Site icon nuga.co

Sayur Turunkan Risiko Serangan Jantung

Sebuah studi terbaru dari Lauren Blekkenhorst, peneliti gizi dari University of Western Australia, seperti dilansir dari Reuters beberapa waktu lalu, mengungkapkan bahwa siapa yang  rajin makan sayur bisa terhindar dari serangan jantung.

“Mengonsumsi sayuran demi kesehatan tak lagi bisa disepelekan. Sayuran terbukti kurangi risiko serangan jantung,” tulis hasil penelitian itu..

hasil studi  semula diterbitkan oleh Journal of the American Heart Association

Mereka menemukan wanita lanjut yang mengonsumsi banyak sayuran dapat menurunkan risiko pengerasan arteri.

Studi tersebut melakukan survei pada sembilan ratus lebihwanita yang berusia tujuh puluh tahun ke atas.

Dalam survei, mereka mengecek ketebalan dinding arteri pad aleher dan akumulasi plak dengan ultrasound.

Dinding arteri tipis dan sedikit plak berhubungan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.

Peneliti menemukan terdapat perbedaan ketebalan dinding arteri pada wanita yang mengonsumsi kurang dari dua porsi sayuran dengan mereka yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi sayuran.

Mereka yang mengonsumsi sayuran tiga porsi per hari memiliki ketebalan dinding arteri maksimum.

Selain itu, peningkatan konsumsi sayuran sebesar sepuluh gram seperti brokoli, kembang kol dan kubis berhubungan dengan penurunan nol koma delapan persen ketebalan arteri.

“Kami bersemangat untuk menemukan bahwa asupan sayuran tampaknya sangat penting,”kata penulis Lauren Blekkenhorst, peneliti gizi dari University of Western Australia, seperti dilansir dari Reuters beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan studi tidak membatasi jenis sayur yang bermanfaat bagi tubuh. Variasi sayur juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Menurutnya, riset menyarankan orang untuk menambah porsi sayuran silang atau cruciferous vegetable demi kesehatan pembuluh darah.

Dalam kuesioner yang dirancang untuk studi, wanita diminta untuk mendeskripsikan sayuran yang mereka konsumsi.

Secara umum, rata-rata mereka mengonsumsi dua ratus gram per hari atau sekitar dua koma tujuh porsi.

Meski tak terdapat kelompok kontrol untuk melihat dampak langsung konsumsi sayuran, Blekkenhorst berkata konsumsi banyak sayuran tidak akan memberikan ‘ruang’ bagi orang untuk mengonsumsi ‘junk food’. Menurutnya, junk food alias makanan cepat saji dapat merusak arteri.

Sayuran kaya akan vitamin dan mineral untuk mengurasi inflamasi dan tekanan oksidatif. Kedua faktor inilah yang berkontribusi pada timbulnya penyakit kardiovaskular.

Selain itu, penting juga untuk menambahkan beberapa tipe makanan sekaligus menjauhi yang lainnya.

Untuk itu gunakanlah strategi  menu sehat Anda.

Know the basic. Dasar dari perencanaan makanan sehat itu mudah: makanlah lebih banyak sayuran, buah-buahan, bijian, dan polong-polongan. Ini semua adalah makanan yang membantu Anda melawan penyakit jantung.

Pastikan rasanya enak. Makanan sehat juga bisa jadi lezat, lho! Menyukai apa yang Anda makan akan membantu Anda untuk bertahan pada kebiasaan makanan sehat. Tanya dokter Anda bila dia bisa merekomendasikan ahli gizi yang akan membantu Anda dengan tips masak atau memberi saran ketika makan malam di luar.

Dapatkan protein. Tambahkan berbagai variasi protein makanan (daging putih, produk rendah lemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan).

Batasi lemak. Hindari memakan lemak jenuh (seperti margarin, produk susu tinggi lemak, potongan daging yang berlemak) dan trans fats (ditemukan di makanan panggangan dalam kemasan, popcorn yang dibuat di microwave, dan makanan yang digoreng). Ikuti saran dokter Anda tentang takaran lemak.

Pilih karbohidrat yang benar. Saat Anda makan, setengah dari kalori harus datang dari biji-bijian, sayuran, buah-buahan, atau makanan tumbuhan lainnya. Batasi makanan dan minuman manis.

Jangan lupa makan. Melewatkan waktu makan malah akan membuat Anda makan lebih banyak di sesi makan selanjutkan. Solusinya adalah makan 5-6 kali sehari dengan porsi kecil, selama Anda tidak kelebihan kalori.

Kurangi garam. Kelebihan garam dapat menaikkan tekanan darah. Menambahkan makanan yang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium juga penting.

Berolahraga setiap hari. Olahraga menguatkan jantung Anda, memperbaiki aliran darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menambahkan HDL (kolesterol “baik”),, dan membantu mengatur gula darah dan berat badan.

Banyak minum. Memastikan tubuh mendapat cukup air akan membuat Anda merasa enerik dan makan lebih sedikit. Tanya dokter Anda tentang berapa banyak air yang harus Anda minum per hari. Dan ingatlah, makanan yang kaya akan air juga bisa dihitung.

Exit mobile version