Site icon nuga.co

Risiko Kesehatan dari Golongan Darah

Mengetahui golongan darah sangat penting untuk semua orang.

Kalau suatu saat terjadi masalah pada tubuh dan membutuhkan transfusi, pencarian darah yang sesuai akan mudah dilakukan.

Selain itu, dengan mengetahui jenis golongan darah, Anda bisa membantu siapa saja yang membutuhkan dari donor darah.

Selain bermanfaat untuk keperluan transfusi dan donor. Mengetahui golongan darah juga penting untuk mewaspadai risiko kesehatan tertentu.

Ternyata beberapa golongan darah lebih rentan terhadap penyakit tertentu dibandingkan yang lainnya. Berikut ulasan selengkapnya.

Kita mengenal sistem penggolongan darah A, B, O. Dari penggolongan ini kita mengenal golongan darah A, B, AB, dan O.

Selanjutnya berdasarkan rhesus dibagi lagi menjadi dua, pertama rhesus negatif dan yang kedua rhesus positif. Berikut beberapa risiko kesehatan berdasarkan golongan darah.

Kanker pankreas bisa terjadi pada siapa saja khususnya mereka yang memiliki golongan darah selain O.

Seseorang dengan antigen A dan B akan memiliki risiko ini lebih besar karena di dalam ususnya banyak sekali mengandung bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri ini hidup lebih banyak pada orang dengan antigen darah bukan O.

Dari penelitian yang dilakukan di Yale University, Helicobacter pylori yang ada pada tubuh seseorang dengan antigen A dan B memicu kanker pankreas. Antigen itu membuat  bakteri menjadi lebih banyak dan terus berkembang biak.

Selama bakteri Helicobacter pylori terus muncul, risiko terjadi kanker akan besar. Waspadalah kalau golongan darah Anda bukan O.

Setiap orang memiliki daya ingat yang berbeda-beda. Ada yang daya ingatnya sangat tinggi dan ada yang cukup rendah.

Biasanya yang daya ingatnya tinggi akan mudah hafal dengan banyak hal kecil seperti kata-kata dalam kamus dan mengingat semua materi dengan detail.

Kondisi ini membuat mereka kerap kesulitan saat sekolah di beberapa materi seperti bahasa asing.

Penelitian yang dilakukan pada mereka yang memiliki golongan darah AB, didapatkan fakta kalau 82% di antaranya mengalami kondisi ini.

Penyebab susahnya mengingat sesuatu bisa terjadi karena ada factor VIII. Faktor ini menyebabkan penurunan jumlah darah ke otak sehingga kemungkinan terjadi gangguan daya ingat cukup besar.

Berdasarkan penelitian di Harvard University mengemukakan temuan kalau orang dengan golongan darah bukan O lebih rentan mengalami sakit jantung.

Risiko ini lebih mengenai mereka dengan antigen A atau B di dalam tubuhnya. Kalau ada dua antigen itu risikonya naik hingga dua puluh tiga persen.

Golongan darah dari seseorang tidak bisa diganti, maka peneliti hanya menyarankan mereka dengan golongan darah A, B, dan AB untuk lebih menjaga kesehatannya.

Selama kondisi fisik yang baik tetap dipertahankan, penyakit jantung akan tetap rendah risikonya.

Kalau Anda merasa sering mengalami stres yang berlebihan, bisa jadi golongan darah yang dimiliki adalah tipe A.

Golongan darah dengan tipe ini lebih mudah menghasilkan kortisol yang merupakan hormon stres. Tingginya kortisol menyebabkan seseorang lebih mudah marah, cemas, hingga mengalami depresi.

Perbanyak melakukan relaksasi atau melakukan semuanya dengan lebih santai. Kalau Anda semakin cemas, depresi akan mudah muncul dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gangguan bakteri pada usus bisa menyebabkan gangguan pada perut berupa rasa nyeri yang sangat kuat.

Gangguan ini juga menyebabkan diare dan membuat seseorang menjadi mudah lemas dari biasanya karena cairan di dalam tubuhnya banyak sekali yang keluar dan belum diganti dari makanan dan minuman.

Bakteri di usus memegang peranan penting pada kondisi ini. Seseorang dengan golongan darah B memiliki kelebihan dalam jumlah bakteri baik di dalam tubuhnya daripada tipa A dan O.

Dengan kondisi ini seseorang dengan golongan darah B akan jarang mengalami gangguan pada usus entah itu hanya dalam bentuk diare ringan hingga penyakit typus.

Setiap golongan darah memiliki risiko sendiri terkait dengan kondisi kesehatannya. Meski demikian, semua orang bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi masalah yang muncul pada tubuh.

Membatasi apa saja yang dimakan. Protein, lemak, dan karbohidrat memang bermanfaat untuk tubuh. Namun, kalau berlebihan bisa memberikan masalah pada tubuh khususnya memicu kondisi obesitas.

Oleh karena itu selalu makan dengan kontrol yang baik dan bila perlu dihitung makro nutriennya.

enghindari rokok dan juga alkohol. Salah satu risiko yang muncul dari memiliki golongan darah tertentu adalah kanker pankreas.

Nah, agar kondisi ini tidak muncul ada baik untuk tetap menghindari racun atau radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu cara itu adalah tidak merokok dan mengonsumsi alkohol.

Tetap melakukan olahraga secara rutin. Dengan melakukan olahraga, organ di dalam tubuh akan bekerja dengan maksimal.

Selain itu, aliran darah akan menjadi lebih lancar, terhindar dari kolesterol, hingga gangguan kardiovaskular lainnya yang cukup serius.

Melakukan pengecekan kesehatan secara rutin setiap setahun sekali atau sebulan sekali untuk pengecekan ringan. Dengan pengecekan ini Anda akan tahu potensi gangguan sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Sesekali melakukan relaksasi dan pelesir. Golongan darah tertentu membuat seseorang mudah mengalami stres. Kalau stres tidak segera diatasi, peluang terjadi penurunan produktivitas hingga depresi akan tinggi.

Inilah beberapa hal tentang golongan darah yang membuat seseorang harus lebih mewaspadai kondisi kesehatannya.

Nah, dari beberapa poin di atas, mana saja yang kira-kira lebih rentan Anda alami dan mana yang lebih kebal? Semoga bisa digunakan untuk pertimbangan dalam menjalani gaya hidup sehat, ya!

Exit mobile version