Site icon nuga.co

Alberto Puig Dapat Pujian dari Marquez

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku merasakan atmosfer yang lebih baik di timnya sejak kedatangan Alberto Puig awal MotoGP musim ini.

Puig yang selama ini memimpin proyek pencarian talenta muda untuk Honda, ditunjuk sebagai manajer tim Repsol Honda, menggantikan posisi Livio Suppo yang mendadak pensiun pada akhir tahun lalu

Tugas Puig menggantikan Suppo tidaklah mudah, meski ia dibebaskan dari tugas-tugas sponsorship dan lebih difokuskan pada kegiatan balap Repsol Honda.

Selama masa jabatannya, Suppo sukses menghadirkan lima gelar dunia; satu lewat Casey Stoner dan empat lewat Marquez. Prestasi inilah yang diharapkan bakal diulang oleh Puig.

Meski begitu, eks manajer Dani Pedrosa ini sukses mengawali masa jabatannya dengan baik. Pada musim pertamanya,

Puig berhasil memimpin Honda merebut ‘Triple Crown’, yakni gelar dunia pembalap, konstruktor dan tim MotoGP. Marquez pun menyebut gaya kepemimpinan Puig memberikan dampak positif kepada timnya.

Lima kali juara dunia MotoGP ini menyatakan kepada Motorsport bahwa kesuksesan Puig memimpin timnya tak terlepas dari fakta bahwa ia merupakan mantan pebalap, dan selalu bekerja begitu dekat dengan para rider hingga memahami sudut pandang dan jalan pikiran mereka.

“Alberto punya karakter yang sangat berbeda dengan Livio, yang sangat terlibat dalam tim kami karena kaitannya dengan para sponsor.”

“Alberto memberikan stabilitas pada tim kami. Ia merupakan eks pebalap dan saya tenang karena saya tahu saya bisa bertanya soal apa pun padanya. Kami bicara dengan ‘bahasa’ yang sama,” ungkapnya.

Marquez juga menyatakan, sejak dipimpin oleh Puig, timnya memiliki komunikasi yang lebih baik dengan para petinggi di markas yang ada di Jepang.

“Ia merupakan salah satu dari lima orang di paddock yang tahu benar soal motor, karena ia pernah memegang berbagai jabatan. Selain itu, kini hubungan dengan Jepang makin optimal. Ia paham benar apa yang dibutuhkan tim, dan ia juga sangat mengenal Honda,” ujarnya.

Selain kepemimpinannya, Marquez juga mengaku salut pada karakter Puig yang kerap bicara terang-terangan. Ia yakin ini akan membuatnya menjadi rider yang lebih matang di masa depan.

“Hal terbaik dan terpenting dari Alberto adalah ia tegas dan apa adanya. Jika ia harus berkata bahwa Anda melakukan hal bodoh, maka ia akan mengatakannya. Jika Anda harus berkata bahwa Anda ganteng, ia juga akan mengatakannya!” pungkasnya.

Marc Marquez selama ini dikenal sebagai pembalap bernyali.

Bahkan oleh beberapa pembalap lain, gaya balapan Marquez terkadang dianggap terlalu membahayakan. Tahun lalu, Marquez tercatat sebagai pembalap yang paling sering jatuh, yakni sebanyak dua puluh tujuh kali.

Meski demikian, secara keseluruhan Lorenzo tetap menganggap Marquez sebagai pembalap hebat. “Dia tetap pembalap luar biasa, olahragawan hebat. Saya juga percaya diri, jelas saya ke sana untuk bersaing. Saya datang bukan sekadar balapan, tapi jelas dia pembap hebat.”

Sampai saat ini, Lorenzo masih terikat kontrak dengan Ducati. Ikatan ini baru berakhir pada akhir Desember ini. Itu sebabnya, Lorenzo belum berani berbicara banyak mengenai motor barunya bersama Honda.

Bahkan menyebut Honda, Lorenzo juga masih sangat hati-hati.

Meski bakal setim dengan Marquez, Lorenzo tidak akan mengubah gaya balapannya yang ‘halus’. Sebaliknya dia akan berusaha beradaptasi dengan sepeda motor barunya.

“Saya hanya mengubah sedikit gaya berkendara saya karena setiap sepeda motor punya karakteristik berbeda,” kata Lorenzo. “Tapi dasar-dasar gaya balapan saya tidak berubah.”

Exit mobile version