Site icon nuga.co

Sakit Kepala Tiba-Tiba? Awas Penyakit Ini

Hampir semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala dan sebagian besar pasti pernah mengalami sakit kepala berulang kali.

Sakit kepala yang ringan dapat diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas ata dikenal dengan over the counter, istirahat, minum kopi, atau apa pun yang dapat meredakan sakit kepala.

Namun, jika sakit kepala yang dirasakan tidak seperti biasa dan muncul tiba-tiba, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh penyakit yang serius.

Sakit kepala yang tidak seperti biasanya dan muncul secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan yang lebih berat seperti stroke atau sumbatan di pembuluh darah otak.

Meski demikian, sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi berat yang baru saja disebutkan cukup jarang terjadi.

Adanya masalah pada pembuluh darah di otak dapat menyebabkan sakit kepala.

elainan bentuk pembuluh darah vena dan pembuluh darah arteri di otak mengakibatkan keduanya terhubung dengan tidak benar.

Kondisi ini dikenal dengan istilah arteriovenous malformation atau AVM. Ini biasanya sudah mulai ada semenjak lahir dan baru diketahui ketika gejala sakit kepala hebat muncul mendadak.

Stroke non hemoragik, yaitu ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah.

Sebagai catatan, stroke non hemoragik atau stroke iskemik ini bertanggung jawab atas delapan puluh tujuh persen dari total kasus stroke.

Perdarahan pada otak akibat pecahnya pembuluh darah atau disebut juga dengan stroke perdarahan.

Biasanya, kondisi ini dialami oleh penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.

Terdapat dua jenis stroke, yaitu stroke penyumbatan dan perdarahan. Dari keduanya, stroke perdarahan adalah yang paling menakutkan karena tidak memiliki gejala khas.

Serangannya datang secara tiba-tiba, hingga bukan tak mungkin seseorang langsung dalam keadaan koma, atau bahkan kehilangan nyawa.

Perdarahan lainnya di otak akibat benturan di kepala.

Selain karena adanya masalah pada pembuluh darah di otak, terdapat beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menyebabkan sakit kepala secara tiba-tiba yang juga perlu diwaspadai.

Tekanan darah yang sangat tinggi, tumor otak atau bengkak pada otak akibat perubahan ketinggian, keracunan karbon monoksida, atau bisa juga akibat benturan di kepala.

Selain itu bisa juga infeksi pada otak atau selaput otak. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh terkumpulnya nanah (abses) di dalam jaringan otak.

Dan lainna , adanya arteritis sel raksasa atau disebut juga sebagai arteritis temporalis atau arteritis cranial, yaitu peradangan pada lapisan arteri—pembuluh yang membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Kondisi ini paling sering memengaruhi arteri di kepala, terutama di bagian pelipis.

Dengan begitu banyaknya penyebab sakit kepala, bisa jadi ini membuat Anda bingung kapan harus memeriksakan diri ke dokter.

Sederhananya, jika sakit kepala luar biasa yang belum pernah Anda alami sebelumnya dan terjadi secara tiba-tiba, segera cari pertolongan ke IGD rumah sakit terdekat.

Selain itu, waspadai gejala lain seperti muntah secara tiba-tiba, gangguan penglihatan, sulit menggerakkan anggota gerak, kehilangan kesadaran, dan kejang karena bisa jadi ada sesuatu yang serius yang membutuhkan penanganan segera.

Jika Anda tidak mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, coba pikirkan lagi berbagai kemungkinan penyebab sakit kepala tiba-tiba.

Apakah waktu tidur Anda sudah cukup?

Apakah Anda tengah dilanda banyak pikiran atau stres?

Apakah sakit kepala tiba-tiba muncul akibat mengonsumsi minuman berkafein atau makanan yang mengandung garam dan penyedap rasa?

Jika satu atau beberapa di antaranya benar, maka sebaiknya hindari duku dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat cukup.

Sebagian besar sakit kepala yang tidak berbahaya dapat hilang dengan sendirinya dengan beristirahat.

Namun, Anda harus waspada ketika sakit kepala yang Anda rasakan muncul secara tiba-tiba, tidak seperti biasanya, dan rasa sakitnya luar biasa.

Jika ini terjadi, lebih baik segera mencari bantuan medis.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui apakah Anda mempunya faktor risiko untuk mengalami penyakit berbahaya seperti hipertensi atau tidak, karena pada dasarnya sangat penting untuk mencegah daripada mengobati.

Exit mobile version