Site icon nuga.co

Ducati Kirim Ancaman untuk Rossi

Menjelang lomba seri ke-empat MotoGP 2015 di Jerez Circuit, GP Spain, Minggu,03 April 2015, tim Ducati mengirim ancaman untuk menggeser posisi puncak Valentino Rossi lewat pebalapnya Andrea Dovizioso.

Tantangan, yang tidak hanya ditujukan secara spesifik untuk Rossi ini, bahkan pada tim lain, dinyatakan secara terus terang oleh Andrea Divizioso dalam wawancara dengan surat kabar terbitan Madrid, Spanyol, “marca,” Rabu, 29 April 2015.

Andrea Dovizioso sampai dengan tiga seri lomba telah berhasil meraih posisi runner-up.

Ia yakin bisa meraih hasil yang lebih baik dan merebut kemenangan perdana musim ini.

Dovizioso, bersama motor GP15, memang sukses membayangi dominasi Valentino Rossi di atas lintasan balap musim ini.

Meski belum naik ke podium tertinggi, pembalap asal Italia itu terus jadi ancaman dengan menduduki posisi kedua klasemen pembalap sementara dengan selisih enam poin dari Rossi.

“Jerez merupakan salah satu sirkuit yang cukup sulit untuk Ducati dan saya pribadi, terutama karena tingkat keausan ban yang tinggi.”

“ Tetapi hasil di tiga balapan pertama membuat saya optimis sebab GP15 semakin menunjukkan performa yang bagus di tiap lintasan atau artinya motor bekerja dengan baik,” seru Dovi mengutip Crash, Rabu, 29 April 2015.

Dovizioso tampil mengesankan dalam tiga seri pertama MotoGP musim ini. Pebalap Italia itu finis kedua di Qatar, Austin, dan Argentina.

Dovizioso dan Ducati akan menghadapi tantangan berat pada akhir pekan ini. Sirkuit Jerez yang akan jadi tempat berlangsungnya MotoGP Spanyol selama ini tak terlalu ramah untuk Dovizioso dan Ducati.

Sejak naik ke kelas MotoGP pada tujuh tahun lalu, Dovizioso belum sekali pun naik podium di Jerez. Pencapaian terbaiknya adalah finis kelima.

Ducati juga tak terlalu oke di Jerez dalam beberapa tahun terakhir. Pebalap Ducati terakhir yang bisa naik podium di Jerez adalah Nicky Hayden, yang finis ketiga pada tahun 2011.

“Jerez adalah salah satu trek tersulit untuk Ducati dan untuk saya, khususnya karena ban yang lebih cepat aus,” ujar Dovizioso di Crash.

“Namun, hasil tiga balapan pertama membuat saya merasa optimistis karena tampaknya GP15 bekerja dengan sangat baik di setiap sirkuit, yang mengonfirmasi fakta bahwa kami bekerja dengan baik,” tambahnya.

“Saya akan menuju Jerez dengan keyakinan bahwa kami juga bisa mendapatkan hasil yang bagus di balapan ini,” kata Dovizioso.

Kompatriot Dovi di tim Ducati, Andrea Iannone juga tak mau ketinggalan menebar ancaman pada pembalap lain.

“Jerez adalah sirkuit yang telah saya taklukkan ketika balapan Moto2 tahun 2011 lalu dan itu adalah salah satu trek kesukaan saya,” imbuh Iannone.

Finis pertama akan membuat Dovi mengudeta posisi Rossi di puncak klasemen sementara kelas pembalap.
Peluang Dovi terbuka lebar mengingat Rossi belum sekalipun menang di Jerez setelah terakhir kali juara pada enam tahun lalu.

Rossi sendiri, setelah kemenangan di Argentina, tak terp[engaruh dengan ancaman Ducati.

Valentino Rossi lebih fokus untuk bisa naik kali naik podium kedua ratus dalam balapan grand prix. Dan Jerez di akhir pekan akan menghadirkan peluang buatnya untuk itu.

Satu podium lagi bukan cuma akan membuat rider Movistar Yamaha tersebut mencatatkan podium ke-dua ratus melainkan juga rider pertama dalam enam puluh tujuh tahun sejarah balapan grand prix yang mencapai jumlah tersebut, sebagaimana dicatat MotoGP.com.

motogp.com, marca dan crash

Exit mobile version