site icon nuga.co

Ketika Rossi Mengakui Sulit Menang di Misano

Valentino Rossi tak menyembunyikan kesulitannya ketika gagal meraih kemenangan saat mentas di Sirkuit Marco Simoncelli Misano, Minggu 13 September 2015 malam WIB karena tertinggal tiga belas detik dari pebalap di posisi empat, Loris Baz pada lap kedua puluh tiga.

Sebelumnya Rossi memiliki keyakinan bisa melewati dua pembalap di depannya meski akhirnya hal itu tidak dilakukan karena tak mau mengambil risiko.

Rossi sempat memimpin balapan pada lap ketujuh belas hingga dua puluh satu saat lintasan masih basah. Tapi pada saat lintasan berubah ke kering, juara dunia tujuh kali kelas utama itu terlambat mengganti ban.

Akibatnya posisi rider berpaspor Italia melorot ke tangga kelima dan bertahan hingga akhir balapan.

“Saya tidak akan menang setelah mengetahui berada di posisi lima pada lap dua puluh dua. Namun, sejatinya saya berpeluang untuk finis di depan Baz atau Redding. Posisi tiga atau empat masih mungkin saya capai saat itu,” jelas Rossi seperti mengutip dari Speedweek, Kamis, 17 September 2015.

“Dalam balapan tersebut, saya tak bisa mengambil risiko berlebih. Saya lebih memilih mengurangi risiko karena tahu takkan meraih kemenangan pada race tersebut,” urai mantan rider Repsol Honda itu.

Tentang bagaimana lanjutan balapan di seri keempat belas di Aragon dua pekan mendatang, Rossi tak berani memberi jawaban, Ia juga mengelak membicarakan siapa yang akan keluar sebagai juara. Dirinya atau Lorenzo.

Berlainan dengan Rossi, bekas pembalap MotoGP, Max Biaggi, coba memprediksi siapa yang akan menjadi juara dunia MotoGP musim ini.

Menurut The Roman Emperor – julukan Biaggi, hanya dua rider yang punya kans untuk jadi jawara, yakni duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Rossi yang pada balapan di San Marino akhir pekan lalu finis kelima, saat ini masih bertengger di puncak klasemen

“ The Doctor “unggul dua puluh tiga poin dari Lorenzo yang ada di peringkat kedua. X-Fuera memang terjatuh dan akhirnya gagal finis di Sirkuit Misano.

Biaggi sendiri dikenal sebagai sahabat Lorenzo.

Sementara itu, sudah jadi rahasia umum kalau hubungan Biaggi dan Rossi kurang akur meski sama-sama dari Italia. Keduanya bahkan pernah jadi musuh bebuyutan, saat BIaggi masih berkompetisi di Premier Class – tepatnya pada awal dua ribuan.

“Saya menonton langsung balapan di Misano lalu. Usai balapan, saya menghabiskan waktu bersama Jorge hingga dini hari. Saat makan malam, ia masih marah karena jatuh dan gagal finis. Saya selalu mendukungnya. Itulah gunanya teman,” ungkap Biaggi, disadur dari Tutto Motori, Kamis, 17 September 2015.

Ketika ditanya soal prediksi siapa yang akan merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini, Biaggi memberi jawaban diplomatis.

“Hati saya berkata Jorge, tapi secara logika, kepala saya berkata Vale. Dia terlihat kuat dan sangat konsisten musim ini,” urainya.

Pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, diyakini akan semakin sulit mengejar ketertinggalan dari Rossi.
Lorenzo sendiri dengan tegas menolak untuk menyerah dari Rossi.

Walaupun secara matematis peluang X-Fuera masih ada, banyak yang menilai overtaking akan sulit terjadi jika melihat bagaimana performa The Doctor –julukan Rossi- sejauh ini.

Akan tetapi, Lorenzo menolak beranggapan yang sama. Ia sama sekali tidak setuju dengan penilaian tersebut. Dengan tegas, ia menyatakan tidak berniat sedikit pun mengubah targetnya musim ini.

“Satu-satunya target saya adalah juara! Hal ini tidak berarti membuat saya harus memenangkan semua GP tersisa. Kami tidak boleh bertingkah gila,” kata Lorenzo, seperti dimuat situs resmi MotoGP.

“Sangat penting untuk berada di depan Valentino. Jika tidak ada hujan lagi, gelar juara masih mungkin saya dapatkan. Di keadaan kering, saya lebih kuat dari Rossi,” sambungnya.

Rider asal Spanyol itu bertekad memperbaiki performanya agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan seperti yang pernah dilakukannya selama ini. Ia berharap pada seri-seri tersisa, nasib baik akan kembali menjadi miliknya.

Persaingan antara Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di papan klasemen sementara pembalap terasa sangat sengit.

“Saya merasa tidak terlalu beruntung musim ini, terutama dalam dua balapan terakhir, karena saya merasa bisa menang atau setidaknya berada di posisi dua.”

“Tapi itulah balapan. Beberapa tahun sebelumnya, lawan saya dalam perebutan gelar juara mengalami kecelakaan dan musim ini saya yang kurang beruntung tapi hal itu bukan berarti kalah,” kata Lorenzo seperti diberitakan Fox Sports.

“Jika saya bisa meraih semua kemenangan dalam serie balapan selanjutnya saya bisa meraih gelar juara dunia. Saya tidak mempermasalahkan Valentino akan finis di posisi mana,” terangnya.

Exit mobile version