Site icon nuga.co

Hentikan, Heboh Kopi Memicu Kanker

Heboh kopi bisa memicu kanker sempat menjadi trending topic berita global dan menyebabkan badan kesehatan dunia atau WHO melakukan studi khusus.

Hasilnya, seperti ditulis dalam rilis khusus di blog resmi WHO, menuntas   bahwa kopi tak akan memicu kanker.

Kopi memiliki  manfaat  bagi kesehatan, meski tak  juga bisa menimbulkan efek negative terhadap person tertentu.

Studi baru  WHO malah menegaskan  bahwa meminum kopi secara teratur dapat mengurangi risiko kanker hati dan rahim.

Badan Penelitian Kanker Internasional WHO pun telah menarik keputusan pada dua puluh lima tahun silam  yang menyatakan meminum kopi dikaitkan dengan kanker kandung kemih.

Perubahan keputusan ini berdasarkan hasil evaluasi terbaru pada lebih dari lima ratus  studi tentang hubungan antara kanker dan berbagai jenis minuman panas seperti teh, kopi, dan minuman herbal.

Tim IARC menemukan bahwa dengan meminum kopi tidak memiliki efek karsinogenik terhadap kanker pankreas, payudara, dan prostat.

Presiden Asosiasi Kopi Nasional, Bill Murray mengatakan bahwa temuan sangat signifikan untuk peminum kopi.

“Ini menegaskan bukti dari turunan studi oleh para ilmuwan sebelumnya,” kata Murray seperti ditulis media terkenal Independent.

Bagaimanapun, laporan itu menemukan bahwa ada keterkaitan antara kanker tenggorokan atau esofagus dengan minuman yang sangat panas.

“Hasil ini menunjukkan bahwa minum minuman yang sangat panas adalah salah satu penyebab kemungkinan kanker esofagus, dan itu disebabkan oleh suhu,” kata Dr Christopher Liar, Direktur IARC.

Oleh karena itu, para ilmuwan menganjurkan para peminum teh atau kopi sebaiknya membiarkan minuman panas itu dingin lebih dahulu, terutama jika tidak menambahkan susu pada minumannya.

Kepala Interpretasi Penelitian dari World Cancer Research Fund, Dr Rachel Thompson pun mengatakan bahwa hasil penelitian yang menyebutkan minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, adalah hal yang sangat menarik.

“Analisis penelitian kami sendiri menemukan bukti yang sama untuk orang yang minum teh herbal di Amerika Selatan, sebanding dengan makan makanan yang pedas dan panas. Untuk itu, kami akan melakukan analisis penelitian lebih lanjut di masa depan,” katanya.

Selanjutnya, Thompson pun menambahkan bahwa untuk semua pecinta teh dan kopi, penemuan tersebut tidak semata-mata berarti minuman panas terlarang.

“Minuman yang dimaksud ialah dengan suhu sangat panas, yang telah diidentifikasi sebagai penyebab risiko kanker,” jelasnya.

Kopi tak terbukti bersifat karsinogen atau memicu kanker. Dalam penelitian yang mereka lakukan, tidak cukup bukti yang menunjukkan kaitan kopi dengan kanker.

Pada beberapa penelitian, kopi memang termasuk dalam minuman yang dianggap memicu kanker.

Namun, bukti-bukti terbaru menyanggah hasil penelitian terdahulu.

Di beberapa negara, meneguk minuman panas memang hal yang biasa.

Dana Loomis, dari bidang program IARC yang mengelompokkan zat karsinogen mengatakan, ada kaitan tidak biasa antara kanker esofagus di negara-negara yang penduduknya biasa mengonsumsi minuman panas.

“Minuman panas kemungkinan menyebabkan cidera termal di tenggorokan sehingga lama kelamaan memicu pertumbuhan tumor. Tapi bukti ilmiahnya memang sedikit,” katanya.

Pakar yang lain mengatakan, masih banyak faktor risiko kanker lain yang harus lebih diperhatikan dari pada takut mengonsumsi makanan atau minuman panas.

“Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol lebih signifikan mengurangi risiko kanker dari pada suhu minuman kita,” kata Dr.Otis Brawley, kepala bagian medis dari American Cancer Society

Kopi merupakan minuman yang digemari oleh pria dan wanita.

Kopi berasal dari biji kopi yang sebelumnya telah disangrai dan ditumbuk halus menjadi bubuk kopi.

Hasil olahan dari kopi sangat bervariasi, mulai dari kopi hitam, kopi susu, kopi luwak, cappuccino, moccacino, espresso, dan lain sebagainya.

Namun tahukah anda apa saja manfaat dan bahayanya minuman ini bagi kesehatan tubuh kita?

Kopi  mengandung berbagai mineral seperti niacin, thiamin, magnesium, fosfor, folat, dan mangan. Selain itu, kopi juga mengandung kafein.

Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan meningkatkan kinerja fisik. Pada saat kopi diminum, kafein dalam kopi diserap ke dalam aliran darah yang kemudian mengalir sampai ke otak.

Banyak uji coba terkontrol pada manusia yang menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan berbagai aspek dari fungsi otak, yaitu dapat meningkatkan memori, suasana hati, kewaspadaan, tingkat energi, waktu reaksi, dan fungsi umum kognitif.

Kafein juga dapat merangsang sistem saraf.

Kopi dapat mengurangi rasa depresi dan membuat anda menjadi lebih bahagia.
Kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

Kopi juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe II dan menurunkan risiko kanker.

Menurut sebuah laporan Journal of Agricultural & Food Chemistry, efek senyawa yang terkandung dalam kopi akan menghalangi hIAPP, polipeptida yang dapat menghasilkan serat protein abnormal, yang ditemukan pada orang dengan diabetes tipe II.

Sebuah studi Swedia menemukan bahwa minum setidaknya dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko atau menunda timbulnya kanker payudara dan menurut sebuah studi yang baru-baru ini keluar dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi mengakibatkan penurunan risiko kanker prostat.

Namun dari berbagai manfaat di atas, perlu diperhatikan bahaya yang akan muncul apabila anda meminum kopi secara berlebihan. Jangan sampai anda meminum kopi secara berlebihan karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya terhadap tubuh kita, salah satunya efek ketergantungan.

Sebaiknya dalam satu hari cukup mengkonsumsi dua hingga tiga gelas kopi, jangan sampai berlebihan mengkonsumsinya karena dapat meningkatkan risiko stroke.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Neurology, Neurosurgry and Psychiatry menyimpulkan bahwa minum lebih dari lima gelas kopi perhari akan meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung.

 

Exit mobile version