Site icon nuga.co

Keberadaan Rossi di Motto GP Mulai Dikritik

Keberadaan Valentino Rossi di MotGP dalam usianya yang tiga puluh sembilan tahun mulai menuai kritik.

Salah seorang pengritik itu adalah mantan pebalap Grand Prix asal Inggris, Keith Huewen

Ia  meyakini Rossi tidak akan merebut gelar juara dunia musim ini.

Huewen menganggap The Doctor terlalu tua untuk menjadi juara dunia.

Rossi kembali menjadi pebalap tertua di MotoGP tahun ini

Pebalap asal Italia itu akan berusia tiga puluh sembilan saat seri pertama musim ini berlangsung di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, pada pertengahan Maret mendatang.

Huewen yang  pernah tampil enam musim di balapan Grand Prix, meyakini Rossi tidak akan bisa menjadi juara dunia MotoGP  musim ini

Komentator MotoGP untuk televisi Inggris itu menganggap Rossi tidak memiliki fisik yang prima untuk bersaing dengan sejumlah pebalap muda.

“Ketika Anda berusia mendekati empat puluhan tahun, usia mulai mempengaruhi penampilan Anda dengan sepeda motor. “

“Ditambah fakta persaingan ketat dari dua bintang muda seperti Marc Marquez dan Maverick Vinales, saya akan terkejut jika Rossi merebut gelar juara dunia,” ujar Huewen kepada Sports Bwin.

Rossi sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia Grand Prix, termasuk tujuh kelas primer

Sejumlah pihak mengklaim Rossi sangat terobsesi merebut gelar juara dunia kesepuluhnya musim ini.

“Tidak diragukan lagi Rossi akan diingat sebagai yang terhebat dalam sejarah dan mungkin meraih beberapa kemenangan musim ini. Tapi, saya melihatnya dia akan sulit merebut gelar juara dunia kesepuluh,” ucap Huewen.

Peluang Rossi menjadi juara dunia MotoGP muism ini terbilang sulit. Pasalnya, The Doctor meraih hasil kurang memuaskan saat menjalani tes di Sirkuit Sepang dan Sirkuit Buriram.

Rossi hingga kini belum memperpanjang kontrak bersama Movistar Yamaha yang akan berakhir musim ini.

Sebelumnya, Rossi menyatakan akan memutuskan masa depannya bersama Yamaha usai tiga seri MotoGP  tahun ini.

Andai tidak tampil kompetitif, maka Rossi kemungkinan besar akan pensiun.

Selain itu, pebalap Ducati Andrea Dovizioso menilai duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales tengah mengalami kesulitan untuk menarik keluar potensi motor Yamaha YZR M1 musim ini.

Sejak pertengahan musim lalu, Vinales dan Rossi terus mengalami masalah bersama Yamaha. Mereka tidak mampu tampil kompetitif dan memenangkan seri MotoGP.

Saat menjalani tes pramusim di Buriram, Vinales dan Rossi pun masih mengeluhkan performa motor Yamaha.

Dovizioso pun memahami duo Yamaha tengah dalam kondisi tak percaya diri jelang musim ini bergulir.

“Dari luar, tentunya kita tidak tahu apa yang terjadi, namun yang pasti ada sesuatu yang tidak beres.”

“Ketika performa Yamaha naik-turun, maka tentu saja mereka tidak akan bersikap tenang. Saat ini Yamaha belum ada di kondisi mengontrol keadaan seratus persen,” ujar Dovizioso seperti dikutip dari GPXtra.

Dovizioso juga tak bisa menerangkan secara rinci masalah yang ada di Yamaha karena Johann Zarco yang juga mengusung mesin Yamaha di Tech3 tampil apik di tes pramusim.

“Hal yang aneh karena yang ditunjukkan Zarco adalah sebuah hal yang nyata. Memang, ada perbedaan situasi saat berada di tim pabrikan dan tim satelit.”

“Di tim pabrikan, kalian harus benar-benar mengerti apa yang sedang diuji,” ucap Dovizioso.

Terkait persaingan di MotoGP musim ini, Dovizioso juga tak menganggap Marc Marquez sebagai pebalap yang jauh di atas pebalap lainnya.

“Marquez adalah pebalap yang sangat kuat. Di usianya yang masih muda, ia sudah memenangkan banyak gelar juara dunia.”

“Marquez bisa mencapai level tinggi, menghindari banyak kecelakaan, punya karakter kuat, dan hal itu tak dimiliki pebalap lainnya. Namun bukan berarti ia tak terkalahkan. Tak ada pebalap yang seperti itu di dunia ini,” ujar Dovizioso

Sementara itu Rossi sendiri seperti ditulis “crash,”  memuji kehebatan Marc Marquez di atas lintasan MotoGP, termasuk soal aksi pebalap Repsol Honda itu terhindar dari beberapa kecelakaan fatal.

Namun, Rossi yakin Marquez tak bisa melakukan hal itu bila menggunakan motor lain.

Selain hebat dalam memacu motor hingga batas maksimal, kepiawaian Marquez lainnya adalah bisa menghindari kecelakaan saat posisinya sudah nyaris terjatuh di lintasan.

“Sungguh sebuah hal yang impresif melihat apa yang Marquez lakukan dan kini ia juga makin jarang terjatuh. Marquez sering selamat dari kecelakaan di musim lalu jadi hal tersebut bukanlah kebetulan,” ujar Rossi kepada majalah Riders seperti dikutip dari Motorsport.

Rossi sendiri tidak tahu pasti rahasia di balik kehebatan Marquez dalam hal selamat dari kecelakaan.

Musim lalu, pebalap Repsol Honda  itu menciptakan rekor kecelakaan dalam satu musim, yakni dua puluh tujuh kali kecelakaan.

“Menurut saya, Marquez bekerja keras meningkatkan teknik, dan gaya balapnya juga membantu dirinya. Saya tak tahu apakah menyelamatkan diri dari kecelakaan adalah sesuatu yang natural atau sesuatu yang didapat dari kerja keras,” ujar Rossi.

“Namun yang pasti, Marquez menempatkan tubuhnya di antara motor dan aspal untuk membuatnya tak terjatuh,” tutur Rossi memberikan pendapat.

Meski demikian, Rossi yakin Marquez tak akan bisa melakukan penyelamatan bila menunggangi motor lain.

“Saya rasa ada faktor dari motor. Honda membuat motor bisa tetap melaju meski ban depan terkunci oleh pengereman.”

“Dengan motor lainnya, ketika seorang pebalap melakukan rem sehingga ban terkunci, maka sang pebalap tersebut akan kesulitan untuk kembali mengangkat motor ke posisi semula,” ujar Rossi.

Marquez sendiri dipastikan akan tetap menunggangi sepeda motor Honda hingga musim 2020 setelah memperpanjang kontrak bersama Repsol Honda, pekan ini.

Exit mobile version