Site icon nuga.co

Dovizioso Janji Jegal Marquez di Sepang

MotoGP Malaysia yang akan berlangsung di Sepang Circuit, hari Minggu,  pekan ini, diprediksi bakal mengukuhkan Marc Marquez sebagai juara kalau Andrea Dovizioso gagal menjegal langkah pebalap Repsol Honda itu.

“Satu-satunya pebalap yang bisa menghentikan Marquez untuk meraih juara kelima kalinya itu adalah Dovozioso,” tulis “crash” hari ini, Kamis, 26 Oktober

Andrea Dovizioso yang kini tertinggal tiga puluh tiga poin di belakang Marc Marquez dan hampir kehilangan peluang menjadi juara dunia bertekad akan menjegal langkah Marquez

Ia  masih optimistis meraih gelar musim ini.

Keterpurukannya di GP Australia pada akhir pekan lalu tidak membuat pebalap tim Ducati itu menyerah.

Kepercayaan diri Dovi menjelang balapan di Sirkuit Sepang cukup tinggi karena musim lalu berhasil menjadi yang tercepat.

“Sayang saya kehilangan banyak poin di Phillip Island dan memengaruhi peluang saya meraih gelar. Tapi saya selalu berpikir positif dan kami berada di Malaysia dengan sirkuit yang menantang, cuaca panas, tahun lalu saya menang di sini dan semua bisa terjadi,” ujarnya

“Marquez begitu cepat dalam dua balapan terakhir, itu menjadi masalah tersendiri, tetapi di saat seperti ini kami harus mencoba dan berupaya meraih hasil terbaik dan kami akan melakukan itu semua,” sambungnya dikuti dair Crash.net.

Untuk mempertahankan peluang meraih gelar juara dunia MotoGP pertama dalam kariernya, Dovizioso harus finis terdepan dalam balapan di Sirkuit Sepang.

Seandainya mantan pebalap tim Repsol Honda itu gagal menempati peringkat pertama dan Marquez menjadi runner-up pada GP Malaysia maka gelar juara dunia tahun ini sudah dipastikan jatuh kepada Marquez meski masih ada satu seri tersisa di Valencia.

Sementara itu Marquez sendiri dengan sikap merendah mengakui banyak belajar dari Dovizioso.

“Ya Anda tahu, seorang kompetitor yang berbeda. Mentalitas berbeda. Khusunya mentalitas pada Dovi, saya belajar banyak dari dia,” kata Marquez seperti yang dikutip dari Crash.

“Karena setiap pebalap, setiap lawan adalah berbeda. Mereka memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Tapi, Dovi tampil dengan tenang dan melakukan pekerjaannya dengan baik,” katanya menambahkan.

Marquez menilai Dovizioso sempat melakukan beberapa kesalahan saat balapan di Australia. Namun, lanjut Marquez, pebalap asal Italia itu selalu tampil stabil.

“Dia tetap konsisten dengan gaya balapnya. Balapan sampai finis dan mengeluarkan 100 persen kemampuannya. Itu adalah sesuatu yang ia lakukan dengan baik selama ini,” ucap pebalap asal Spanyol tersebut.

Kendati begitu, Marquez mengatakan akan tampil dengan mentalitas yang sama seperti balapan sebelumnya. Ia dan timnya akan mengatasi segala risiko di Malaysia mendatang.

“Saya perlu mendapat poin di sini [Malaysia] atau Valencia. Itu targetnya sejak awal lomba,” ucap Marquez.

Marquez juga mengakui kerap mengalami kesulitan di MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang.

Kekhawatiran Marquez dilandasi dari beberapa alasan.

Dilansir dari Crash, Marquez mengaku penasaran dengan performa motor Honda RC213V di Malaysia.

Menurutnya, motor tersebut telah banyak peningkatan.

Namun, Marquez yakin kondisi sirkuit di Malaysia dapat menguji performa motor Honda tersebut. Terlepas dari kenyataan bahwa ia menjalani pra-musim yang baik di sana.

“Di pramusim, saya cukup cepat dan mendapat ritme balapan yang baik. Namun, Sepang jadi salah satu sirkuit di mana — selama beberapa tahun dan musim — saya kesulitan balapan di sana,” kata Marquez.

“Jadi, kita akan lihat apakah kami [tim Repsol Honda] akan kesusahan di sana musim ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Marquez juga membeberkan alasan ia memprediksi bakal kesulitan balapan di Malaysia. Salah satunya adalah persoalan cuaca.

“Beberapa tahun lalu, saya menjalani balapan yang bagus di sana. Tetapi, kondisi yang panas membuat segalanya menjadi sedikit licin dan lambat. Dan gaya balap saya yang agresif, terkadang tak bekerja di sini karena cengkraman motor tak terlalu baik,” ucap Marquez.

“Dan kemudian, rasanya seperti saya terlalu memaksakan performa ban dan motor. Jadi gaya balap saya mesti halus di sana.”

GP Malaysia yang akan digelar pada Minggu, 29 Oktober, menjadi seri balapan kedua terakhir sebelum berakhir di Valencia pada 12 November mendatang.

Exit mobile version