Site icon nuga.co

Melamun Itu Bukan Cara Yang Salah

Bengong?

Melamun?

Apa salah?

Belum tentu. Paling tidak itu yang ditegaskan peneliti dari Cornell University. Mereka menyebut melamun dapat membantu Anda jadi lebih fokus dan meningkatkan konsentrasi.

Pendapat ini menantang dan membuyarkan “joke” yang selama ini mengatakan, bengong atau melamun adalah sesuatu yang salah. Sesuatu yang dianggap “heng.” Atau tidak fokus. Atau pun play. Melayang.

Melamun biasanya datang saat sedang tak ada kegiatan. Kebiasaan ini kerap dianggap tak berguna dan buang-buang waktu. Nah, kini studi mengungkapkan bahwa melamun justru bisa membuat pikiran menjadi lebih fokus lho.

Ya, penelitian yang dilakukan oleh Cornell University menyebutkan bahwa melamun dapat membantu Anda menjadi lebih mudah fokus dan meningkatkan konsentrasi Anda. Hal ini terjadi karena adanya kerja otak tertentu yang saling berkaitan.

Untuk membuktikan teori ini, salah satu peneliti yang terlibat, Nathan Spreng, PhD, melakukan penelitian dengan menilai kemampuan berpikir para responden yang diamati kinerja otaknya saat dan setelah melamun. Hasilnya, melamun rupanya membantu meningkatkan kinerja memori jangka pendek responden.

“Dengan kata lain, berpikir tentang saat-saat tertentu dari masa lalu dapat membantu Anda memecahkan masalah pada saat ini,” ungkap Spreng.

Selain itu, sebagian peneliti lainnya juga mengatakan bahwa melamun merupakan bagian dari sistem otak yang berhubungan dengan cita-cita dan tujuan di masa depan. Bahkan dikatakan bahwa melamun mempunyai peran menentukan masa depan kita.

Prof Eric Klinger dari University of Minnesota mengatakan bahwa meski hanya berupa tujuan dan cita-cita jangka pendek, melamun dapat menjadi alternatif otak untuk berpikir tentang suatu solusi yang mungkin saja tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

“Seringkali kita menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi ketika sedang melamun. Karena ketika kita melamun, pikiran menjadi lebih rileks dan ‘berkeliling’ menuju laci-laci memori yang tak tersentuh sebelumnya,” tutur prof Klinger seperti dikutip dari ABC Australia dan ditulis Senin, 27 Okotber 2014.

Berlainan dengan melamun.Kepo, sebagai lawan dari melamun, yang artinya rasa ingin tahu yang berlebihan, juga bermanfaat untuk otak.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuron ini memberikan bukti ilmiah mengapa orang yang sangat ingin tahu biasanya lebih pintar dan kreatif. Sebabnya, rasa ingin tahu merangsang neuron otak untuk lebih mudah menyerap hal-hal baru.

“Penelitian kami menyebutkan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi sangat ingin tahu, ada motivasi yang tumbuh secara tak sadar dalam dirinya dan itu sangat membantu proses menangkap informasi baru,” tutur Profesor Charan Ranganath, peneliti dari University of California, Davis, Amerika Serikat, dikutip dari ABC Australia.

Penelitian ini dilakukan Prof Charan yang mengajukan beberapa pertanyaan soal pengetahuan umum kepada puluhan responden dengan meminta mereka untuk menyebutkan angka untuk mengukur skala keingintahuan mereka.

Setelah itu, para partisipan diminta untuk melakukan scan MRI, sembari diberikan pertanyaan yang membuat mereka paling penasaran. Ternyata, hasil scan MRI menujukkan bahwa pertanyaan yang paling membuat mereka penasaran membuat neuron-neuron di otak menjadi lebih lebar dan terbuka untuk informasi baru.

“Hasil tes MRI menunjukkan bahwa rasa ingin tahu menghasilkan reaksi yang sama seperti ketika kita ditawari uang atau makanan enak,” sambungnya lagi.

Profesor John Hodges dari Neurology Research Australia mengatakan bahwa studi ini menjadi bukti ilmiah bahwa rata-rata orang yang ingin tahu mempunyai otak yang lebih encer. Untuk itu ia berharap agar penelitian ini dapat dikembangkan.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa bagian otak nucleus accumbens menjadi aktif ketika ada rasa ingin tahu. Padahal sebelumnya, bagian otak ini selalu dikaitkan dengan kecanduan dan video game,” tuturnya.

“saya harap penelitian ini dapat membuat terobosan baru soal proses belajar mengajar di sekolah. Jika diterapkan, tentunya hasil yang didapat murid juga akan lebih maksimal karena mereka belajar secara natural,” pungkasnya.

Exit mobile version