Site icon nuga.co

Minum Soda Bisa Bikin Anda Cepat Tua

Anda tahu efek segelas soda bagi tubuh.?

Nah, sebuah penelitian terbaru dari University of California-San Francisco  menyebutkan bahwa mengonsumsi minuman manis bersoda mampu mempercepat penuaan sel kekebalan tubuh.

Akibatnya tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit kronis.

Ya, berdasarkan penelitian itu segelas minuman bersoda yang dingin tidak  akan terasa menyegarkan lagi di udara panas.

Sensasi menggelitik yang terasa di tenggorokan menghilang.

Sebenarnya  rasa manis, sensasi segar, dan menggelitik  itulah menjadi hal yang disukai banyak orang, terutama anak-anak.

Nah, kini, di balik rasa manis dan menyegarkan, minuman bersoda bisa menyebabkan obesitas, sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain itu, minuman bersoda juga menjadi penyebab penuaan dini.

Berdasarkan pernyataan Hello Sehat yang diterima CNNIndonesia.com, Elissa Epel, salah satu peneliti, mengungkapkan bahwa mengonsumsi minuman manis bersoda secara rutin dapat memengaruhi perkembangan penyakit, menyebabkan kontrol metabolik gula dalam tubuh berkurang, serta mempercepat penuaan sel jaringan tubuh.

Penuaan dini karena mengonsumsi minuman bersoda secara rutin dapat diketahui melalui panjang Telomer.

Panjang Telomer menandai penuaan sel serta menentukan usia biologis sel. Telomer merupakan urutan DNA berulang yang menutupi ujung kromosom agar tidak menjuntai.

Telomer sendiri berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan. Telomer akan memendek setiap kali membelah.

Namun, jika Telomer terlalu pendek sel bisa berhenti membelah dan mati.

Telomer yang pendek juga dikaitkan dengan kerusakan jaringan, pembengkakan, dan resistensi insulin yang disertai dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes yang berhubungan dengan penuaan.

Penelitian yang dilaksanakan UCSF tersebut melibatkan lima ribuan partisipan dalam rentang usia dua puluh hingga enam puluh lima tahun.

Penelitian tersebut menghitung jumlah konsumsi minuman soda sebanyak enam ratus mililiter setiap hari berhubungan dengan penambahan usia biologis sekitar empat koma enam tahun.

Peneliti membandingkan panjang telomer, yang dilihat dari sampel darah, dengan konsumsi minuman bersoda pada setiap partisipan.

Hasilnya partisipan yang mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak cenderung memiliki telomer yang lebih pendek.

Mengonsumsi minuman bersoda secara rutin dapat memperpendek Telomer, sehingga sel-sel dalam tubuh menjadi lebih cepat menua.

Epel mengungkapkan bahwa meskipun partisipan penelitian ialah orang dewasa, hasil penelitian juga dapat menggambarkan konsumsi minuman bersoda terkait pemendekan Telomer terhadap anak-anak.

Faktor lain yang dapat memengaruhi panjang Telomer ialah kebiasaan merokok, diet, ras, jenis kelamin, serta kecepatan sel darah dalam membelah.

Maka dari itu, untuk mempertahankan panjang Telomer dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, diet dengan gizi seimbang, olahraga teratur, mengola stres, dan tidak merokok

Minuman bersoda memang  tidak terlalu baik untuk kesehatan karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya menggunakan bahan-bahan kimia yang memiliki efek samping baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, dengan mengambil sampel setidaknya  orang yang rutin mengonsumsi minuman bersoda mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.

Selain itu bisa meningkatkan resiko terkena penyakit karies gigi

Karies gigi disebabkan oleh adanya permukaan gigi yang tidak teratur yang cenderung akan menyebabkan makanan tertinggal dan susah untuk dibersihkan.

Makanan sisa yang tertinggal dapat mengandung karbohidrat yang tinggi hal ini akan memicu terjadinya fermentasi oleh mikroorganisme dan menjadi asam-asam organik yang mampu mengikis lapisan email gigi.

Menurut Europian Union Scientific Committee on food  kandungan gula dalam satu kali hidangan minuman bersoda sama dengan empat kali gula dalam minuman manis lainnya.

Pada anak-anak maupun orang dewasa, meminum minuman bersoda dapat mengakibatkan perut buncit.

Obesitas sangat berbahaya, mengapa demikian? Karena obesitas mampu memicu terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan lainya.

Exit mobile version