Site icon nuga.co

Andrea Dovizioso Jawab Keheranan Rossi

Keheranan Valentino Rossi terhadap kemampuan Ducati, yang terus menempelnya setelah mengambil alih kendali kecepatan paqda empat lap terakhir lomba pembuka MotoGP di Losail Circuit, Qatar, Kamis, 02 April 2015, dijawab dengan tenang oleh Andrea Dovizioso kepada “autosport”

Andrea Dovizioso, yang berhasil finis di tempat kedua pada seri perdana membeberkan hal yang membuatnya mampu bersaing dengan pembalap Yamaha, Valentino Rossi sepanjang dua puluh dua putaran.

“Ada perbedaan dalam cara saya mengendalikan motor ini. Saya dapat mengatur pemakaian ban dengan baik. Saya tidak memerlukan tenaga ekstra untuk mengendalikan motor ini agar tetap dalam jalur,” jelas Dovi, sapaan akrab Dovizioso, mengutip Autosport.

“Motor ini bekerja dengan sangat baik. Saya mampu melakukan apa yang dilakukan oleh Valentino Rossi ataupun Dani Pedrosa dengan motor saya,” tambahnya.

Mantan pembalap Aprilia tersebut merasa optimis akan peluangnya musim ini jika tunggangannya, Desmocedici GP15, mampu konsisten di trek balap.

Dovi siap untuk kembali berjibaku dengan Yamaha dan Honda pada seri kedua yang akan dilaksanakan di Sirkuit Austin, Amerika Serikat pada 12 April 2015.

Ketika ditanya tentang identitas dari Ducati, Andrea Dovizioso belum berani melontarkannya di awal seri lomba MotoGP 2015.

Paling tidak, pembalap Italia itu baru bisa menjawab lima atau enam balapan lagi apakah timnya bisa bersaing atau tidak di papan atas klasemen.

Dovizioso bersama Ducati GP15 nya membuat sejarah dengan meraih podium pertama di seri perdana sejak lima tahun lalu

“Jika saya harus berbicara setelah perasaan yang saya miliki saat ini, ‘ya’. Tapi saya tahu itu bukan kenyataan. Kejuaraanlah yang akan menjadi kenyataannya, dan Anda hanya dapat memahami itu setelah lima atau enam balapan,” ucap Dovizioso seperti dilansir Crash, Kamis 02 maret 2015.

Lebih lanjut, Dovizioso menekankan dibutuhkannhya perkembangan Ducati ke beberapa balapan terdepan, meski GP15 sudah layak dikatakan bakal menjadi favorit musim ini.

“Kami belum tahu seberapa kuat kami di setiap trek atau berapa banyak balapan kami perlu meningkatkan titik lemah kami. Mungkin di Austin kami bisa memperbaiki semuanya, mungkin akan memakan waktu empat balapan. Itu adalah normal. Tapi apa yang kami lakukan hari ini tidak normal,” tegasnya.

Dovizioso, mengaku puas dengan kinerja motor yang ditungganginya.

Tanpa orang-orang yang sudah bekerja luar biasa di timnya, Dovi – sapaan Dovizioso – yakin performa hebat itu belum tentu bisa dirasakannya.

Dovi tidak sanggup menutupi rasa bahagianya setelah berhasil membawa kuda besinya menjadi yang kedua tercepat di seri perdana MotoGP 2015 di sirkuit Losail, Qatar, Senin 30 Maret 2015 dini hari WIB.

Pembalap itu menilai, penghargaan sangat pantas diberikan kepada para teknisi dan pekerja lainnya yang selalu bekerja keras di dalam tim.

“Saya sangat senang dengan tim dan para teknisi. Selama ini mereka tidak bisa tidur dengan cukup. Mereka semua telah bekerja dengan sangat baik,” ujar Dovi, mengutip Crash.

Rekan setim Andrea Iannone itu mengungkapkan, pencapaiannya pada GP Qatar adalah sesuatu yang sangat baik dalam mengawali musim ini.

Pasalnya, setelah hijrah dari Yamaha dua tahun lalu, ia harus melewati dua tahun pertamanya di Ducati dengan perjuangan yang cukup keras.

Namun kini, ia bersyukur karena perjuangannya mulai membuahkan hasil.

“Berjuang menjadi juara di akhir musim adalah sesuatu yang diingikan setiap pembalap. Ketika Anda bisa melakukan itu berjuang menjadi juara setelah harus berjuang keras selama dua tahun bersama Ducati, itu adalah sesuatu yang sangat spesial,” seru rider yang mengakhiri musim lalu di posisi lima itu.

Andrea Dovizioso, membuatnya yakin jika Ducati akan mampu berbicara banyak pada gelaran MotoGP musim ini. Bahkan Dovi tidak sungkan berbicara mengenai peluang timnya menjadi kampiun di akhir musim nanti.

Usai bertengger di posisi dua pada serie perdana MotoGP 2015 di Qatar, Dovi bertekad menjaga konsistensi performanya demi mewujudkan impiannya untuk menjadi kampiun. Ia menilai, diperlukan lima hingga enam balapan untuk semakin meyakinkan dirinya akan target besarnya tersebut.

“Setelah apa yang saya rasakan, saya mulai berpikir untuk berjuang menjadi juara. Tapi saya rasa, butuh lima atau enam balapan untuk membuat Anda yakin akan itu (kemungkinan menjadi juara),” ujar Dovi, seperti dilansir Crash.

Pembalap berusia 29 tahun itu menyadari tidak akan mudah bagi timnya untuk menghapus dominasi tim-tim unggulan, seperti Honda dan Yamaha. Ia mengakui masih banyak elemen yang harus diperbaiki dan ditingkatkan jika ingin menguasai musim ini.

“Motor kami dasarnya memang sudah bagus dan saya yakin dapat bekerja di mana saja. Tapi kami masih belum tahu pastinya seberapa kuat motor ini di setiap lintasan.”

“ Mungkin di Austin pada serie kedua kami bisa memperbaiki semuanya, atau mungkin juga akan butuh empat balapan untuk melakukan itu. Ini adalah hal yang normal,” jelas mantan rider Honda dan Yamaha itu.

Serie MotoGP selanjutnya akan digelar pada 12 April di Sirkuit The Americas, Austin, Amerika Serikat. Menarik untuk disaksikan apakah Dovi mampu melanjutkan tren positifnya di negeri Paman Sam itu.

sumber : autosport, crash dan motogp.com

Exit mobile version