Site icon nuga.co

Cerita Unik Dibalik Helm Marquez

Ada cerita unik di balik helm-helm yang digunakan Marc Marquez selama balapan MotoGP.

Shoei mengaku memasok hingga lima belas helm per musim untuk mendukung balapan pebalap Repsol Honda itu.

Setiap awal musim, Shoei akan menyodorkan sejumlah desain helm kepada Marquez.

Biasanya mereka menyediakan sampai lima puluh helm kepada pebalap asal Spanyol tersebut.

Setelah itu, Marquez akan memilih helm mana yang dianggapnya sesuai dengan karakter dan keinginannya.

Setelah mencoba, Marquez baru memberi saran soal sensasi penggunaan helm hingga aerodinamisnya.

“Banyaknya helm yang kami sediakan itu sangat tergantung dari keinginan pebalap MotoGP. “

“Biasanya, jumlah itu tepatnya tergantung pada berapa lama dia akan berada di atas motor. Jumlah pastinya sekitar enam sampai lima belas helm semusim,” kata perwakilan Shohei seperti dikutip Box Repsol.

“Ketika Marc mencoba sebuah helm untuk pertama kalinya, itu harus pas. Setelah itu, dia akan memberi kami saran soal ventilasi, aerodinamis, dan bagaimana keadaan secara keseluruhannya,” ungkap produsen helm tersebut

Peran pemilihan helm tentu sangat berpengaruh pada balapan seorang pebalap MotoGP.

Terbukti, berkat ketelitian Shoei menyediakan helm untuk Marc Marquez membuatnya jadi percaya diri di lintasan sehingga kini menjadi pemuncak klasemen sementara MotoGP.

Aksi balapan Marc Marquez di dua musim terakhir cenderung lebih dewasa.

Ini terjadi lantaran Baby Alien mencoba untuk meminimalisasi kesalahan dan tidak mengambil risiko saat bermanuver.

Marquez dikenal sebagai pembalap yang sangat agresif sejak tiba di kelas utama MotoGP pada empat musim lalu

Dia seringkali mengabaikan keselamatannya demi mendapatkan podium pertama.

Meskipun sempat dikritik sejumlah pembalap kelas utama, Marquez berhasil membawa trofi juara ke markas tim Honda selama dua musim berturut-turut.

Pada musim ketiga, Dewi Fortuna sudah menjauh, setelah ia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Akibatnya, gelar MotoGP berpindah ke tangan Jorge Lorenzo.

Pengalaman buruk yang terjadi pada dua musim lalu dijadikan Marquez sebagai pembelajaran.

Pembalap Honda itu lantas mencoba untuk mengubah gaya balap agresif dan hasilnya cukup positif karena ia mampu merebut trofi ketiganya di kelas utama.

Hasil positif itu terus berlanjut hingga musim ini.

Pasalnya, Marquez mampu mempertahankan pemuncak klasemen sementara MotoGP setelah menyelesaikan dua kemenangan di Austin-Sachsenring dari sembilan balapan di paruh pertama.

“Marc adalah Marc. Dia selalu melihat hal positif dalam hal apa pun dan inilah kekuatannya,” kata Manajer Honda Repsol, Livio Suppo, seperti dikutip dari GPOne.

Secara keseluruhan, tim Honda sangat puas dengan kedua pembalapnya, termasuk Dani Pedrosa.

“Dia juga positif, lebih dari sebelumnya. Dia berbeda, kuat, dua puluh enam poin di belakang Marc Marquez tapi dia bisa saja lebih dekat. Dibandingkan tahun lalu, saat ia berjuang di bagian pertama, dia melakukan jauh lebih baik,” ujar Suppo.

Marc Marquez, menilai dirinya hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.

Saat ini Marquez menyandang status juara paruh musim setelah memimpin klasemen dengan 129 poin.

Meski demikian, Marquez tak bisa lengah karena para rivalnya bisa saja menyalip pada paruh musim kedua.

Hingga seri kesembilan, pebalap asal Spanyol berusia 24 tahun itu unggul lima poin dari Maverick Vinales.

Sementara dengan Andrea Dovizioso, Marquez hanya terpaut enam poin. Valentino Rossi, yang kini menduduki posisi keempat, juga bisa mengancam karena hanya berselisih 10 poin.

“Pada paruh pertama musim ini saya sudah memenangi dua balapan, dan saya pikir Anda harus memenangi dua balapan lagi untuk juara,” ujar Marquez kepada Mundo Deportivo

“Jika bisa memenangi tiga balapan MotoGP lagi, itu lebih baik. Yang paling penting adalah tampil konsisten dan tak berada di luar lima besar,” tambahnya.

Pada paruh kedua MotoGP  musim ini, Marquez diyakini bakal mencuri kemenangan di beberapa sirkuit yang memang jadi favoritnya.

Selain Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP itu juga diprediksi bisa menjadi juara di Sirkuit Aragon dan Sirkuit Motegi, Jepang.

Exit mobile version