Site icon nuga.co

Satu Telur Sehari untuk Mengusir Stroke

Makanlah  satu butir telur sehari  dan Anda akan terhindar dari risiko stroke hingga  dua belas persen

Itulah pesan dari sebuah  studi yang dipimpin ilmuwan AS  dalam membuktikan peran telur  dengan penyakit jantung.

Penelitian ini  juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi telur setiap hari tidak berkaitan dengan terjadinya penyakit jantung koroner, penyebab kematian nomor satu di dunia.

Para peneliti membuat kesimpulan ini setelah mengulas sebuah penelitian yang telah di publikasikan selama periode tiga puluh tiga tahun,  dan  melibatkan lebih dari hampir tiga ratus ribu partisipan.

Mereka melakukan evaluasi terhadap hubungan antara mengkonsumsi telur dengan penyakit jantung koroner serta stroke.

Peneliti utama Dr Dominik Alexander EpidStat Institute, Amerika Serikat, mengatakan bahwa penelitian ini diperlukan untuk memahami lebih dalam kaitan antara konsumsi telur dengan risiko stroke.

“Telur memiliki banyak kandungan nutrisi positif, termasuk antioksidan yang terbukti dapat menurunkan stres oksidatif dan peradangan.”

“ Telur juga merupakan sumber protein yang baik yang selama ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah,” ujar Dr Alexander seperti dikutip Daily Mail.

Satu butir telur berukuran besar dapat mengandung enam gram protein kualitas tinggi dan zat antioksidan lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam kuning telur.

Selain itu, terdapat pula vitamin A, D, dan E.

Vitamin E telah diketahui sebelumnya dapat menurunkan risiko serangan jantung pada pasien penyakit jantung.

Sementara lutein dapat membantu melindungi dari penyumbatan pembuluh darah.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Dominik Alexander dari EpidStat Institute AS mengungkapkan riset dibutuhkan untuk mengerti hubungan antara konsumsi telur dan risiko stroke.

“Telur memiliki kandungan nutrisi baik, termasuk antioksidan yang terbukti mengurangi stres oksidatif dan inflamasi.”

“ Telur pun merupakan sumber protein yang baik yang berhubungan dengan tekanan darah lebih rendah,” kata Alexander.

Satu butir telur disebutkan mengandung enam  gram protein kualitas tinggi dan antioksidan lutein serta zeaxanthin..

Penemuan ini membuat dukungan lebih jauh untuk membuat perubahan  Dietary Guidelines for Americans yang saat ini menyarankan konsumsi telur secara teratur di antara sumber protein lain.

Pada analisis itu ditemukan pula Kolesterol dari makanan terbukti tak berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.

Dr Tia Rains dari The Egg Nutrition Center mengatakan,”Review sistematis dan meta analisis menggarisbawahi riset sebelumnya yang membuktikan kurangnya bukti pengaruh telur terhadap penyakit jantung.

Dan sekarang dibuktikan efek bermanfaat makan telur dengan risiko stroke.”

Penemuan ini diterbitkan di jurnal American College of Nutrition.

Asosiasi para ahli jantung dari Amerika Serikat menjamin keamanan makan  telur  satu untuk sehari.

Ilmuwan menemukan asupan tinggi Kolesterol dari telur tidak berdampak pada kesehatan jantung.

Menurut mereka, mengonsumsi setara dengan satu butir telur setiap hari tidak meningkatkan risiko serangan jantung.

Oleh karena itu, makanan tinggi Kolesterol seharusnya tidak dihubung-hubungkan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penemuan ini bahkan juga berlaku untuk mereka yang secara genetika lebih mudah kena penyakit jantung gara-gara Kolesterol dari makanan yang memengaruhi metabolisme mereka.

Bagi sebagian besar orang, Kolesterol dari makanan hanya berdampak kecil pada serum Kolesterol, zat yang disebut Kolesterol di dalam pembuluh darah.

Tambahan lagi, hanya sedikit studi yang membuktikan asupan Kolesterol dari makanan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Itulah sebabnya di seluruh dunia banyak ahli gizi tidak lagi membatasi jumlah Kolesterol makanan yang boleh diasup.

Namun ada manusia tertentu pembawa apolipoprotein E-type3 allele-APOE4 yang memengaruhi metabolisme protein.

Bagi pembawa APOE4, Kolesterol dari makanan berdampak besar terhadap serum Kolesterol dalam darah. Demikian kata peneliti dari University of Eastern Finland.

Fenotip APOE4 terdapat di Finlandia dan dimiliki oleh orang-orang keturunan Finlandia. Hampir sepertiga dari populasi Finlandia membawa fenotip tersebut.

Hingga saat ini data kaitan antara diet tinggi Kolesterol dan risiko penyakit jantung pada pembawa fenotip itu masih belum ada.

Para ilmuwan mulai mencari efek Kolesterol dari makanan terhadap pembawa APOE4

Tak ada seorang pria dalam studi itu yang memiliki diagnosis penyakit kardiovaskular yang terjadi pada penelitian yang berlangsung selama lima tahun

Dalam kelompok kontrol penelitian tersebut, peserta rata-rata mengasup 520 mg Kolesterol setiap hari.

Mereka juga mengonsumsi rata-rata satu butir telur sehari. Oleh karena itu studi menemukan diet tinggi Kolesterol tidak ada hubungannya dengan risiko kejadian penyakit jantung koroner.

Penemuan ini diaplikasikan untuk seluruh populasi, termasuk pembawa APOE4.

Konsumsi telur, makanan kaya Kolesterol juga tak ada hubungannya dengan penyakit jantung. Studi menemukan juga telur tidak menebalkan dinding arteri pembuluh darah.

Para peneliti menegaskan karena studi difokuskan pada mereka yang makan telur, bukan makanan kaya Kolesterol lainnya, penemuan ini tidak dapat digeneralisasikan dengan makanan lain.

Exit mobile version