Site icon nuga.co

Tips Diet Saat Puasa yang Aman untuk Anda

ika Anda adalah satu orang yang ingin melakukan diet saat puasa, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan selama berpuasa.

Puasa memang seharusnya tidak menjadi halangan untuk tetep menjalani kebiasaan hidup sehat. Saat puasa tubuh lebih banyak membutuhkan asupan makanan yang kaya nutrisi agar bisa memenuhi kebutuhan energi untuk beraktifitas sehari-hari.

Pada dasarnya, cara diet saat puasa sama dengan cara diet yang Anda lakukan dalam keseharian di luar bulan ramadan.

Anda tetap harus melakukan diet seimbang dengan proposi asupan karbohidrat, lemak dan protein yang tepat saat sahur dan berbuka.

Jika hal tersebut tidak diperhatikan dan dilakukan, maka makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka malah justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, menjalani diet saat puasa juga harus disiplin.

Pasalnya, jika tidak dilakukan secara disiplin kesempatan Anda untuk menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat akan terbuang sia-sia.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjalani diet saat puasa yang aman bagi tubuh sehingga tidak mengganggu aktifitas Anda selama berpuasa:

Pastikan jika makanan berbuka dan sahur Anda sudah lengkap nutrisinya dan memiliki semua kelompok makanan. Misalnya

penuhi karbohidrat Anda dari gandum utuh (whole wheat), kentang, nasi merah, dan oat.

Konsumsi makanan yang tinggi protein dari telur, keju, kacang almond, edamame, quinoa, dan lain sebagainya.

Serat dari sayuran dan buah seperti brokoli, wortel, bayam, apel, pisang, alpukat dan pepaya.

Lemak sehat yang berasal dari ikan-ikanan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lain sebagainya.

Bisanya makanan yang enak dan bikin ketagihan itu adalah makanan yang banyak mengandung MSG, pemanis buatan, sodium dan lemak.

Hal inilah yang membuat Anda mudah lapar karena sulit mengontrol keinginan untuk makan-makanan tersebut.

Itu sebabnya sangat penting bagi Anda menghindari produk makanan olahan dan junk food.

Kurangi, bahkan jika memungkinkan hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Pilihlah menu berbuka dan sahur yang diolah sendiri sehingga terjamin asupan nutrisinya.

Anda bisa menggunakan metode memasak dengan cara ditumis, rebus, kukus, dan panggang agar makanan yang Anda konsumsi terjaga kandungan nutrisinya.

Banyak orang mengaku kalap saat menyantap hidangan berbuka.

Makan banyak dalam waktu dekat atau sekaligus akan menyebabkan perut sakit dan kembung. Akhirnya tubuh pun merasa tidak nyaman karena kekenyangan.

Mulailah buka puasa dengan kurma, lalu air putih, diikuti sup hangat dan semangkuk kecil salad sayuran atau buah. Setelah itu baru lanjutkan dengan menyantap hidangan utama.

Jika Anda sudah merasa kenyang setelah makan salad, bisa mengonsumsi makanan utama setelah dua hingga tiga jam setelahnya.

Makan sup hangat akan membuat perut terasa nyaman, selain itu mengonsumsi sup juga bisa mengembalikan cairan tubuh dan membantu mempersiapkan sistem pencernaan untuk menerima makanan yang lebih berat.

Makanan berkuah yang disarankan adalah sayur bayam, sup jagung, sup ayam, ataupun sup sayuran campur.

Biasanya saat berbuka banyak orang yang mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Namun tahukah Anda jika langsung banyak makan dan minum manis malah justru akan membuat perut kembung dan mengakibatkan proses pencernaan terhambat.

Makanan tinggi gula juga membuat kadar gula dalam darah tidak stabil sehingga Anda akan ingin makan manis.

Anda bisa makan kurma saat berbuka puasa, selain sebagai sunnah berbuka nyatanya kurma merupakan sumber gula yang baik dan kaya nutrisi seperti tinggi serat, magnesium dan potassium yang bisa memperlancarkan pergerakan sistem pencernaan Anda.

Jika sangat ingin menyantap kolak, es campur atau es timun suri, tunggulah  dua hingga tiga jam setelah buka puasa atau pasca Anda salat tarawih.

Saat puasa, secara perlahan tubuh rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabnya saat berbuka dan sahur pastikan jika Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air agar membantu tubuh dalam memenuhi asupan cairannya.

Selain itu, hindari makanan yang banyak mengandung garam.

Makanan yang termasuk tinggi garam biasanya terdapat pada makanan olahan pabrik seperti dalam kemasan kalengan ataupun makanan beku.

Makanan yang kadar garamnya tinggi akan membuat Anda lebih mudah haus ketika berpuasa.

Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu pedas karena bisa membuat terus terasa tidak banyak asupan cairannya. Anda bisa mengonsumsi air kelapa, semangka, ketimun, selada, jeruk, dan lainnya yang mengandung banyak air.

Exit mobile version