Site icon nuga.co

Usir Charger dan Ponsel di Kamar Tidur

Betulkah ponsel aktif dan kegiatan men”charger” di kamar tidur bisa bikin gemuk?

Penelitian terbaru di Inggris, yang dirilis oleh surat kabar terkenal Inggris, “Daily Mail,” dalam rubrik kesehatannya edisi Rabu, 08 Oktober 2014, menjawabnya dengan kata “yes.”

Kalau memang “iya” berarti Anda harus mengusir “charger” dan “mendiamkan” ponsel dari kamar tidur. Bahkan, tulisan di “Daily Mail,” meminta Anda mengusir dua alat itu dari kamar tidur.

Memang dilematis. Anda, seperti kehidupan modern, tak bisa lepas dari ponsel dan charger dan selalu membawanya ke kamar tidur. Bahkan bermain ponsel sebelum tidur sering dilakukan setiap malam. Ponsel seringkali diletakkan tak jauh dari posisi tidur Anda.

Namun, para peneliti sudah memperingatkan, kebiasaan meletakkan ponsel pintar dengan kondisi layar menyala di kamar tidur, dapat mengganggu tidur Anda dan bisa memicu kegemukan.

“Daily Mail” menulis tubuh membutuhkan kondisi gelap untuk menghasilkan hormon yang dapat mengatur konversi makanan dan minuman menjadi energi. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa cahaya ambient dari lampu ponsel dapat mengganggu pelepasan melatonin dan mencegah tubuh membakar makanan secara efisien.

Namun, ilmuwan juga mengatakan, panjang gelombang pendek yang dipancarkan beberapa gadget saat pengisian baterai, adalah kondisi yang paling mengganggu tidur dan tidak baik pada metabolisme tubuh. Meskipun cahaya itu tidak cukup terang untuk menerangi ruangan, tetapi tetap dapat mengganggu.
Tim dari University of Granada Spanyol, menemukan fakta bahwa melatonin dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

“Blue light” atau cahaya biru yang ada di ponsel tidak baik. Awal tahun ini, para ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Oxford, Cambridge, dan Harvard memeringatkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya. Seperti kanker, jantung, diabetes tipe dua, dan obesitas.

Hal ini didorong penggunaan ponsel pintar dan gadget lain saat malam, yang memancarkan cahaya biru. Kyle menyarankan Anda untuk selalu mematikan ponsel pintar, tablet, dan komputer saat menjelang tidur guna mengurangi paparan sinar buatan

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pengisian baterai handphone (HP) atau ponsel di dalam kamar tidur dapat mempengaruhi kenaikan berat orang yang berada di kamar tersebut.

Menurut studi ini, cahaya pada gadget atau alat elektronik dapat mengganggu produksi hormon melatonin atau hormon tidur. Padahal hormon melantonin dapat membuat kualitas tidur lebih baik dan efektif membantu tubuh mengubah asupan makanan dan minuman menjadi energi. Jika kadar melatonin terganggu atau menurun, maka pengolahan makanan dalam tubuh ikut terganggu.

Melalui percobaan penelitian pada tikus, para ilmuwan dari Universitas Granada, Spanyol menemukan bahwa suntikan kadar melanonin dapat membantu memerangi obesitas dan diabetes. Sementara itu, studi terbaru oleh Universitas Manchester, mengatur pola tidur yang baik membantu pasien yang menderita diabetes, atau penyakit yang banyak diderita orang obesitas ini. Penelitian ini masih terus dilakukan.

Bahkan sebelumnya, penelitian dari Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa menggunakan komputer atau smartphone di malam hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena meningkatkan rasa lapar meskipun Anda telah makan malam.

Seorang peneliti tidur dari University’s School of Psychological Sciences, Dr Simon Kyle mengatakan, sebuah cahaya biru atau cahaya lain saat mencas ponsel dapat mengganggu metabolisme tubuh.

“Kami tertarik tentang bagaimana perubahan dalam pola tidur dan bangun mungkin terkait dengan diabetes dan obesitas. Jika Anda meningkatkan waktu tidur, Anda juga mendapat efek positif pada kondisi diabetes dan obesitas,” kata Kyle.

Kyle menjelaskan, ketika tidur dalam keadaan gelap, maka kadar melantonin dapat meningkat. Demikian pula sebaliknya ketika dalam kondisi terang. Ia pun menyarankan seseorang untuk menghindari penggunaan alat elektronik sebelum tidur.

“Jadi jika Anda mulai kurang tidur, menerima cahaya pada waktu yang salah di malam, itu dapat mengganggu sekresi melatonin dan dapat berkontribusi pada perubahan dalam metabolisme,” kata Kyle.

sumber : dailymailco.uk. dan mirror

Exit mobile version