Site icon nuga.co

Makanan Pedas Dikaitkan dengan Usia

Laman situs “medical daily,” hari ini, Rabu, kembali menuliskan tentang manfaat makanan pedas dikaitkan dengan usia.

Makanan pedas dari berbagai jenisnya mampu membuat seseorang panjang umur, tulis laman kesehatan terkenal itu.

Bumbu pedas memang dapat mengubah makanan yang rasanya datar menjadi lebih menggugah selera.

Selain itu, ada juga efek jangka panjangnya, yakni bikin umur lebih panjang.

Penelitian mencatat, bumbu yang terasa pedas di lidah mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Ini sebabnya mengapa sebagian ahli gizi merekomendasikan bumbu-bumbu pedas masuk dalam bahan makanan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

Ketahui apa saja bumbu pedas yang memiliki manfaat memperpanjang usia menurut penelitian.

Sebut saja cabai. Kandungan capcaisin di dalamnya diketahui membantu menghambat kemampuan tubuh merasakan sakit.

Selain itu, cabai juga menghambat penyebaran kanker payudara dan menurunkan risiko kematian sampai tiga belas persen.

Lainnya jahe

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, capcaisin yang dikombinasikan dengan zat utama dalam jahe, yakni enam-gingerol, dapat menurunkan risiko terkena kanker.

Selanjutnya wasabi Walau pedasnya menyengat, pasta wasabi mengandung zat antimikroba yang dapat mengusir bakteri dari tubuh.

Kandungan lainnya bekerja sebagai anti-peradangan dan menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Setelah itu lobak pedas Mengonsumsi sejenis lobak pedas diketahui menyehatkan karena di dalamnya terkandung zat antikanker.

Menurut penelitian dari Universitas Illinois, mengonsumsi satu sendok teh saus horseredish sudah cukup bermanfaat.

Peneliti dari Larner College of Medicine, University Vermont menemukan asosiasi antara makan cabai dan panjang umur.

Menurut laporan penelitian itu, Prof. Benjamin Littenberg dan mahasiswa kedokteran Mustafa Chopan memeriksa survei pemeriksaan gizi dan kesehatan nasional

Littenberg dan Chopan mengakui, bahwa makan makanan pedas “masih jauh dari kepastian” menunda kematian.

Kendati demikian mereka percaya makan pedas dapat membantu mencegah kematian berkaitan dengan kesehatan yang disebabkan obesitas.

Peneliti itu pun percaya capsaicin, zat aktif yang ditemukan pada cabai dapat berperan sebagai zat antimikroba yang memerangi bakteri dan virus dalam tubuh.

Chopan mengatakan kendati belum konklusif, studi terhadap cabai dapat digunakan dalam riset di masa depan dalam bentuk percobaan klinis.

Makanan pedas dari cabai pun berpotensi direkomendasikan untuk membuat hidup lebih panjang.

Khusus untuk cabai, kandungan capsaicin yang terdapat dalam cabai, dinilai peneliti juga dapat memperlambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara.

Cabai bisa menghentikan kanker payudara dengan cara membuat sel-sel kanker merusak diri mereka sendiri, ungkap para ilmuwan.

Kandungan capsaicin atau bahan yang memberikan rasa pedas pada cabai, juga dinilai efektif untuk melawan kanker lain seperti kanker usus, tulang dan pankreas.

Namun peneliti menekankan, cara yang efektif bukanlah meminta pasien untuk makan banyak cabai, melainkan memasukkan kandungan capsaicin ke dalam obat yang memang ditargetkan untuk melawan sel-sel kanker.

Untuk mendapatkan hasil itu, ilmuwan Jerman menggunakan sampel sel-sel kanker payudara manusia dan menggunakan capsaicin untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemampuan kandungan tersebut dalam menghancurkan pertumbuhan sel sakit.

Peneliti Dr Lea Weber, dari Ruhr University, di Bochum, mengatakan, “Kami melihat penurunan yang signifikan dalam pertumbuhan sel kanker setelah distimulasi oleh capsaicin.”

Exit mobile version