Site icon nuga.co

Duel Pacman v Mayweather Bukan Terbesar

Walau digembar-gemborkan sebagai laga terbesar di abad ini, pertarungan Manny “Pacman” Pacquiao melawan Floyd “The Money” Mayweather Jr, di MGM Grand Garden, Las Vegas, Amerika Serikat, 03 Mei 2015, diakui Bob Arum, promotor Pacman, bukan yang terhebat dibanding duel Muhammad Ali dengan Joe Frazier.

“Ali versus Frazier tidak bisa disamakan dengan Pacquiao melawan Mayweather Jr. Nuansanua berbeda dan kelasnya berbeda. Bahkan, secara keseluruhan Ali – Frazier sulit tertandingi oleh duel mana pun,” ujar promotor Pacquiao yang telah menjalani ritus di dunia tinju lebih dari setengah abad itu.

“Laga Muhammad Ali dengan Joe Frazier sebagai duel yang jauh lebih besar,” katanya mengulang jawaban ketika ditanyakan oleh “boxing scene,” Minggu, 26 April 2015.

Memang, dengan harga tiket dan bayaran setinggi langit, laga Pacquiao melawan Mayweather telah memecahkan beberapa rekor yang luar biasa.

Namun, Arum tidak menganggap semua pencapaian itu sebagai bukti bahwa laga tersebut adalah laga terbesar yang pernah ada.

“Tidak, tidak sama sekali. Saya pikir laga pertama antara Ali dan Frazier adalah duel yang jauh lebih besar dari pada yang ini,” ungkap Arum.

Sejatinya, Arum menilai kedua laga tersebut tidak bisa dibandingkan begitu saja. Pasalnya, penilaian besarnya suatu laga pada zaman dulu, sangat berbeda dengan penilaian zaman sekarang.

“Laga Ali-Frazier tidak mendekati jumlah biaya mau pun penghasilan seperti laga ini, karena dulu kami tidak memiliki teknologi, seperti yang kami miliki saat ini,” jelasnya.

Sebagai tambahan, duel pertama Ali melawan Frazier yang dimaksud Arum terjadi pada 1971, di Madison Square Garden, New York City. Saat itu Frazier memenangkan laga, usai bertarung melalui lima belas babak.

Selain berita bantahan Arum tentang laga Pacquiao dan Maywetaher sebagai yang terbesar, kabar lain yang tak kalah serunya datang dari ayah Floyd Mayweather Jr, Floyd Mayweather Sr, yang geram ketika mendengar pelatih Manny Pacquiao, Freddie Roach, berniat memukulnya.

Ia pun mengancam akan membuat perhitungan lebih lanjut jika hal itu benar terjadi.

Tensi panas jelang duel Mayweather Jr dan Pacquiao kembali menyelimuti Mayweather Sr dan Roach.
Mayweather Sr mengaku terkejut dan heran, apa yang membuat pelatih lawan selalu mencari permasalahan dengannya.

“Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya katakan. Tapi, jika dia berniat memukul saya untuk alasan yang tidak jelas, saya akan membuat perhitungan dengannya,” ungkap Mayweather Sr, seperti yang diberitakan ABS CBN News.

Mantan petinju dekade tujuh puluhan itu merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang salah pada Roach. Apa yang dilakukan pelatih Pacman itu dinilai hanya untuk memancing emosi pihak Mayweather Sr menjelang duel bergengsi, 2 Mei 2015.

Mayweather Sr menganggap, apa yang membuat Roach bersikap seperti ini karena penyakit Parkinson yang dialami. Roach seolah berpikir Parkinson membuatnya bisa bebas mengatakan apa pun tentang orang lain, karena tidak ada satu pun yang akan merespon.

“Saya tidak akan membicarakan Parkinson yang dialaminya, tapi jika gara-gara itu dia berniat memukul saya, itu adalah masalah lain,” geram Mayweather Sr.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Freddie Roach ia malah mengalihkan pembicaraan bahwa ia memiliki hasrat melatih Floyd Mayweather Jr.

Seperti diketahui, Roach merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan Pacman menembus jajaran petinju papan atas dalam beberapa tahun terakhir. Ia sukses membuat Pacquiao menjadi petinju yang mampu memukau dan berpengaruh di dunia saat ini.

Akan tetapi, jelang duel antara petinju asal Filipina tersebut melawan Mayweather yang bakal berlangsung 03 Mei 2015 di MGM Grand Gardens, Las Vegas, sebuah pernyataan mengejutkan terlontar dari mulut Roach.

Ia mengaku ingin menjadi pelatih The Money di masa yang akan datang.

“Saya sangat ingin melatih Mayweather di masa depan. Saya melihat dia masih banyak melakukan kesalahan sebagai seorang petinju profesional. Dia merupakan petinju yang berbakat pergerakan tubuh yang dimilikinya,” ungkap Roach, seperti dikutip Los Angeles Times

“Akan tetapi, ia tidak menggunakan gerakan itu untuk melakukan serangan balik yang mematikan. Dia adalah petinju dengan gaya menghindar terbaik yang ada. Namun, ia tak benar-benar menuntaskan dan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Jika saja itu dilakukan maka Mayweather bakal menjadi petinju yang jauh lebih baik,” tutur pelatih itu.

Entah apakah pernyataan Roach tersebut benar-benar sebuah harapannya di waktu yang akan datang atau tidak, kondisi itu memanaskan tensi dari kedua petinju. Mengingat selama ini kedua belah pihak memang kerapkali melemparkan psywar ke kubu lainnya.

abs cbs news, boxing scene dan los angeles times

Exit mobile version